Sekilas Kepo tentang Bawang

Akhir-akhir ini bawang lagi hangat-hangatnya diperbincangkan di berbagai penjuru nusantara. Sajian berita baik di media cetak, elektronik, maupun online mengangkat tema tentang bawang. Topik hidayat yang sebelumnya dibahas sekarang digantikan dengan simon santoso yang lebih fresh. Berita tentang bawang sudah nampang di headline media massa di Indonesia beberapa waktu terakhir.

Koran-koran yang tadinya hanya jadi bungkus bawang, kini ikut mengupasnya secara tuntas. Tipi-tipi berlomba untuk menyajikan berita tentang bawang. Media berita online setiap menit mengupdate segala sesuatu yang berhubungan dengan bawang. Tak pelak bawang kini mendadak terkenal mengalahkan popularitas boyband yang semakin hari semakin memprihatinkan. Ketenaran bawang ini bukan karena performanya di atas panggung yang mengundang jeritan histeris para penonton. Bukan pula karena aksinya yang kontroversial sehingga mengakibatkan pencekalan oleh berbagai ormas dan LSM. Bawang menjadi terkenal karena harganya yang meroket ke luar angkasa menuju bulan. Harganya yang sangat tinggi membuatnya menjadi sorotan utama di tanah air yang becek ini.

Bawang merah dan bawang putih yang dahulu menjadi cerita rakyat yang sangat termashur, sekarang menjadi cerita nyata yang diperankan oleh rakyat di negeri ini. Tak ada sosok ibu tiri, tak ada pula sebuah labu berisikan perhiasan. Yang ada adalah keresahan dan kerisauan seluruh penduduk akan harga bawang merah dan bawang putih yang begitu menyayat hati.

Harga bawang merah sudah berada dalam kisaran Rp50.000,- per kilogram meter kubik per skala richter. Sedangkan saudara tirinya bawang putih sudah menembus harga Rp70.000,-. Duh, mahal banget yak?kalo buat beli kerupuk udah dapet banyak banget itu, gak habis-habis dimakan. Sebenarnya apa yang telah terjadi? ini bukan mimpi kan?ya gitu deh kondisinya. ih sok jual mahal banget sih, kayak cantik aja mereka. Ini bukan sok jual mahal yah tapi memang bener-bener mahal. Mengeluarkan lembaran kertas biru bergambar I Gusti Ngurah Rai untuk satu kilo bawang itu rasanya kaya renang di samudra, dikepung bajak laut bersirip ikan, terus ketemu sama jack sparoow. hah?

Sekarang ini bawang adalah komoditas langka yang harus dijaga kelestariannya dan dilindungi. Lah kayak satwa aja yak dilindungi? Langkanya stok bawang di pasaran merupakan salah satu penyebab mahalnya harga bawang saat ini. Sedikit sekali pasokan bawang di pasaran bray. Tapi katanya Indonesia itu negara agraris bray? tanahnya aja tanah surga, katanya. Bayangin aja, tongkat kayu dan batu saja bisa jadi tanaman. Tapi kenapa bisa kekurangan stok bawang?

Memang banyak sekali penduduk indonesia yang bekerja sebagai petani. Mereka memanfaatkan suburnya tanah di Indonesia dengan menanam berbagai macam tanaman. Beras, jagung, cabai, kopi, dan berbagai macam komoditas adalah masterpiece para petani. Namun mereka menanam bukan hobi untuk mengisi waktu luang. Mereka menanam ingin mendapat keuntungan dari hasil panen mereka. Ini untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Saat petani merasa bahwa tanaman yang mereka tanam tidak cukup menghasilkan maka ia akan beralih menanam tanaman lain yang lebih menjanjikan. Inilah yang terjadi pada petani bawang di Indonesia. Tingginya resiko saat menanam bawang membuat mereka beralih ke komoditas lain seperti padi. Resiko gagal panen sangat tinggi saat memutuskan untuk menanam bawang. Harga bibitnya yang mahal dan perawatannya yang memang sangat sulit merupakan penyebabnya. Bawang hanya cocok ditanam di cuaca tertentu saja. Bawang tak cocok jika di tanam di musim penghujan saat ini. Sebenarnya bisa saja ditanam di musim hujan, dengan catatan lahan yang digunakan untuk menanam memiliki pembuangan yang baik untuk menjaga kadar air. Belum lagi ancaman dari serangan hama yang kapan saja bisa datang. Ini membuat petani kita memilih untuk tidak menanam bawang saat ini. Nah, kondisi ini membuat pasokan bawang dari dalam negeri sangat kurang.

