Tatkala Gejolak dalam Perut Bergelayut

Mereka para kawula muda dan kawula yang pernah muda pasti pernah kenal sama yang namanya gejolak. Entah itu terjadi dengan sengaja atau dibikin gak sengaja, sadar atau pura-pura, sembunyi2 atau terang-terangan,  secara langsung atau delay peristiwa itu pernah terjadi dan dialami mereka walau hanya setetes. Gejolak perasaan yang ada dalam diri jiwa-jiwa muda biasanya sebuah keniscayaan dari rasa suka pada seseorang. Ada cinta dalam dada. 🙂Saat benih-benih cinta mulai tumbuh, gejolak perasaan mulai merajai seluruh isi dalam dada. Hati seakan berdebar tak menentu saat melihat dia di depan mata. Walau sebenarnya yang berdebar adalah jantung, mereka tak mempedulikannya. Pengalihfungsian hati menjadi jantung ini seakan melunturkan ilmu pengetahuan alam yang sebelumnya mereka timba bertahun-tahun di sekolah.

Hati terletak di rongga perut sebelah kanan di bawah diafragma
-Buku Biologi Halaman 69-

Ah, itu cuma teori. Terkadang teori kan beda sama praktek bray. Menurut teori tertulis A, tapi prakteknya bisa B sampai Z. Itu tergantung tingkat improvisasi masing-masing penyanyi. Kan kata juri, kita harus bisa lepas dan beda sama penyanyi aslinya.

Hati itu ya letaknya di sini bray, di dalam dada.
-Hah?Terserah deh. Yang jelas guru biologimu akan kecewa saat beliau mengetahui ini semua. Padahal beliau kan guru terbaik selama ini. Tak mengertikah dikau?
Sori nih bray, bukan maksud ane gak menghargai beliau, tapi guru terbaik ane adalah pengalaman. Tak ada yang mampu menampikkannya.
– Oke fine, mulai detik ini kita udahan. Jangan coba hubungin aku lagi TITIK…

Gejolak dalam dada semakin menjadi saat itu semua terjadi. Ini membuat hati berantakan tak karuan dan tak beraturan. Sekejap perasaan bercampur aduk di dalam adonan yang dibolak-balik kesana kemari, terombang-ambing tak tentu arah dan tujuan. Padahal harga bawang putih berangsur-angsur membaik tapi gejolak dalam dada tak kunjung reda. Jika gejolak ini reda pun gak akan membuat hujan reda.

Abaikan sejenak gejolak dalam dada yang anda rasakan, gak akan ada habisnya kalo dilanjutkan pembahasannya. Mari berpindah sedikit, turun ke bawah menuju ke suatu lahan kosong yang terhampar luas. Bagaimana jika gejolak itu mulai menyerang area perut?Gejolak itu biasanya terjadi dalam ruang kosong yang ditinggalkan makanan dan minuman. Seiring dengan lenyapnya makanan dan minuman setelah disalurkan ke berbagai penjuru dalam tubuh manusia, sebuah gejolak akan muncul sebagai reaksi pertanda cadangan zat makanan telah habis terdistribusikan.

Gejolak yang terjadi dalam perut akan segera mengirim sinyal ke otak. Kasian di sana gak ada sinyal, maklum daerah terpencil :D. Sinyal yang dikirim kemudian dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh otak untuk memunculkan rasa lapar. Selanjutnya otak menggunakan radar yang dimilikinya baik lewat media visual, audio, maupun lewat penciuman untuk segera mencari keberadaan sumber makanan dan minuman yang berada di sekelilingnya.

Perasaan lapar sendiri merupakan indikasi bahwasanya tubuh membutuhkan asupan makanan. Otak akan memerintahkan tubuh untuk segera mencari makanan guna mencukupi asupan yang dibutuhkan tubuh. Dengan harapan makanan ini setidaknya dapat meredam segala bebunyian sebagai hasil dari aksi yang bergejolak dalam perut. Tak dapat dipungkiri bahwa saat itu terjadi suatu kebisingan di dalam perut akibat lenyapnya asupan makanan yang telah ditransfer ke seluruh tubuh.

Hingar bingar dalam perut berbeda-beda untuk setiap orang. Tekanannya berkisar pada rentang lemah sampai kuat. Ini tergantung di atas dahan pohon dalam kondisi yang mengenaskan, eh. Ini tergantung pada tingkat kelaparan dan selera musik masing-masing individu. Sebagian besar menganggap bahwa keroncong lah yang pantas untuk mengisi kekosongan perut. Namun tak jarang juga yang memainkan musik aliran metal ortodok dalam perutnya. Terkadang tetangga yang sedang duduk di sebelahnya dapat mendengar berisiknya irama-irama metal yang dimainkan di dalamnya. Tak jarang juga yang ikut bergoyang itik. hah?

