[Bukan] Salah Tukang Cukur

Pernahkah anda potong rambut?hah, pertanyaan yang aneh. Ane harus jawab belum pernah gitu?trus yayasan MURI menobatkan ane sebagai manusia dengan rambut terlebat di Indonesia dan ane masuk acara “penjualan tiket hari H” di tipi itu? Apa kata tukang cukur ane!!!gimana perasaan tukang cukur yang pernah memotong rambut ane?Betapa galaunya hati mereka dikhianati seperti itu. Seperti inikah balasan atas jasa yang telah mereka berikan selama ini. Ane tanpa mereka butiran debu bray….

Mencukur rambut merupakan hal yang telah dilakukan berkali-kali selama manusia muncul ke dunia ini. Tak peduli tua atau muda, cukur rambut menjadi sesuatu yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Bisa dibilang jadi kebutuhan. Bahkan ketika kita masih bayi ayah dan ibu kita menggelar acara khusus untuk mencukur rambut kita. Itu adalah pertama kalinya kita merasakan cukur rambut. Mungkin kita menangis waktu itu tapi tangisan itu ane yakin bukanlah tangis ketidakrelaan kita kehilangan rambut. ya kaleee

Rambut diberikan oleh tuhan kepada manusia bukan hanya sebagai hiasan saja tetapi juga memberi manfaat lain. Rambut yang ada di kepala manusia berguna untuk melindunginya dari sengatan panas matahari yang begitu terik. Rambut menjaga tingkat kelembaban pada kulit kita. Merawatnya tentu hal yang begitu penting dong. Kebersihan dan kesehatan rambut harus senantiasa dijaga supaya fungsi utama dari rambut tetap optimal. Membersihkannya pake shampo dengan teratur dapat menjawab itu semua. Tapi apakah cuma dengan shampo-an?tentu tidak.

Dari hari ke hari rambut mengalami pertumbuhan sebagai reaksi penyaluran zat-zat yang ada dalam tubuh manusia. Kian hari kian memanjang dan memerlukan perawatan yang lebih intens. Kita boleh-boleh saja membiarkan rambut itu panjang begitu saja hingga bermeter-meter. Tapi apa tendensinya?ane pengen jadi model iklan shampo nih. Kan bisa muncul di tipi tiap hari, lumayan…bisa terkenal. Diantara anda mungkin ada yang bertekad untuk memecahkan rekor MURI untuk menjadi manusia dengan rambut terpanjang. Itu sah-sah saja sebenernya. Atau bahkan pengen maen film horor?jadi kuntilanak dengan rambut yang terurai gitu mungkin?itu terserah anda, tapi ane tidak merekomendasikan yang terakhir itu. hehe

Tidak mungkin rasanya kita hanya membiarkan rambut tumbuh panjang tak beraturan begitu saja. Udah muka berantakan rambutnya ikutan berantakan, lengkaplah sudah hidup yang berantakan ini. Kita tentu akan tergerak untuk merapikannya dong. Gila aja…siapa yang betah punya rambut berantakan. Walaupun rajin menyisirnya tapi pasti akan cepat berantakan juga nantinya. Kasihan sisir yang kita pake, kalo aja sisir bisa ngomong ia pasti akan mengadu ke komnas atas pengeksploitasian diri mereka. what?

Pangkas rambut adalah solusi yang tepat untuk mengatasi rambut berantakan tak beraturan. Dengan memangkasnya, rambut akan menjadi lebih rapi dan enak di pandang mata. Muka yang tadinya berantakanpun berangsur-angsur ikut membaik setelah rambut dicukur dengan rapi. Untuk melakukan itu semua, tentunya perlu orang yang ahli dalam cukur-mencukur rambut dong. Yak, dialah si tukang cukur atau bahasa kerennya hair stylist. Sebenarnya kita bisa melakukannya sendiri tapi ane tidak menjamin bahwa hasil cukuran rambut anda akan rapi. Sebaiknya jangan deh…

Kita dapat menemui tukang cukur di salon kecantikan(ce)/ketampanan(co) yang tersebar di segala penjuru mata angin. Jika anda tidak suka ke salon anda bisa menemuinya ditrotoar pinggir jalan, di emperan toko, atau di bawah pohon beringin dengan suasana alam yang begitu menyejukkan. Mereka telah hadir di tempat-tempet itu dengan pilihan rasa yang beragam. Jadi kita tak perlu khawatir akan kelangkaan tukang cukur di Indonesia karena mereka telah dapat kita temui di berbagai tempat.

Mencukur rambut adalah saat terkrusial yang harus dipertimbangkan masak-masak dalam kehidupan manusia, terutama untuk cowok. Sebelum mencukur pasti dipikiran kita ada dong model yang diinginkan. Sangat sulit untuk menentukannya mengingat model potongan rambut jaman sekarang udah banyak banget dan bagus-bagus. Kita harus milih betul-betul mana yang pas dan pantas sama muka kita. Kadang rambutnya udah keren tapi mukanya gak cocok dipasangkan dengan model rambut yang dimaksud.