Dari tahun ke tahun pasokan bawang dalam negeri memang tak bisa mencukupi kebutuhan bawang keseluruhan. Bayangkan pasokan bawang putih dari petani kita cuma dapat memenuhi 5% dari keseluruhan kebutuhan bawang. Cuma 5 %?yang 95 % kemana bang?kena diskon ya. Gede amat diskonnya :D. Kalau kayak gini gak bisa hanya bertumpu pada petani bawang lokal dong untuk bisa memenuhi kebutuhan bawang dalam suatu tahun. Mau tak mau harus impor dari negara lain. Ironis, saat suatu negara agraris dengan tanah yang begitu subur meminta kiriman komoditas pertanian dari negara lain. Ya memang gitu kenyataannya. Tapi mengapa stok bawang masih aja kurang sekarang ya?Kan sudah impor tuh…

Barang-barang impor tentu harus memiliki ijin terlebih dahulu sebelum masuk ke suatu negara. Banyak pemeriksaan yang perlu dilakukan untuk memastikan bahwa prosedur telah dilakukan dengan benar. Proses yang berbelit-belit ini menyebabkan barang tertimbun di suatu tempat penampungan, di pelabuhan misalnya. Kalo pembaca sempet kepo berita, beberapa hari lalu ditemukan berton-ton bawang putih yang diimpor dari china di beberapa pelabuhan dan telah berada di situ selama beberapa bulan. Stok di pasaran sangat sedikit tapi kok si bawang masih aja betah di dalam peti kemas di pelabuhan. Padahal para fans setia mereka sudah menunggu performanya di pasar-pasar terdekat.

Mungkin tak salah untuk mengatakan bahwa pemerintah kurang sigap dalam melakukan tindakan, saat alasannya adalah ada berkas perijinan yang belum lengkap. Terlalu lama waktu yang dibuang hanya untuk masalah perijinan barang impor. Keburu penjajah deket bray! Namun kalo pemerintah mengaku bahwa sudah mempermudah ijin impor kekhawatiran ane semakin menjadi. Ane khawatir ini semua permainan oknum tertentu yang sengaja manahan pasokan bawang di suatu tempat. Mereka menunggu sampai harganya tinggi kemudian baru melepasnya ke pasaran. Waduh kalau kayak gini bisa gaswat gan… Kalau memang ini perbuatan oknum tertentu, pemerintah harus cepat tanggap menangani masalah ini. Ini menyangkut kehidupan seluruh rakyat lho pak…bu…

Impor yang terlalu banyak terhadap suatu komoditas memang tidak terlalu baik buat perekonomian dalam negeri. Neraca perdagangan bakalan terganggu kalo kebanyakan impor. Ini juga akan membuat lesunya kegiatan perekonomian dalam negeri. Persaingan dengan produk impor membuat para petani seakan terlunta-lunta. Bukan hanya karena harganya tapi juga kualitasnya. Bawang impor ukurannya lebih besar dari bawang lokal. Porsi impor yang tepat harus diputuskan pemerintah dengan mempertimbangkan kesejahteraan petani dalam negeri.

Tragedi bawang merah dan bawang putih ini sudah merambah ke seluruh penjuru nusantara. Banyak yang dirugikan dengan mahalnya harga bawang saat ini. Para ibu rumah tangga harus pinter-pinter ngatur uang untuk belanja kebutuhan sehari-hari sebagai imbas naiknya harga bawang. Mereka harus mengalokasikan dana yang lebih banyak untuk membeli bawang. Nah itu kalo bawangnya ada. Stoknya aja udah menipis seiring dengan menipisnya dompet mereka. Apa mereka harus pergi ke pelabuhan buat beli bawang gitu?tindakan yang cepat harus dilakukan oleh pemerintah dan seluruh jajarannya kalau tak ingin pelabuhan beralih fungsi menjadi tempat jual beli bawang, peti kemas menjadi kios-kios tempat menjual bawang. Kalau dulu ibu rumah tangga menangis saat mengiris bawang, kini mereka sudah nangis duluan saat nyari bawang.

Industri rumahan yang memakai bawang sebagai bahan bakunya juga harus menanggung akibat dari efek naiknya harga bawang ini. Biaya produksi akan semakin meningkat. Mau tidak mau mereka harus menaikkan harga barang yang telah diproduksi untuk dapat menutup biaya produksi yang tinggi. Tingginya produk yang mereka jual akan menyebabkan berkurangnya daya beli masyarakat terhadap produk mereka. Apakah industri rumahan harus gulung tikar akibat harga bawang?ujung-ujungnya rakyat juga yang harus menanggung pahit getirnya lika-liku kehidupan di dunia fana ini.

Apakah ini semua sengaja dibuat untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa?
jangan sampe deh ya. Walaupun harga bawang tinggi persatuan dan kesatuan tetap kita junjung lebih tinggi. Tidak etis menyalahkan orang sebelum tahu apa yang sebenarnya terjadi. Belum tentu tindakan kita lebih benar dari orang lain. Mari kita dukung upaya pemerintah untuk mengatasi masalah ini dengan sebaik-baiknya. Semoga masalah ini tidak semakin menjadi-jadi di bumi pertiwi kita tercinta Indonesia. Kalau memang ini semua adalah permainan oknum yang tidak bertanggung jawab, tindakan tegas dari pemerintah layak ane rasa layak diberikan kepada mereka. Ini demi kesejahteraan rakyat Indonesia dari sabang sampai merauke, dari pulau Miangas sampai pulau Rote. 🙂

Advertisements

19 thoughts on “Sekilas Kepo tentang Bawang

  1. Mita Alakadarnya says:

    ini menurut cerita ibu saya, dari hasil gosip pas belanja, di pelabuhan tanjung perak ada 4 tronton yang berisi bawang, dan gak bisa keluar dari pelabuhan karena surat ijin gak lengkap, tapi surat ijin itu cuma sebagai alasan aja, karena menurut sumber yang gak tau dari mana asalnya itu bawang sengaja tidak di keluarkan menunggu harga bawang naik dulu, ya seperti sebuah permainan

Komentar mereka

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s