Memaknai Sepakbola Melalui Jersey KW

Kita harus mengakui bahwasanya kepopuleran sepakbola tumbuh sangat pesat dari tahun ke tahun. Hampir seluruh penduduk bumi ane pikir sepakat bahwa sepakbola merupakan olahraga paling digemari. Persebarannya merata ke semua strata dan usia. Mulai dari masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah, menengah ke samping sampai ekonomi menengah ke atas. Mulai dari balita beranjak dewasa hingga aki-aki baru akil baliq pun fanatik dan cinta dengan olahraga yang satu ini. Ya begitulah kenyataannya, sepakbola menjelma menjadi olahraga yang paling populer di seluruh lini masyarakat di dunia tanpa mengenal batasan strata dan usia, bahkan gender sekali pun.

Semakin majunya teknologi informasi dari tahun ke tahun digadang-gadang menjadi salah satu faktor yang turut mendukung persebaran sepakbola hingga seperti sekarang. Saat ini orang-orang dimanjakan dengan tayangan pertandingan klub-klub sepakbola top dunia di berbagai media. Semua orang bisa mengakses dengan mudah pertandingan-pertandingan tersebut. Dengan teknologi bedebah bernama streaming, seseorang bisa menikmati pertandingan klub sepakbola manapun tanpa harus mengutuk televisi nasional yang tak mampu membayar mahalnya hak siar untuk pertandingan big match liga-liga eropa. Memang untuk menikmati sesuatu yang lebih,terkadang harus ada yang dikorbankan. Kuota internet misalnya. Continue reading

Advertisements

Lingkaran Setan Pencurian Sandal di Masjid

Anda pernah kehilangan sandal di masjid? Tenang, Anda tidak sendirian.

Fenomena sandal hilang di masjid memang sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Ironis, masjid yang seharusnya menjadi tempat ibadah yang tenang dan nyaman, justru disalahgunakan oleh sekelompok oknum untuk melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama yang dianutnya sendiri. Meski yang dicuri “hanyalah” barang yang tak terlalu besar nilainya, perbuatan tersebut tetap dilarang. Mencuri adalah mencuri.

Menilik peristiwa ini dari tahun ke tahun, ane kok merasa kian tergelitik, sebab bukannya semakin hilang, modus pencurian sandal justru kian beragam.

Ane sempat heran kenapa masjid yang sering dijadikan sasaran operasi senyap ini. Satu hal yang bisa ane tangkap: Sebab masjid adalah salah satu tempat yang dalam sekali-dua waktu dapat mengumpulkan jumlah sandal sangat banyak. Dan populasi sandal akan meningkat signifikan pada saat-saat ibadah seperti shalat Jumat, traweh hari-hari pertama, atau sholat Ied. Sandal sendiri memang sudah menjadi semacam identitas kultural, khususnya, bagi umat muslim di Indonesia. Continue reading

Masker Iler

Semakin ke sini ternyata penggunaan masker mengalami perkembangan cukup pesat. Masker kini tidak hanya berfungsi menyaring udara kotor dan mikroorganisme yang masuk ke tubuh. Masker juga tidak hanya diperuntukkan bagi para pengendara motor, penderita flu, atau para pekerja kesehatan dan para pekerja di pabrik. Bagi anda yang sering bepergian menggunakan kereta api jarak jauh pasti akan tahu bahwa masker mempunyai faedah yang begitu luar biasa.

Awalnya, ane bingung kenapa tiap kali naik kereta, ane selalu mendapati beberapa orang menutupi mulut dan hidungnya menggunakan masker. Percaya atau tidak, sebagian besar yang memakai masker adalah perempuan. Ane menebak-nebak bahwa mereka memakainya dengan tujuan untuk menghindari bau-bau yang tajam (bau ketek misalnya) ataupun menghindari polusi udara yang biasanya tercemar karena asap rokok. Beberapa penumpang di angkutan darat lain punya problem semacam itu. Continue reading

Bubur Ayam Tuk Sekeping Cinta

Beberapa waktu yang lalu dunia dihebohkan dengan isu bubur. Bukan, bukan tentang sinetron Tukang Bubur Naik haji yang melegenda itu. Beberapa waktu lalu, dunia maya sempat dihebohkan dengan golongan-golongan orang yang memakan bubur. Katanya di dunia ini cuma ada dua golongan. Golongan bubur diaduk dan golongan bubur tidak diaduk.

