Bukan “hahaha” Biasa

senyumSuatu pagi yang cerah untuk menjalani putaran jam yang berputar monoton tidak kreatif. Sinar matahari yang keoren-orenan di sisi timur sana menjadi panorama yang begitu memanjakan mata. Itu adalah kreasi Sang Pencipta. Dinginnya pagi berbalutkan embun setelah rintik-rintik hujan semalam diusir dengan penuh tanggung jawab oleh hangatnya sinar mentari. Ditemani secangkir teh manis ane awali hari dengan semangat yang baru di charge semalam suntuk.

Kursi rotan yang reyot menjadi tempat yang pas untuk tubuh tanggung ane ini. Tidak terlalu enteng, tidak terlalu berat tapi pas mantap bukan OVJ. Meja dari akar jati nan artistik adalah alas yang bijaksana untuk segelas teh hangat berdiri tegak di atasnya. Kepulan asap dengan aroma khas dari teh itu memang menjadi sesuatu yang ane tunggu.

Tak lama berselang momen yang ane tunggu tiap harinya lagi-lagi tiba. Ane ambil senjata andalan  berwarna merah nan mungil. Yeah, it’s my stupidphone. Maklum hape ane masih harus banyak belajar untuk bisa menjadi smart. Doakan agar dia lulus ujian untuk menyandang gelar smartphone beberapa tahun lagi. Aamiiin…

Dengan kata-kata yang terangkai secara spontan di otak, ane transfer ke stupidphone itu. Dalam hitungan detik muncullah serangkaian kalimat dalam bentuk ketikan huruf latin rapi beraturan. Amunisi sudah siap tinggal dieksekusi dengan baik dan benar. Dengan instruksi dari komandan di markas hati sana dikirimlah sebuah pesan ke seseorang di sana, bukan musuh bukan pula perusuh.

Menit sudah menggantikan detik-detik yang menggelitik. Itik-itik sudah keluar dari rasa panik. Semut-semut kecil nan mungil sudah berkerumun menghiasi cangkir teh ane. Memang kami memiliki kesamaan. Suka yang manis-manis gitu. Semut suka sama gula, aku suka kamyuh. haha. Ada gula ada semut, ada kamu ada aku. Ndoboooos!!! 😀

Tak ada pesan yang dikirim kecuali untuk mendapat balasan. Ada sesuatu yang diharapkan dari isi balasan itu. Ane tidak begitu mengharapkan balasan yang panjang x lebar = luas. Ane kepengin melihat tiga suku kata tampil di inbox ane. Tak ada alasan lain selain membaca “hahaha” di akhir sebuah kalimat di setiap pesan. Mungkin ini alasan yang cukup aneh untuk beberapa orang. Tapi anda akan meng-iya-kan jika tau dari siapa balasan pesan itu.

“Hahaha” tidak lain adalah kata untuk menunjukkan seseorang yang sedang tertawa. Suatu ekpresi kegembiraan dari seseorang. Jauh dari kesedihan, kemuramdurjaan, atau kegalauan. Keceriaan dan kebahagiaan adalah implikasi dari suku kata itu. Memang kata itu terlalu simpel untuk mewakili sebuah rasa yang sangat didambakan setiap insan itu. Dibalik kesimpelan, kata itu mampu membuat seseorang menunjukkan deretan putih giginya yang tersembunyi di dalam mulut. Itu tandanya orang itu rajin gosok gigi tiap habis makan dan sebelum tidur. 😀

Tertawa merupakan salah satu anugerah terindah buat manusia disamping kecantikan, ketampanan, keunyuan, keimutan, kemanisan beserta semua kroninya. Tertawa adalah suatu kado spesial yang eksklusif diberikan oleh tuhan kepada manusia. Anugerah yang tak bisa dibeli di pasar, minimarket, mall, atau pusat perbelanjaan lain. Sesuatu yang tidak bisa diimpor dari negara lain. Tidak ada yang memiliki stok untuk dijual kepada orang lain. Tidak pula tersedia barang sekennya.

Anda mungkin pernah melihat beberapa hewan dapat mengeluarkan suara mirip tawa. Kera yang kata Charles Darwin adalah nenek moyang dari manusia dapat mengeluarkan suara mirip tawa. Burung beo yang pandai menirukan suara manusia juga bisa melakukannya bray. Namun ane rasa itu bukan tawa yang mengandung keceriaan. Bukan pula tawa yang dapat mengendurkan syaraf dan menyegarkan pikiran.

