AIR yang Sehat Memerlukan Jamban yang Tepat

WIRASWADESI

Melihat dua sisi berita memang menarik. Subjek yang sama bisa memberikan dua sisi penilaian. Bank Dunia, yang diberitakan “keruwetan” aturannya oleh Jokowi dan Jokir menjadi hal yang tentu menyulut emosi nasionalisme pembacanya. Sementara, berita tentang wirausahawan jamban di Subang dalam KOMPAS edisi cetak hari ini menunjukkan sesuatu yang “kecil”, tetapi besar dalam kehidupan kita.

Dalam artikel tentang ketidakpuasan Jokowi atas persyaratan Bank Dunia tentu menjadi hal yang lumrah bila timbul sentimen bahwa Bank Dunia ingin “menjajah” pengambil keputusan di negeri kita. Nama Jokowi memang lebih enak diangkat daripada berita tentang Warga, seorang wirausahawan jamban di SUbang.

Bank Dunia dalam sebuah laporannya : http://www.worldbank.org/in/news/feature/2013/03/21/sanitation-entrepreneurs-in-indonesia-help-create-healthier-villages , memberikan perhitungan bahwa wirausaha di bidang sanitasi memiliki prospek yang menjanjikan. Hitungan kasar dari data yang diperoleh di Jawa Barat, sekitar 4,25 juta KK belum memiliki jaringan sanitasi yang sehat dan memadai. Dengan harga rata-rata 750 ribu rupiah, diperkirakan potensi bisnis ini sekitar 3 triliun. Tentu…

View original post 151 more words

Advertisements

Komentar mereka

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s