Jetayu Bergelora

Menjelang maghrib hari minggu kemaren ane touchdown dengan penuh tanggung jawab di tempat yang tercetak dengan jelas di tiket yang telah ane perjuangkan selama beberapa minggu yang lalu. Berliter-liter gelontoran premium yang keluar dari selang pompa bensin SPBU telah silih berganti mengisi tangki motor ane untuk dibakar dalam mesin menghasilkan asap yang berkombinasi dengan energi kinetik guna mengantar ane ke tempat itu. Disambut dengan gugurnya bebaris gerimis dari gelapnya langit, tibalah ane di GOR Jetayu, Pekalongan, 3 Maret 2013.

Tempat parkir saat itu belum terlalu penuh dengan barisan motor. Saat memasuki area parkir ane disambut dengan teriakan-teriakan penuh perhatian dari para tukang parkir. Bunyi peluit yang disemprit mereka saat itu seakan-akan mengalahkan bunyi mesin uap milik abang tukang jualan putu yang mangkal di pengkolan deket warung nyonya menir sana. Mereka ibarat polantas yang lagi ngatur lalulintas dengan gerakan tangan penuh makna. Ah, nggak deng, mereka lebih mirip wasit endonesah yang memimpin pertandingan sepakbola. Coba cek kantongnya, kalo ada kartu kuning dan kartu merah gak salah lagi dialah pelakunya.

Di depan ane saat itu ada dua orang tukang parkir. “Yak terus masuk, kanan mas kanan”. Yang satunya malah bilang,” kiri aja mas kiri”, sambil menunjuk ke area kosong tempat parkir. Lah ini orang maunya apa?Wah ane dilema dong. Ini adalah keputusan berat dalam kehidupan ane. Setelah ane bandingkan muka keduanya ane rasa orang yang menyuruh ke kanan lebih pantas dan meyakinkan untuk jadi tukang parkir. Dengan keyakinan yang mantap ane belok arah ke kanan dan parkir ditempat yang telah tersedia. Seperti hidup, parkir adalah pilihan. Pilihlah tempat parkir yang meyakinkan.

Saat itu belum terlalu banyak yang dateng. Yang nampak saat itu cuma kesibukan para panitia yang mondar-mandir mempersiapkan acara nanti. Ane tak lantas masuk ke gedung dong. Adzan sudah berkumandang, ane putuskan buat pergi ke masjid di deket GOR itu. Solat maghrib dulu bray.

Rintik-rintik hujan tak kunjung reda setelah maghriban usai. Kala itu mulai nampak geliat para penonton yang perlahan mulai memenuhi parkiran dengan motor mereka. Ane masuk ke area GOR itu namun gak langsung masuk ke dalam gedungnya. Nongkrong bentar ah, liat-liat para kimcil bertebaran. hohoho. Ane ngobrol-ngobrol dengan para sheilagank yang datang dari berbagai daerah. “Aslinya mana mas?” wah ketinggalan di tukang fotocopy mas. Ntar deh ane ambil dulu. what???dikira ijasah kaleee ah… 😀 Mereka berasal dari Cirebon, Purbalingga, Semarang, Purwokerto dan tentunya tuan rumah Pekalongan. Mereka rela datang jauh-jauh hanya untuk nonton Sheila On 7 manggung. Ya, malam itu Sheila On 7 didaulat sebagai guest star tunggal di acara dies natalies SMA N 2 Pekalongan, begitu kata panitia.

Setelah ngobrol ngalor ngidul ngetan ngulon, kami beranjak dari tempat nongkrong tadi untuk kemudian menuju ke dalam gedung. Antrean mengular Phyton tak bisa dielakkan dengan dihiasi dengan rintik hujan yang malu-malu turun dari langit. Akses masuk sudah ada ditangan. Setelah dilubangi tiketnya, leher ane distempel bray berasa punya tato di leher ini ane. Ane masuk dengan semangat yang sudah mengumpul diubun-ubun. hah?

tiket

Card Ticket yang udah dibolongin nih…

Gedung udah dipenuhi penonton yang sebagian besar adalah anak-anak SMA. Tribun di belakang ane lihat sudah penuh mau gak mau harus berdiri ini. Ane langsung melancarkan strategi gimana caranya agar bisa dapet tempat persis di depan panggung. Tubuh tanggung yang ane miliki memudahkan ane untuk menjalankan strategi itu. Ane memanfaatkan celah sekecil apapun di antara penonton-penonton untuk bisa sampai di depan. Rasa malu dan risih saat itu harus dibuang jauh-jauh kalo pengen nonton dengan jelas di depan panggung. Ah, biarinlah…mereka gak kenal ane ini. hahaha. Ane saat itu ibarat bintang iklan produk pelangsing tubuh yang sering nongol di tipi bray, celah setipis rambutpun ane manfaatkan dengan efektif. Lhas…Lhes… 🙂

