Fakir Gadget Tapi Bukan Pengemis Budget

Zaman canggih kayak sekarang gini bikin orang haus akan teknologi. Gadget seakan menjadi kebutuhan pokok manusia modern. Bebagai macam gadget bertebaran di seluruh nusantara dengan berbagai model dan rupa. Pasar dalam negeri dibanjiri oleh gadget-gadget yang menawarkan teknologi canggih yang futuristik. Gadget semacam Ipad, smartphone, dan tablet bukan barang yang langka sekarang ini.

bbgadgetandroid

Gadget bukan hanya masuk di dunia bisnis saja. Gadget sudah merambah ke ranah pergaulan sekarang. Bukan hanya remaja, anak-anak pun merasakannya. Anak SD aja pegangannya BB sekarang. Ngutak-atik tablet. Maenannya ngelus-elus ipad gitu. Apa gak ajaib tuh?

Gak gaul kalo gak punya gadget keren, katanya. Setiap orang yang pengen dibilang gaul akan mencoba menstandarkan diri dengan teman-temannya termasuk gadget-gadget yang mereka punya, hape misalnya.  Temen punya BB ikut2an beli BB. Temennya ganti pake android, BB buang ganti android. Bosen pake android pada ganti iphone ya ikut2an ganti iphone. kelabilan memang bisa terjadi dimana saja dan kapan saja tanpa mengenal warna kulit.

Perkembangan teknologi memang begitu pesat. Beberapa puluh tahun yang lalu punya hape monokrom aja udah gaul banget. Hape saat itu bisa dianggap sebagai barang mewah. “wah hapenya baru yah?tukeran nomer yuk!”. Saat ada diantara kita yang gak punya hape pasti dibilangin “Hari gini gak punya hape???ngambang di laut aja sana”

Fenomena itu terus berkembang sampai sekarang. Hape sudah bukan barang langka lagi. Di pinggiran jalan banyak yang jual tuh. Yang kredit juga ada lho. Sekarang pertanyaanya berubah, gak tukeran nomer hape lagi: ” Ada PIN BB?”. Kalau ga punya dibilangin. “Uh katrok loe bray. Hari gini gak punya BB?Bencana nasional ini…

Namun apa yang akan diperbuat ketika kita ada pada posisi itu?saat temen-temen punya gadget yang keren dan anda tidak?temen-temen asyik dengan gadgetnya sementara anda hanya bisa mlongo melihatnya. Mirip kebo di sawah kata jamrud. Sebenernya kepengen, tapi apalah daya duit tak ada. Terus salah siapa?
Yang pasti bukan salah tukang cukur. Bukan pula salah bunda mengandung.

Perlu merogoh kocek sedalam mungkin untuk bisa membeli gadget keren. Jangan berharap lebih ketika sumber keuangan anda ada pada level yang memprihatinkan. Kecuali anda diberi keberuntungan oleh Yang Maha Kaya mendapat hadiah undian berupa gadget keluaran terbaru. Anda adalah orang paling beruntung saat itu. Siap-siaplah ditawari jadi model iklan tolak angin #ifyouknowwhatimean

Bagi kalangan menengah ke atas beli gadget ibarat beli kacang goreng. Tiap ada produk keluaran terbaru tanpa pikir panjang akan membelinya. Ya iyalah, orang kaya. Tiap anaknya kepengen beli gadget pasti langsung dimasukkan ke dalam budget. Ia memberikannya sebagai kado di hari ulang tahunnya. Gak jaman lagi ngasih kado boneka ke anaknya kalo cewek atau ngasih robot-robotan kalo anaknya cowok. Sekarang kadonya ipad bray. mantep gak tuh. Berlinanglah air liur ane…

Ane tak heran karena mereka mampu dalam hal financial. Apapun kemauan mereka tak masalah wong ada uang ini. Yang ane prihatin adalah saat seorang anak minta dibelikan gadget yang mahal padahal untuk keluarganya makan aja udah pas2an. Ini adalah pemerasan di dalam rumah tangga. Sadarlah akan kondisi keuangan keluarga. Hanya karena pengen dibilang gaul, tega menyusahkan orang tua seperti itu. Jangan menyusahkan orang tua untuk hal-hal yang tak terlalu berguna. Kalo memang pengen gadget itu ya cari duit sendiri, kerja kek, nabung kek. Kalo gak mampu ya gak usah maksa dong, gitu aja kok repot. Percayalah ada banyak orang yang bernasib sama di sekeliling anda.

Fakir-fakir gadget seperti ane ini memang harus pintar-pintar mencari akal agar tetep bisa gaul. Sering dicuekin saat ngobrol itu hal biasa. ketika ane ngajak ngobrol dengan temen ane sering dicuekin. Ia sibuk dengan gadget di tangannya. Mulut sudah berbusa kayak mesin cuci tapi ternyata gak didengerin bray. dongkol?marah? ga usah…bawa goyang aja. Kita harus memposisikan diri kita sebaik mungkin.

Tak jarang juga ane yang harus diam. Mereka membahas topik yang ada di grup BBM semalem. “wah seru ya semalem itu, si ini gitu si itu gini, wkwkwkwk”. Kalo mereka ketawa, ikut ketawa aja. Gak tahu apa yang diketawain. Padahal kita yang jadi topik pembicaraan BBM itu.

Sebenernya ane bisa minta ke orang tua ane bray buat dibeliin gadget keren. Tapi ane gak mau jadi pengemis yang hanya meminta-minta saja. Ane sadar juga dengan apa yang menjadi prioritas keluarga. Banyak yang lebih penting dari sekedar gadget yang mahal itu. Mungkin ini masalah waktu saja. Kalau sudah berpenghasilan nanti mungkin bisa memasukkan pembelian gadget ke dalam budget keuangan ane. Tentunya setelah kebutuhan lain yang lebih penting terpenuhi terlebih dahulu. Gak ada gadget keren juga masih hidup kok bray. Mensyukuri apa yang telah dipunya akan menjadi nikmat yang luar biasa.

Ane sebetulnya gak fakir-fakir gadget amat sih. Satu-satunya gadget yang bisa ane banggakan adalah sebuah laptop. Dengan laptop ane bisa melakukan banyak hal. Ane bisa menyelesaikan tugas-tugas kuliah dengan mudah. Ane bisa ngegame sesuka hati. Dan yang terpenting ane bisa menyusun kata perkata untuk menghasilkan tulisan ini. Ya, Kalau tak ada laptop kesayangan ane mungkin tulisan ini tak bisa dibaca sekarang oleh pembaca yang budiman. 🙂

Advertisements

17 thoughts on “Fakir Gadget Tapi Bukan Pengemis Budget

  1. fasyaulia says:

    Gadget boleh minim, tapi yang terpenting jangan sampe ketinggalan info. Ada laptop gunakan internet nya sebaik mungkin, ada tv, ada buku, ada koran juga. Yah pokonya, ga gaul itu bukan ga punya gadget. Tapi yang gatau info yang gagaul =))

  2. ryan says:

    setuju soal keprihatinannya.
    banyak yang merasa ‘HARUS’ punya gadget jadi mulai deh cari semua cara. padahal untuk sehari-hari aja dah pas-pasan, menurutku sih gak usah paksakan.
    Saya dah coba semua. mulai dari nokia sampai apple. so far masing-masing ada plus minus masing-masing kok. dan lagi kepikiran untuk merubahnya jadi satu gadget yang bener-bener saya butuhkan – bukan karena ikut2an tapi lebih karena kebutuhan saya.

Komentar mereka

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s