An Asar In Pekalongan

Waktu yang berjalan dari hari ke hari semakin mendekatkan ane pada suatu hari di bulan mendatang. Gak perlu menghitung mundur karena ini bukan pergantian tahun. Gak perlu menuliskannya di reminder, ini bukan hari ulang tahun.  Menjemputnyapun tak perlu, karena pasti akan datang dengan sendirinya. Sabar saja…hari minggu itu pasti akan datang juga. Hari minggu pertama di bulan Maret.

Emang ada apa sih di hari minggu itu bray?kok kayaknya ditunggu banget…

Hari minggu memang layak buat ditunggu. Apalagi buat kamu, kamu, dan kamu yang pengen naik delman istimewa dan duduk di muka, bagi kamu yang pengen ikut ayah pergi ke kota. Mereka yang penat dengan hari-hari kerja tentunya nungguin hari ini. Hari dimana mereka melepaskan lelah setelah beberapa hari bekerja. Sekedar merefresh otak dan mengendurkan syaraf pernapasan dan pencernanan. hah?

Tak hanya manusia, pakaian yang anda kenakan juga menanti datangnya hari itu. Siapa yang betah dengan kotoran?menumpuk-numpuk di tempat cucian dalam keadaan ternoda oleh kotoran-kotoran di atas tubuh mereka. Di hari itu mereka akan mendapatkan service yang memuaskan. Mereka dibersihkan sedemikian rupa sehingga menjadi cemerlang seperti sediakala. Berjemur di bawah terik matahari juga merupakan kenikmatan tiada tara bagi mereka.

Minggu, 3 Maret 2013 adalah hari yang ane tunggu sejak sebulan yang lalu. Oh yeah…Sheila on 7 mau manggung. Ane wajib nonton ini. Kebetulan di kota sebelah manggungnya, jadi lumayan dekat. Ane juga masih dalam iklim liburan pasca wisuda (baca:nganggur)

Jadi ceritanya ane kemarin lusa bergerilya nyari tiket buat nonton. Mumpung masih presale jadi agak murahan. Sebenernya udah dari awal bulan dibuka penjualan tiketnya. Tapi ane pikir entar-entaran aja ah belinya. Biasa… jiwa deadlinernya keluar. Kalo gak kebagian baru tau rasa. Penyesalan selalu datang di akhir.

Kemaren lusa ane hubungin CP tiketnya bray. Ane nanya masih ada gak tiketnya?dianya gak jawab ada atau tidak. Dia malah nyuruh datang aja ke ticket boxnya di SMA N 2 Pekalongan jam 2an. Ya sudah, tanpa pikir panjang ane putuskan untuk berangkat siang itu juga. Tapi masalahnya ane gak tau tempatnya. Pakde google pun jadi andalan. Malu googling tanda tak dalam. Ane cari tuh di google maps, ketemu. Itu buat patokan aja sih, soalnya google maps seringkali gak sesuai sama kenyataan dan anda harus menerimanya meski pahit.

Panduannya sudah ada sekarang tinggal kendaraannya yang gak ada. Wah harus nunggu kakak guru pulang dulu nih, motornya lagi dipake ngajar. Ane menunggu dengan cakepnya di rumah. Sebelumnya ane belum ngasih tau mau nyari tiket hari itu juga ke dia. Jadi ini semacam perjudian, kalo kakak pulang siang berarti ane beruntung, kalo pulang sore ya berarti coba lagi di lain hari.

Tidak berselang lama terdengar suara ences-ences di halaman depan rumah. Keberuntungan menaungi ane, kakak guru sudah pulang. Ane pinjam motornya dan saatnya berkelana ke kota sebelah mencari secarik kertas penuh makna. Berdasarkan apa yang dituturkan mas CP, penjualan tiket cuma buka sampai jam 3 sore sedangkan saat itu sudah jam setengah 2. Tak ada pilihan lain, ane kudu ngebut nih. Gas pollll….