Ane agak gak percaya ternyata udah sampai di depan panggung aja waktu itu. Pagar pembatas sudah ane pegang erat agar kedudukan ane tetap kokoh tak tertandingi. hah?semen kali ah…Di atas panggung sana ada dua MC yang berkicau mengisi acara biar gak sepi-sepi amat. Berbagai ide sudah mereka keluarkan mulai dari membuat games, mengajak penonton naik panggung, berpura-pura ada kesalahan teknis dan turun panggung padahal udah capek ngomong sendiri di atas panggung dan sebagainya. Ini semua dilakukan untuk menunggu datangya guest star yang tak kunjung datang. Kasian sendiri ane ngliatnya bray,  apalagi penonton sudah gak sabar banget dan tak jarang nyorakin mereka. Teriakan “huuuu” serentak terdengar ketika mereka mengabarkan bahwa Sheila On 7 masih otw.

Sudah hampir sejam ane berdiri istiqomah tak beranjak dari singgasana ane di depan panggung. Wah gedung waktu itu ibarat sauna, panas bener bray. Maklum gedungya tak ber-AC, Cuma dikasih kipas angin sebesar milik ane di kosan dulu. Keringat sudah berlinang di tubuh ane yang sekejap membasahi kaos Sheila On 7 yang baru ane beli kemaren. air…air…air…mana air…mana. Katanya sumber air sudekat…mana…mana??? wahai panitia dengarlah jeritan hati kami, tak mengertikah engkau?

21.06 WIB. Tiba-tiba dari arah kiri panggung terdengar suara MC yang mengabarkan bahwa Sheila On 7 sudah bersiap di belakang panggung. Penonton sudah tak sabar lagi menunggu mereka tampil. Gila aja udah sejam bray mencium aroma keringat yang baunya sungguh menyengat. Udah gak tahan ane dengan bau-bau itu, kayak obat bius aja. Tak lama berselang naik sekelompok orang ke atas panggung. Ya mereka Eross, Brian, Duta, dan Adam di tambah Heri (additional player). Jeritan-jeritan histeris dari para penonton cewek begitu melengking ke angkasa. Luar biasa dahsyatnya…ane sampe merinding dengernya. Kamera digital, DSLR, sampe hape sudah ada digenggaman tangan mereka masing-masing. terdengar sebuah kalimat dari arah penonton cewek “ihhh manis banget sih…” wah makasih ya ane jadi gak enak nih (batin ane menjawab). “mas duta…..”wah kirain ane gan padahal duta. hihihi

Tanpa basa basi mas Eross mulai memainkan gitarnya. jreng…..diikuti dengan gebukan drum mas brian dan betotan bas mas adam diiringi dengan suara keyboard mas heri. Mas Duta menyambut alunan harmoni yang mereka mainkan dengan suaranya yang begitu khas. Lagu pertama adalah “Kita”. Seisi GOR bergoyang dan berjingkrak-jingkrak tak terkecuali ane. Tak peduli kaki siapa yang ane injek-injek itu.

sheila

SO7 on stage

Sesekali ane mengatur nafas setiap jeda lagu sebelum kembali meloncat-loncat terbawa suasana. Ane gak mau kalah sama samping ane dong bray. Agresif bener samping ane itu, badannya gak tinggi-tinggi amat tapi loncatannya dahsyat. Semangat banget dia. Ane rasa ia layak jadi atlet lompat tinggi deh. Keringat bener-bener sudah membasahi sekujur tubuh ane waktu itu. Sama halnya di atas panggung sana, Butiran-butiran keringat di tangan mas Duta terlihat dengan jelas. Wah maksimal banget penampilannya. Mereka tak ingin membuat kecewa para penonton yang sudah menunggu lama untuk melihat penampilan mereka di atas panggung.

Lagu demi lagu telah mereka mainkan dengan sangat memukau. Berturut-turut mereka telah membawakan lagu Sahabat sejati, Pemuja Rahasia, Anugerah Terindah yang Pernah Ku Miliki, Itu Aku, Yang Terlewatkan, Betapa, Hujan Turun, Hari Bersamanya. Saat mau menyanyikan lagu ke-10 mereka berhenti sejenak di atas panggung. Mas Duta bilang ke penonton, “Lagu yang berikut ini adalah lagu paling galau se indonesia. Kalo gak tau ntar pulang dari sini cari tuh di google liriknya. Kalian hafalin, kalian resapi. Yang tahu lagunya, saya mohon dengan segenap hati kalian semua untuk nyanyi bareng-bareng sama kita. Bait Pertama…..” aaaaaaak…. serentak penonton berteriak.

duta

Penampilan mas Duta maksimal bray

Penonton yang sedari tadi berjingkrak-jingkrak ria harus menahan lompatan-lompatan penuh semangatnya di lagu ini. Ane pejamkan kedua mata ane sambil menyanyi lirih mengikuti irama lagu. Wah bener-bener galau ini lagu. Penonton mengayunkan badan ke kanan dan ke kiri diikuti dengan gerakan tangan mereka. Ane begitu menikmatinya bray. Orang yang tadi di samping ane sekejap diam seribu bahasa entah karena menghayati atau gak tau lagunya, beda tipis itu.