Tukang cukur memiliki peran yang sangat penting dalam hal ini. Ia merupakan tempat semua harapan bermuara. Harapan yang begitu tinggi tentunya ada di dalam diri orang yang mau mencukur rambutnya. “Mas, modelnya kayak yang ada di foto itu ya”. Tentunya setelah cukur nanti ia berharap mirip kayak orang yang ada di foto itu dong. Modelnya sudah ada, tinggal dieksekusi.Beban berat berada di pundak tukang cukur saat akan membuat orang iru mirip dengan model di foto. Orang yang dicukur pun merasa khawatir, duh gimana ya ini? bisa gak yah si tukang cukur melakukan apa yang ane inginkan. Ia sampe memikirkan kemungkinan buruk yang akan terjadi saat tukang cukur gagal mengeksekusinya dengan baik.

Rasa puas muncul ketika apa yang kita kehendaki berhasil diwujudkan oleh si tukang cukur. Walaupun gak persis plek minimal udah mirip lah sama David Beckham. Kita tidak ragu-ragu mengeluarkan uang dari kantong untuk membayar jasa si tukang cukur. Mau langganan di sini ah kalo potong rambut. Tidak sia-sia ane cukur rambut di sini. Pulanglah dia dengan wajah yang berseri-seri.

Apakah yang akan terjadi ketika keinginan kita ternyata tidak kesampaian?
“mas, udah selesai nih”, si tukang cukur bilang. Anda kaget dong saat ngliat hasil potongan rambut jauh dari yang diharapkan. Udah gini doang mas, gak bisa lebih jelek lagi apa. Akhirnya penyesalan datang menghampiri. Seringkali harapan tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Kehendak kita tidak selalu sejalan dengan kehendak tukang cukur. Tapi mau gimana lagi?rambutnya udah dipotong masa mau di balikin lagi. Gak rela rasanya mengeluarkan uang untuk membayarnya. Gak lagi-lagi deh potong rambut disini. Kita terus menyalahkan si tukang cukur tadi. Kalo saja tadi gak cukur di situ pasti gak gini jadinya.

bean1

Ada rasa malu saat ketemu temen-temen gara-gara potongan rambutnya gak sesuai harapan. Padahal belum tentu temen kita bilang potongan rambut itu jelek. Kemudian pake topi deh buat menutupi rambut baru. Perlu keberanian yang besar untuk dapat membuka topi itu di depan banyak orang yang kita kenal. Namun seiring berjalannya waktu, potongan rambutnya semakin lama dirasa kok semakin bagus. Kita mulai bisa menerima model rambut hasil potongan si tukang cukur itu. Ane ganteng juga yak dicukur kayak gini. Kita yang semula berjanji tak akan cukur di tempat itu lagi ternyata berkeinginan untuk kembali cukur di tempat itu. Memang semua butuh waktu untuk bisa memahami itu semua.

Situasi yang sama terjadi saat kita cukur di tempat itu lagi. Menyalahkan si tukang cukur lagi dan beberapa hari kemudian mengakui bahwa hasil potongan tukang cukur itu bagus. Kondisi ini terus berulang secara berkala setiap cukur rambut. Lantas apakah itu memang salah tukang cukur?

Ane rasa tidak etis menyalahkan seorang tukang cukur yang sudah berusaha mewujudkan harapan kita untuk mendapatkan suatu model rambut. Mereka sudah berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi keinginan kita walaupun kenyataannya tidak sesuai. Mungkin yang harus sedikit diubah adalah pola pikir kita untuk bisa menerima dengan ikhlas apa yang telah dilakukan orang lain untuk kita. Menghargai sesuatu yang dikerjakan orang lain memang sangat sulit namun itu sangat penting untuk membuat kita menjadi insan yang lebih baik di tengah-tengah kemajemukan masyarakat sekarang ini.

Semoga kita termasuk dalam orang-orang yang selalu menghargai sesuatu yang dikerjakan oleh tukang cukur dan orang-orang lain yang memberi manfaat kepada orang-orang sekitarnya, tentunya dalam suatu koridor yang bernama kebaikan.

Sesungguhnya dibalik kesuksesan dan ketenaran seseorang ada sosok tukang cukur hebat di belakangnya

Advertisements

18 thoughts on “[Bukan] Salah Tukang Cukur

  1. ceritasofi says:

    Waktu kuliah dulu temen sy yg namanya wanda males ke tukang cukur, dan akhirnya dese rela jd korban eksperimen sy ..hasilnya…rambutnya jadi ngebob…hihihi….

  2. Yudhi Hendro says:

    rencana mau pangkas rambut juga, rasanya udah sumuk. waktu tadi sore jam 17.30, tukang cukur langganan yg murah meriah masih banyak juga pelanggannya. banyak yg masih antri 🙂

  3. ronal says:

    kalo ke tukang cukur harus pilih2 soalnya kadang ada yg tukang cukur dah dipotong baru nanya…motong cepet manjangin lama.kalo salah potong bisa bete dan wassalam deh hehe

  4. Ary Depsa says:

    Hallo Masberoo…

    Kayaknya ane tahu alur cerita tukang cukur. Tapi dulu banget dari sebuah Film pendek..Nah, ane nyasar ke postingan ini gara-gara lagi nyari film itu..Apa mas bero tau link nya? atau pernah nonton film itu?? 😀

    Kalau gak salah tuh yang main 3 orang.. mas Kus sebagai tukang cukur, mahasiswa 1 orang, trus ada orang rambut gimbal gitu. Ane lihat dah lama banget dari tahun 2009 kalau ga salah. Mohon infonya yaa… kerenn inihh..

Komentar mereka

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s