Dengan motor matic yang ences-ences ane telusuri jalan-jalan penuh ranjau yang sungguh membuat jantung berdegup kencang. Udah kayak gigi aja itu jalan, berlubang-lubang. Bergelombang gak rata. Hantu aja mukanya rata yak, lah ini jalan gak rata gini. Mungkin karena air hujan kali ya. Air hujan sekarang kan ampuh banget buat ngerusak jalan aspal. Batu aja lama-lama akan berlubang kalo kena tetesan air terus menerus. Jadi biar gak jadi kepala batu rajin-rajinlah menetesi kepala anda dengan air. hehe. Ini mungkin gunanya ujian praktek waktu bikin SIM C dulu. Berkelak-kelok melewati halang rintang yang dibikin pak polisi. Rintangannya macem-macem, ada yang zig-zag, letter S, angka 8, standing, ngedrift, salto, handstand, sampai koprol sambil bilang wow.

Jalur pantura adalah jalur tercepat yang bisa ditempuh untuk mencapai tempat tersebut. Ane tancap gas dengan kecepatan penuh perasaan. Anda tau kan jalan pantura?jalan yang populer banget saat menjelang lebaran tiba. Sering dipake sebagai lokasi syuting para reporter berita lalulintas bray. Ane laporkan langsung dari lokasi, jalanan waktu itu ramai lancar, sehat, bahagia, dan sejahtera serta adil dan makmur.

Jalanan waktu itu didominasi truk-truk besar yang saling bergandengan satu sama lain. Begitu romantisnya mereka, layaknya sepasang insan manusia yang dimabuk cinta.hehe. Truknya bener-bener gede bray. Bannya aja segede gajah gitu. Tapi itu tidak lantas menggoyahkan nyali ane buat ngebalap mereka. Ane genggam gas motor dan memutarnya ke belakang sampai mentok gak bisa diputer lagi. Sesekali ane mainkan jemari ane untuk mengerem. Maklum jalannya gak semulus wajah bintang iklan sabun yang ada di tipi-tipi. Bayangin aja, semua kendaraan bersama orang yang ada di atasnya yang ada saat itu serentak melakukan Harlem Shake. Ini menggambarkan betapa jalan itu penuh dengan gelombang-gelombang yang mengharukan.

Ane meliuk-liuk ke kanan dan ke kiri layaknya lagi balapan di moto GP. Tapi ini lawannya truk-truk gede bray. Kalo ke senggol dikit jatuhlah ane ke jalan aspal. Angin yang bertiup dari arah pantai utara jawa begitu kencang kala itu. Untung ane agak gemukan sekarang, jadi gak khawatir terbang tertiup angin. Kepulan asap hitam dari truk-truk itu begitu mencemari udara yang bercampur dengan debu-debu yang melayang-layang tak beraturan. Itu membuat jaket warna krem ane agak berubah jadi kecoklat-coklatan. Tak apalah coklat kan manis yak. hehe

Setelah menari-nari di sepanjang jalan sampailah ane di kota pekalongan. Ane inget-inget lagi apa yang telah diamanatkan pakde google sebelum berangkat tadi. Jalan-jalan yang sambung menyambung menjadi satu ane telusuri. Kali ini ane sedikit mengurangi angka di speedometer motor ane. Akhirnya sampailah ane di Jalan Kusuma Bangsa.