Setelah menggalau di sepanjang lagu itu,adrenalin kembali terpacu lagi. Lagu berikutnya “Melompat Lebih Tinggi”. Distorsi gitar mas eross dan beat drum yang diberikan mas brian mengawali lagu ini. GOR Jetayu waktu itu jadi lautan api bray, api semangat yang benar-benar membara dan bergelora. Padahal udah bener-bener dehidrasi nih ane, tapi roh dari lagu itu seakan menghipnotis ane dan seluruh penonton yang tidak menolak untuk kembali melompat-lompat. Tinggi rendahnya lompatan saat itu merupakan tolok ukur semangat yang masih ada di dalam diri para penonton. Semakin tinggi lompatan membuktikan bahwa semangat yang ada masih membara. Itu berimplikasi pada rasa malu yang seakan-akan hilang entah kemana terbakar semangat yang begitu berkobar.

SO7

Ini diambil dari tribun

Setelah lagu itu ane bener-bener lemes bray. Kaos udah kayak diguyur air aja itu. Pengen ane buka sebenernya tapi entar pada histeris malah repot sendiri ane. kekekekek. Di atas panggung nampak mas Eross yang sekarang mengambil alih pertunjukkan mereka. Dia bilang “sekarang giliran saya yang ngambil alih. Tadi kan duta, adam, sama brian kan udah maen. Sekarang saya pengen denger kalian semua yang nyanyi. Gantian mereka yang dengerin. Biar mereka istirahat bentar, saya saja yang ngiringin. Setuju…siap…”

Mas Eross mulai menggenjreng gitarnya untuk masuk ke intro lagu. Jetayu kembali menjerit aaaak…Seisi gedung bernyanyi “Dan…pabila esok datang kembali seperti sediakala dimana ku bisa bercanda Dan……” Wah lagu yang fenomenal bray. Semua hafal liriknya, kecuali yang cuma mangap-mangap doang. Ini adalah paduan suara terbesar yang pernah ane denger langsung dan ane menjadi salah satu bagiannya. Wuih merinding disco darurat bray…Tepuk tangan dari personel Sheila On 7 tak terbantahkan lagi. Mereka kembali ke posisi masing-masing untuk menyelesaikan sisa lagu itu.

Lagu yang terakhir dibawakan malam itu adalah “Kisah Klasik untuk Masa Depan”. Sentuhan magis dari para personel telah berhasil membawa jiwa seluruh penonton ke awang-awang, setidaknya untuk satu jam. Singkat memang tapi penampilan mereka bisa memuaskan hati para penonton yang telah menunggu lama tadi. Sungguh malam yang luar biasa…

Setelah lagu selesai, seluruh personel menuju ke depan panggung dan mengucapkan terimakasih untuk semua penonton yang tela rela berdesak-desakan hanya untuk melihat penampilan mereka. Mas Duta berlari ke arah belakang panggung dan mengambil beberapa botol air mineral dan minuman. Ia kemudian melemparkannya ke segala arah menuju penonton. Tau aja dia apa yang dibutuhkan mereka-mereka itu. hehe. Mas Eross dan mas Adam membagi-bagikan pick gitar miliknya ke penonton. Wah ane harus dapet nih. Ayo dong lempar kemari mas! yah… tapi ane kurang beruntung saat itu.

Terakhir giliran mas Brian yang nglempar sesuatu miliknya. Drumset bray?menurut loh…ya gak lah. Gila aja drum segede gitu mau dilempar ke arah penonton. Yang ada malah ntar pada jontor itu penonton ketimpa drumset. Lagian mahal bray, sayang-sayang dong dia buat ngasihnya. Dia ngasih dua stik drumnya yang baru dipake tadi. Lagi-lagi ane berharap mendapatkannya. Satu stik di lempar ke arah penonton di sebelah kanan panggung, wah padahal ane di depan bagian tengah. Tinggal satu lagi nih, ayo dong lempar ke sini. Ia menuju ke arah ane dan melemparkannya. Ane loncat setinggi-tingginya dan apa yang terjadi sodara-sodara?Ane gagal menangkapnya karena terlalu tinggi, masuk deh ke gawang….maaf tim ane telah mengecewakan kalian. Gak papa deh yang penting kerinduan ane akan penampilan langsung Sheila On 7 sudah terbayar malam itu. Walaupun Cuma satu jam tapi itu cukup untuk mengguyur kemarau selama lima bulan sejak terakhir kali nonton live Sheila On 7.

brian

Mas Brian pas nglempar stik

Sekali lagi saya harus bilang ini adalah malam yang begitu luar biasa. Terima kasih Sheila On 7… 😀

Advertisements

16 thoughts on “Jetayu Bergelora

Komentar mereka

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s