Sebagai orang yang cukup sering menikmati bubur ayam, ane tentunya tertarik dengan segala isu yang berkaitan dengan perbuburayaman. Dengan tegas ane mempertahankan filosofi bahwa bubur ayam akan lebih enak dinikmati tanpa mengaduknya terlebih dahulu. Anda bisa membayangkan ketika bubur dan semua komposisi yang menyusunnya sehingga dapat disebut sebagai suatu bubur itu kemudian diaduk, dibolak-balik hingga tercampur secara merata. Percayalah, tiap-tiap bahan tersebut akan mengalami perubahan wujud menjadi bentuk lain yang kemudian menghilangkan sifat aslinya. Tidak berbentuk. Continue reading

Sebut Saja Bunga

Bekerja di kantor dengan frekuensi mutasi pegawai yang cukup sering, ada senang ada juga sedihnya. Senangnya, kita kaya akan kompetensi karena banyak menguasai hal-hal baru yang bahkan sebelumnya belum pernah kita kuasai. Relasi pun akan bertambah banyak. Tidak melulu dengan orang-orang itu saja partnernya.

Nah sedihnya, kita akan terasa berat meninggalkan semua yang ada di tempat lama. Atasan, kawan, ruang kerja, lengkap dengan suasananya dan tentu saja kita akan meninggalkan kenyamanan. Okelah untuk yang dimutasi ke bagian lain namun masih dalam satu kantor dan masih di pusat mungkin gak akan begitu berat. Namun, kantor ane punya kantor vertikal di 5 daerah di Indonesia. Ya masih kota besar sih.

Tidak menutup kemungkinan setiap pegawai kena mutasi dan dipindah ke daerah. Gak masalah juga sih kalau balik ke homebasenya. Nah kalau dipindah ke daerah yang bukan homebase gimana ceritanya? Oleh karena itu, isu mutasi pegawai merupakan salah satu isu yang paling banyak mendapatkan perhatian semua pegawai di kantor ane.

Dan pada bulan april 2015 pun ane kebagian jatah… Continue reading

Bukan Salah Tukang Cukur: Pangkas Rambut Cinta Remaja (AC) dan Bahagia

Jarang-jarang ane pergi ke tukang cukur di tengah pekan. Biasanya sih akhir pekan. Kalo gak sabtu ya minggu. Triggernya sebenernya berawal dari komentar teman sekantor ane.

Entah mengapa tiba-tiba temen sekantor ane bilang,”Mas, jangan lupa bahagia ya”.
“Kenapa?”, sahut ane.
Namun tak sepatah katapun keluar dari mulut temen ane. Tersenyum lalu berlalu. Temen yang gak jelas.

Indikator pertama yang digunakan untuk menilai kebahagiaan seseorang adalah raut wajahnya. Dan ane berasumsi bahwa wajah ane tidak mencerminkan orang yang sedang bahagia. Berangkat dari situlah ane bergegas menuju ke ruang sebelah. Di situ ada cermin.

Apa yang ane lakukan?

Ya, berdiri didepannya dan mematung beberapa saat. Ane coba tersenyum. Okeh, mungkin ini tindakan yang konyol. Orang boleh bilang ane gila.
Setelah ane lihat dengan seksama, yang tampak di cermin adalah sosok manusia dengan penampilan yang menyedihkan, tak terawat, kumal, dan terkesan jarang mandi. Sumber dari segala sumber permasalahan itu ada pada rambut ane. Beberapa orang memang terlihat keren dengan rambut panjang. Ane? Busuk… Continue reading

Pulogadung Tak Bertabur Berlian, Pulanglah!

