Yudisium: Bagai Dilahirkan Bunda

Ibu adalah sosok yang kuat dan perkasa. bagaimana tidak? Ia kuat membawa bayi yang ada dalam kandungannya selama berbulan-bulan. Tidak tanggung-tanggung ia membawa bayi dalam perutnya kesana kemari. Makan, minum, tidur, mandi dan segala aktivitasnya dilakukan dengan membawa bayi dalam kandungannya tanpa menitipkannya dulu pada orang lain. sungguh luar biasa…Seorang ibu umumnya mengandung selama kurang lebih 9 bulan. Ada juga sih yang hanya 7 bulan atau bahkan sampai 10 bulan. Selama waktu itu ia akan selalu memanjakan dan menjaga bayi yang ada dalam kandungannya dengan sepenuh hati dan kasih sayang.

Ane bukannya mau bagi-bagi tips jadi ibu hamil yang baik nih ya, apalagi jadi instruktur senam ibu hamil, emangnya ane cowok apaan?hahaha…soptingan ane kali ini sebenernya terinspirasi dari kata-kata pak direktur ketika memberikan sambutan beberapa hari yang lalu.

emang kerja sama pak direktur di perusahaan mana bang?

di mana aja boleh neng, di hatimu juga boleh…

kalo kerja di hatiku mw gaji berapa bang?

abang gak butuh gaji deh, yang abang butuh cinta dari eneng….eeeeaaaak

Direktur sebenernya adalah orang nomer satu di tempat ane kuliah sodara2. Kalau di kampus lain mungkin sama kayak rektor kali ya. Beliaulah yang mengepalai sekolah ane. Jadi beliau memberikan sambutan di acara terpenting abad ini yaitu yudisium. Sebelum melepas kami dengan kata “LULUS” dengan status sebagai alumni, beliau memberikan sejuta patah kata yang sungguh membuat kelopak mata atas dan bawah tidak kuasa untuk melekat satu sama lain. Ya walaupun agak ngantuk tapi ada beberapa suara yang sayup-sayup terdengar dari atas podium sana.

Kami diumpamakan seperti calon bayi yang berada dalam kandungan seorang ibu. kok bisa gitu bray?iya muka kami kan unyu2 gitu. 😀 . Jadi gini bray, selama dalam kandungan, bayi kan diberi asupan makanan dan minuman yang tentunya bergizi tuh. Tujuannya adalah agar saat lahir nanti kondisi bayi sehat. Sama kayak kami, selama dalam “kandungan” kampus, kami diberikan segala informasi, ilmu, dan pengetahuan yang tentunya berguna bagi diri kami kelak. Jika Ibu pada umumnya mengandung selama 9 bulan, “ibu” yang satu ini mengandung beribu-ribu anak dalam waktu 3 tahun. ngga kebayang kan kalau seorang ibu mengandung selama itu. “ibu” yang dimaksud adalah kampus ane bray…

Selama mengandung seorang ibu berusaha semaksimal mungkin agar bayi yang dikandungnya baik-baik saja. Berbagai cara dilakukan untuk menjaga kesehatan bayinya. Terik siang dan dinginnya malam tidak menghalangi seorang ibu menjaga bayinya. Begitu pula dengan kampus ane nih, pelayanan yang maksimal diberikan pihak kampus kepada kami, mahasiswanya. Ini semata-mata dilakukan agar kami mendapatkan kenyamanan dalam menjalani pendidikan di kampus. Segala pujian dan makian silih berganti menghujam jantung kampus kami, namun “bayi” yang ada dalam “kandungan” tidak perlu tahu keadaan itu. Yang penting mereka nyaman di dalamnya.

Kelahiran merupakan momen yang ditunggu oleh para keluarga yang anggotanya sedang mengandung. Kehadiran seorang bayi yang nantinya akan memberikan warna di dalam keluarga sangat diharapkan. Namun melahirkan seorang bayi bukan perkara mudah, sob. Ini merupakan pertaruhan nyawa seorang ibu. Nyawa ibu dipertaruhkan  antara hidup atau mati. Segala cara telah dilakukan kampus untuk dapat melahirkan “bayi-bayi” dengan selamat. Bayi-bayi itu tidak lain dan tidak bukan adalah kami mahasiswa-mahasiswinya.

LULUS=LAHIR

Proses kelahiran merupakan proses awal dari kehidupan seorang manusia. Segala watak dan karakter individu dibentuk setelah proses kelahiran. Diumpamakan seperti kelahiran, proses kelulusan juga merupakan proses awal sebelum nantinya akan menghadapi dunia kerja atau kehidupan lain dengan segala macam hal baru. Ini merupakan pijakan bagi kami untuk selanjutnya melangkah lebih jauh menyambut masa depan. Bekal yang telah didapat selama berada dalam “kandungan” akan sangat berguna untuk menghadapi tantangan di dunia yang sebenarnya.

Harapan orang tua tentunya ingin agar anaknya bisa bermanfaat bagi orang lain dan selalu menjaga nama baik keluarga dimanapun dan dalam kondisi apapun. Hal yang sama juga diharapkan oleh kampus tempat ane kuliah. Diharapkan setelah lulus nanti kami bisa menggunakan ilmu yang kami dapat selama masa kuliah untuk membangun bangsa ini dan tentunya menjaga nama baik almamater tempat kami kuliah.

“Buktikan bahwa kalian adalah lulusan berkualitas yang menjaga nilai-nilai etika” (pesan dari pak direktur).

Segitu dulu sekelumit kisah ane di kampus penuh teka-teki ini, sob. Dilanjut lain kesempatan yah. Jangan malu-malu buat memberikan komentar, kritik, dan saran yang membangun bray. Itu semua membuat ane lebih bersemangat 😀

Advertisements

18 thoughts on “Yudisium: Bagai Dilahirkan Bunda

Komentar mereka

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s