Kuntilanak menurut sutradara film horor Indonesia yang tidak jelas arahnya itu, juga suka cekikikan. Di samping gemar bermake-up tebal dia juga sosok yang gemar menebar tawa. Namun tawanya tidak membuat orang yang mendengarnya ikut gembira tetapi malah membuat anda kencing di celana. Melihat muka yang seram dan juga suram seperti itu ane rasa itu juga bukan tawa yang baik dan benar sesuai dengan peraturan yang berlaku dan tentunya belum bersetifikat “halal”.

Tertawa sudah terinstall sejak awal manusia berada di dunia yang penuh cerita ini. Memang ketika keluar dari rahim ibu seorang bayi tidak tertawa melainkan menangis. ya kaleee ketawa, malah jadi nggak lucu itu. Manusia tinggal menjalankan software tertawa tanpa harus mendownloadnya terlebih dahulu. Meskipun begitu, tertawa harus diupdate seiring dengan perkembangan zaman.

“Hahaha” itu juga tujuan dibuatnya blog ini selain untuk berbagi informasi. Blog ini di buat untuk jiwa-jiwa yang bosan akan penatnya kehidupan, lelahnya batin akan masalah yang susah dilupakan, dan sibuknya pekerjaan. Celoteh nan instan coba ane ungkapkan demi terciptanya ketenteraman.

Selera humor setiap orang memang berbeda-beda. Ada yang hanya dengan beberapa kata saja orang itu akan tertawa. Namun ada juga tipe orang yang sangat sulit tertawa walaupun seseorang sudah jungkir balik banting tulang belulang untuk membuatnya tertawa. Ane rasa ini masalah terbuka atau tidaknya pikiran seseorang. Lelucon akan sangat susah masuk ke pikiran yang tertutup. Maka dari itu bukalah pikiran anda selagi anda bisa membuka pintu dengan tenaga anda sendiri.

Tentu perlu alasan yang cukup untuk dapat tertawa. Ketika anda tertawa sendiri tanpa sebab musabab, keluarga dan teman-teman perlu mencemaskan dan prihatin dengan kondisi anda. Tidak baik juga tertawa ketika melihat orang lain menderita. Kebahagiaan sejati tidak bersumber dari kesedihan orang lain. Tertawalah dengan efisien dan efektif dengan membuang unsur lebay di dalamnya. Katanya tertawa yang berlebihan akan mengeraskan hati lho.

Karena pentingnya manfaat tertawa, usaha untuk mengeluarkan kata “hahaha” itu tidak bisa diremehkan bray. Segala macam hal dilakukan agar orang bisa tertawa. Acara TV mungkin jadi pilihan utama. Standup Comedy, OVJ, Pas Mantap, Sketsa, dan acara lain yang sejiwa raga menjadi buronan para pencari tawa. Dengan menonton acara-acara itu mungkin urat syaraf yang tegang akan mengendur. Pikiran yang penat akan kembali segar.

Membuat orang lain tertawa bukanlah perkara mudah. Tidak semudah membalikkan telapak tangan atau menyalin contekan. Itulah yang selalu ane ingin dapatkan ketika mengirim pesan singkat ke seseorang. Ya, membuatnya tertawa. Ane ingin membuatnya mengetikkan kata “hahaha” di akhir sebuah kalimat. Ane akan ikut senang ketika dia juga senang. Dengan “hahaha” itu ane percaya dapat membuat seseorang lebih terbuka pikirannya. Masalah- masalah yang menyebalkan dapat menyingkir dengan seketika saat kita tertawa. Walaupun tertawa tidak menyelesaikan masalah tetapi ada alasan untuk tidak begitu saja menyerah pada masalah tersebut.

Sebelum semuanya terlambat, janganlah sungkan dan ragu untuk mengeluarkan “hahaha” karena di dalamnya terdapat sebuah tawa yang begitu bermanfaat lebih dari sekedar gurauan semata. “Hahaha” akan dapat menghilangkan “huhuhu” beserta sanak saudaranya. 😀

Tertawalah saat waras, atau kau harus melakukannya saat sudah gila

-Toga Nainggolan-

Advertisements

2 thoughts on “Bukan “hahaha” Biasa

Komentar mereka

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s