Sebagai ibukota Negara Indonesia, yang menjadi daya tarik para pencari kerja dari daerah, Jakarta tidak cukup ramah. Macet dan kondisi tata ruang yang sebegitu semrawutnya bukanlah tempat yang nyaman bagi siapa saja yang berniat untuk hidup lama menghabiskan sisa umur di sana. Memang dibanding dengan kota besar lainnya, Jakarta sudah terlampau padat. Atap rumah sambung menyambung antara rumah yang satu dengan yang lainnya, begitu pula dengan temboknya, satu tembok untuk semua. Jalan masuk perkampungan pun hanya setapak saja, hingga sepeda motorpun harus antre giliran lewat ketika berpapasan. Tak ada lagi lahan kosong. Pertumbuhan rumah itu ke atas, gak ke samping.

Jakarta keras!

Jakarta cadas!

Namun rasanya seseorang belum bisa merasakan cadasnya Jakarta yang sesungguhnya kalau belum pernah masuk ke terminal busnya. Hey kalian yang ingin tau betapa keras dan cadasnya kehidupan Jakarta,  datanglah ke terminal busnya. Maka kalian akan melihat miniatur cadasnya metropolitan. Terminal senen, tanjung priok, lebak bulus, kampung rambutan, atau bahkan terminal pulogadung. Ya, yang terakhir ane sebut mungkin patut dicoba. Tapi hey jangan sekali-kali sendirian mencobanya kalau belum pernah datang sebelumnya.

Mungkin sebenarnya terminal di Jakarta tidak semenakutkan yang dibayangkan. Namun percayalah, tiap kali memasuki kawasan tersebut, adrenalin kita sedikit atau banyak akan terpacu lebih cepat. Kemudian tempat itu akan berubah menyerupai sarang penyamun. Ini sudah menjadi topik yang paling sering diceritakan di kalangan para perantau di Jakarta. Continue reading

Berlayar di Atas Garuda

Satu-satunya moda transportasi yang belum pernah ane naiki adalah pesawat. Dari kecil ane hanya bisa mengimajinasikannya dalam bentuk lipatan kertas. Kemudian menerbangkannya dan membayangkan seolah ane ada di dalamnya. Ane hanya bisa mendengarnya dari cerita orang-orang sekitar.
“Naik pesawat itu seru lho”.
Oke. Kisah-kisah menakjubkan yang mereka ceritakan hanya akan membuat ane tertidur lelap.

Notabene, naik pesawat itu diperuntukkan bagi orang yang mampu. Memang sih, jika dibanding dengan moda transportasi lain rasa-rasanya ongkos naik pesawat itu paling mahal. Benar saja, golongan-golongan kere seperti ane sangat susah mendapatkannya. Lah wong buat makan saja masih mikir-mikir kok. Heuheu

Namun, ane percaya bahwa Tuhan tidak pernah tidur. Entah kenapa ane sangat yakin jika suatu hari nanti pasti ane akan merasakannya. Naik pesawat.

28 November
Ane duduk di kursi sebuah maskapai penerbangan bintang lima milik Indonesia. Garuda Indonesia. Entah karena sugesti yang terlalu kuat atau apa, yang jelas ane berhasil mewujudkannya. Lengkap sudah sejarah ane dalam hal pertransportasian.

Ini adalah penerbangan pertama dalam sejarah hidup ane sebagai seorang kere. Berkaca dari cerita temen dan beberapa referensi film yang ane tonton, mental adalah hal utama yang harus dipersiapkan. Di umur segini, gak lucu kalau tiba-tiba pingsan di dalem pesawat gara-gara nervous. Gak keren juga kalo diem-diem mimisan. Beberapa orang mengalaminya jika berada dalam kondisi tertekan. Sempat sebelumnya ditawari untuk ikut latihan yoga, tapi ane menolak. Continue reading

[Bukan] Salah Tukang Cukur: Tipis di Samping Tajam di Atas

Setiap tukang cukur punya kapabilitas masing-masing dalam setiap mencukur rambut pelanggannya. Gak mungkin dia buka usaha pangkas rambut tanpa dibekali kemampuan mumpuni.Namun entah kenapa setiap pergi ke tukang cukur, di benak ane selalu timbul keraguan. Apakah si tukang cukur bisa menunaikan tugasnya dengan gemilang? Pertanyaan itulah yang selalu mengaung di benak ane ketika memutuskan akan pergi ke tukang cukur. Ane selalubertanya-tanya dalam benak mengenai kapabilitasnya dalam mencukur.


Continue reading