Menurut pakde google di jalan itulah letak sekolahan yang ane cari. Tapi kok nggak nongol-nongol ya itu tulisan SMA N 2 Pekalongan. Ane perlambat lagi laju motor ane sambil menepi. Ane tengok kanan dan kiri jalan yang ane lalui. Ane amati dengan begitu teliti kaya lagi ujian matematika bray.  Namun tiba-tiba saja ada mobil warna putih yang nongol di depan ane. Dengan gerak reflek ane genggam erat-erat kedua rem yang ada di tangan kanan dan kiri di tambah dengan sedikit menggesekkan kedua kaki ane di aspal. ciiiiiit….ssrrrreeeet….ane hampir saja nabrak itu mobil, untungnya nggak diijinkan nabrak sama Allah, Alhamdulillah. Jantung mau copot waktu itu. Tapi show must go on…

14.20 WIB. Akhirnya sampai juga ane di depan SMA N 2 Pekalongan. Waktu tinggal dikit, ane segera masuk ke dalam. Eh, tapi kok nggak ada yang kelihatan lagi jualan tiket ya. Yang nampak dari luar gerbang waktu itu adalah tukang-tukang yang lagi membangun sesuatu di sekolah itu. Tanya satpam ah…ane parkikan motor di depan pos satpam.

Begitu sampai di depan pintu pos satpam ane kaget bukan kepalang bray. Ternyata yang ada di dalam bukan lah orang dengan seragam satpam yang ane kira. Siapa dia?Muncul di depan ane seorang perempuan berjilbab sedang duduk sendirian. Ia pake seragam putih abu-abu. Wah bening bray. Ane sempat terpaku sejenak sebelum kembali tersadar.

Dek, mw tanya…

Iya, mas…

Kalo mau beli tiket SO7 dimana ya? (berharap dia jawab “ada di sini mas”. hehe)

lho setauku udah habis kemaren mas.

hah?tadi saya tanya CPnya masih ada kok

Kata temenku sih gitu mas, coba mas ke joglo/lobi di sebelah sana aja deh

Oke deh, makasih ya (sambil lempar senyum dan dibalas lengkungan indah dari bibirnya yang merah merona yang sepertinya habis ngemut lolipop)

Ane pindahkan motor ane ke depan lobi. Ane belum juga melihat adanya tanda-tanda orang jualan tiket. Apa benar ya kata si adek manis tadi?Yang nampak di situ hanya 3 orang anak perempuan yang sedang bercengkerama di depan laptopnya. Ane tunggu beberapa saat, belum juga ada perubahan. Akhirnya ane telpon CPnya, ia bilang ane suruh masuk aja ke ruang OSIS. Ane tanya sama salah satu dari 3 orang tadi dimana letak ruang OSIS. Akhirnya ane temukan. Tanpa basa basi ane langsung keluarkan beberapa lembar uang di dompet ane dan memberikannya kepada si penjual tiket itu. Akhirnya ane dapet juga kwitansi yang nantinya bakal ditukerin sama tiket masuk. yeeeeey…:D

Habis itu ane tak langsung pulang. Sambil nunggu kumandang adzan asar, ane survei lokasi yang bakalan jadi tempat manggung ntar. Ane cari-cari tempat yang dimaksud dengan begitu tekun. Setelah beberapa menit ketemulah GOR Jetayu. Disitulah tempatnya nanti. Sambil menghafalkan jalan ternyata terdengar sayup-sayup kumandang adzan, waktu asar telah tiba.

Ane langsung menuju ke Masjid Agung Al Jami Pekalongan. Ane Duduk sejenak sambil mendengar alunan merdu adzan yang dikumandangkan oleh muadzin. Tempat wudlu sejenak telah dipenuhi oleh para jamaah, antri deh. Setelah ambil air wudlu masuklah ane ke masjid yang cukup luas itu. Di dalam ternyata sudah banyak yang melaksanakan salat sunnat rawatib qabliyah. Ane juga ikut melaksanakannya. Setelah iqamah dikumandangkan dilaksanakanlah salat asar berjamaah. Selesai salat ane langsung bergegas pulang karena sepertinya langit sudah gelap oleh mendung. Ane pulang tentunya dengan membawa secarik kertas yang telah ane incar sebulan yang lalu itu.

Tak sabar rasanya menunggu datangya hari itu. Ya, Minggu, 3 Maret 2013 😀

Advertisements

11 thoughts on “An Asar In Pekalongan

Komentar mereka

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s