Lalu bagaimana sebaiknya mengatasi gejolak yang bergelayut di dalam perut?
Gampang banget itu. Anak TK aja tau kayaknya. Tindakan pertolongan yang pertama diberikan adalah membawanya ke tempat terbuka. Buka pintu dan jendela supaya udara bisa masuk ke dapur. Pastikan anda tidak menyalakan api saat itu. Periksa selang regulator yang terhubung ke kompor. Jangan sekali-kali mencongkel lubang pada tabung dengan benda keras apalagi tumpul karena akan ketauan saat dilakukan fisum nanti. Demikianlah cara aman bareng bung ijo.

Cara buat mengatasi rasa lapar dalam perut ya gak lain dan gak bukan adalah dengan melakukan tindakan konsumsi alias makan alias ngemil alias pical alias mata. Perlu dilakukan tindakan memasukkan makanan ke dalam mulut untuk mengatasinya as soon as possible. Gampang kan. Makannya, dibilangin gak percaya. Tinggal makan lenyaplah segala bentuk gejolak dalam perut yang anda derita selama ini akibat rasa lapar yang berkecamuk.

Gampang yah?nomer 10 apaan jawabannya bray?ane kurang itu doang.
– sssst…bentar deh. Itu kayaknya pengawas ngliatin mulu deh
Tulis di kertas trus lemparin lewat bawah kolong aja bray. cepetan keburu habis waktunya.
– Yah ntar ketauan gimana?Hati ane bergejolak nih.
Hidupku bergantung padamu bray.

Kalau lapar ya makan dong, gitu aja kok repot kecuali udah niat buat puasa bray, gak boleh tuh. Nunggu maghrib dulu lah, paling bentar lagi kok. Secara garis besar, dapat diklasifikasikan beberapa tempat yang dituju ketika seseorang ingin meredam rasa laparnya. Berikut ini ane sajikan berbagai tempat yang biasa dikunjungi ketika rasa lapar tiba-tiba datang. Mari kita simak penjabarannya satu demi satu.

1. Meja makan
Tempat ini paling cepat dikunjungi saat kita lapar. Ketika lapar telah menguasai sukma, kita tak ragu-ragu untuk melangkahkan kaki-kaki yang lunglai kurang tenaga untuk menuju ke meja makan. Di atasnya tersedia berbagai macam pilihan makanan dengan rasa dan bentuk yang beraneka ragam. Tinggal ambil tanpa pikir panjang dan langsung memasukkannya ke dalam mulut. Ada juga deretan toples-toples yang penuh dengan makanan ringan yang sudah menggoda di depan anda.

Ketika kita membuka tudung saji dan mendapati hanya piring kosong yang ada dibaliknya tanpa ada seonggok makanan, maka kita harus rela rasa lapar berkuasa lebih lama di dalam perut. Kita hanya melihat toples-toples kosong tanpa makanan persis seperti waktu pertama kita membelinya di toko beberapa waktu lalu. Tatapan penuh keputusasaan ada di kedua mata kita saat harus menerima kenyataan itu. Pahit memang, tapi kenyataan seringkali tidak sejalan dengan keinginan.

2. Kulkas

Saat meja makan hanya memberi harapan palsu, timbul harapan baru di tempat lain yang lebih menjanjikan yaitu kulkas/lemari es. Kita akan menemukan makanan yang tersimpan dalam keadaan segar di dalamnya. Kesejukan udara di dalamnya membuat rasa makanan menjadi semakin enak dan lezat sehingga patut dan pantas untuk mengusir rasa lapar kita. Namun lagi-lagi anda harus kecewa untuk kedua kalinya ketika mendapati hanya lampu yang menyala dengan warna kejinggaan yang memenuhi ruang kosong di dalam kulkas. Tak ada satu pun makanan yang bersembunyi di dalamnya. Oh pantesan kosong, udah tanggal tua bray. Kekosongan kulkas berbanding lurus dengan isi dompet diakhir bulan.

3. Dapur

Perjuangan kita tentunya tidak hanya sampai pada kulkas saja. Masih banyak tempat yang memberi suatu kepastian. Yak, pemberhentian selanjutnya adalah dapur. next stop, kitchen…perhatikan barang bawaan anda dan hati-hati melangkah, hehe busway kali ah…haha :lol:. Dengan keyakinan yang membumbung tinggi kita yakin bahwa di tempat yang satu ini, kita dapat memutus mata rantai lapar yang telah berkuasa. Kita menuju ke dapur dengan harapan menemukan bahan makanan yang bisa diolah dan dimasak. Biasanya ada sekumpulan mie instan di lemari yang ada di dapur sana. Wah lumayan banget tuh kalo direbus atau digoreng bisa kita makan.

Namun seketika anda terkejut saat membuka lemari makan. Harapan anda seakan pupus termakan oleh jaman. Tak ada satu bungkus pun mie instan yang tersisa di dalam lemari makan. Ya Tuhan, inikah cobaan yang Engkau berikan kepada hamba-Mu yang lemah dan lemas ini. Berikanlah jalan yang terang kepada kami. Berikan kami kekuatan untuk menghadapi semua ini.

4. Warung /toko makanan terdekat

Kita sudah jelas tidak bisa berharap pada rumah yang telah kita tempati selama ini untuk menghilangkan atau sekedar menyamarkan rasa lapar itu. Mau tak mau harus segera dilakukan gerilya keluar dari sarang persembunyian kalo kayak gini caranya. Dengan sisa-sisa tenaga yang dimiliki kita menuju ke warung/toko terdekat. Dengan terlunta-lunta, kita melangkahkan kaki yang sudah gemetar dengan frekuensi getaran 100 radian per detik.

Sesampainya di sana anda kabarkan semuanya kepada karang, kepada ombak, kepada matahari bahwa anda akan membeli sesuatu untuk menunda atau bahkan menghilangkan rasa lapar ini. Sekarung roti rasanya tak cukup untuk menghilangkan rasa lapar namun apa daya hanya selembar kertas bergambar kapiten pattimura yang ada di saku. Sebungkus aja gak pa-pa deh yang penting bisa menyamarkan kelaparan ini. Itu dapat dilakukan saat warung/toko masih buka. Ketika anda mendapati bahwa rolling door di toko pak haji sudah ditutup, sontak seluruh badan menjadi lemah tak berdaya menerima semua ini. Anda kembali ke rumah dengan langkah gontai.

5. Tukang makanan (gorengan, bakso, nasgor, dsb)

Seakan semua tidak berpihak pada perut kita hari itu. Yang paling mungkin dilakukan saat itu adalah menunggu tukang makanan lewat di depan rumah. Dengan sabar kita menanti datangnya abang tukang bakso favorit. Kita seakan-akan merindukan bebunyian khas dari mangkok yang di pukul dengan sendok yang memecahkan heningnya malam. Ting-ting-ting…. akhirnya datang juga si abang. Selamatlah kita dari bencana kelaparan ini. Memang bakso bukan satu-satunya yang ditunggu saat itu. Yang namanya orang laper apa aja doyan. Biasanya ada tukang gorengan sama tukang nasgor juga saat jam-jam rawan kelaparan datang. Yang mana yang duluan datang itulah yang dipilih. Apalagi mereka udah kenal banget sama kita jadi walaupun gak punya duit gak khawatir. Mereka tau apa yang kita mau. Bayarnya bisa ditunda sampai waktu yang belum bisa ditentukan.

Di sini perlu ane tekankan bahwasanya semua  itu terjadi saat ceteris paribus (faktor-faktor yang lain dianggap tetap, tidak berubah). Biasanya faktor cuaca adalah yang dianggap tidak berubah. Tau kan sekarang ini cuaca cepet banget berubahnya. Bahkan lebih cepat daripada waktu yang dibutuhkan Jason untuk berubah jadi Ranger merah. Kalau sudah memasukkan unsur cuaca ke dalamnya, permasalahan akan semakin rumit lagi. Kita harus mengubur dalam-dalam semua harapan yang telah tertanam akan datangnya tukang makanan di depan rumah saat hujan turun dengan begitu derasnya tanpa pandang bulu. Jalan terakhir yang di tempuh adalah kembali ke ruang makan. Ambillah gelas yang bersih kemudian tuangkan air putih ke dalamnya. Minumlah air putih secukupnya untuk menyamarkan rasa lapar itu. Selanjutnya pergilah ke tempat tidur dan rebahkan tubuh kita di atas kasur nan empuk lalu pejamkan mata anda. Berharap saat bangun nanti ada secerah harapan yang akan membuat hidup kita lebih bermakna. Berharap bukan batu yang direbus di dalam panci itu, melainkan sesosok makanan yang bisa membawa kita menuju ke masa depan yang gemilang 😀

Sekian.

Advertisements

10 thoughts on “Tatkala Gejolak dalam Perut Bergelayut

Komentar mereka

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s