Tentatif Tentakel, Kruwel-kruwel Mutel-mutel

Siapa yang nyangka kata itu akan muncul tiba-tiba semalem. Lalu menjadi suatu kehebohan tersendiri. Mengusik ketenangan suatu umat. Tentatif . Begitulah kira-kira kata itu tertulis, terucap, terdengar, dan meresap ke jiwa-jiwa sebuah umat. Gak paham arti kata itu secara etimologi tapi bisalah diraba apa substansinya. Bahwasanya ada sebuah kondisi yang masih bisa berubah sewaktu-waktu dengan beberapa kemungkinan kejadian. Dengan kata lain ada sebuah ketidakpastian yang tersirat dibalik munculnya kata itu.

Mendengarnya dari awal mungkin akan lebih baik daripada tiba-tiba kayak gini. Sebelumnya, suatu proses sudah dipastikan akan berjalan dengan alur tertentu yang telah dikabarkan ke seluruh umat dan itu menjadi kelegaan tersendiri buat mereka. Namun saat tentatif muncul semuanya seakan kembali menjadi abu-abu. Mengatung di awang-awang layaknya alay yang gak jelas arah dan tujuan. Gimana gak berantakan pikiran mereka? Masak muka dan hati yang berantakan mau ditambah lagi sama kerusuhan semacam ini. Betapa anarkis dunia ini!!! 😆

Terus itu salah siapa bray? Salah gue? Salah temen-temen gue? Salah tukang cukur gue? Ah, sudahlah… AADC dulu sana.  Ane gak tau apa itu sebuah kesalahan atau bukan. Namun menyalahkan seseorang atau suatu kelompok berdasarkan alasan yang belum jelas adalah suatu kesalahan. Dengan alasan yang jelas pun belum tentu suatu kebenaran. Bisa jadi diri kita yang berbuat kekeliruan.

Ada apa dengan birokrasi? Mereka tentunya memiliki banyak pekerjaan. Kesemuanya itu harus diselesaikan dengan suatu kesungguhan. Siapa yang mengelakkan “man jadda wajada”? Tapi apakah memerlukan waktu selama ini. Kelopak bunga mawar sudah gugur seluruhnya dari tangkainya. Lalu berbunga lagi kemudian gugur lagi. Bahkan daun yang sudah tua pun mengering satu demi satu, berjatuhan. Rambut yang tadinya rapi, kemudian memanjang, dipotong lalu memanjang lagi lalu dicukur lagi. Berulang-ulang seperti itu. Cinta yang menggebu-gebu pun kini sudah terlewatkan dan terhambur bersama waktu. Auwoooo 🙂

Gak tau persis gimana kesungguhan itu mereka lakukan karena gak tau gimana keadaan internal yang sebenarnya. Urusan negara sudah sangat banyak. Mungkin kami bukan prioritas utama. Tapi apakah gak ada tentakel-tentakel yang senantiasa menggerakkan sebuah tujuan? yang menggerakkan suatu proses maju menuju titik yang lebih berarti?

Tentakel pastinya ada. Gak cuma satu jumlahnya. Gimana cumi-cumi atau gurita bisa bergerak dari satu tempat ke tempat lain kalo gak memiliki lebih dari satu tentakel? Gimana Squidward akan bisa berjalan menuju krusty krabs kalo gak punya tentakel? Lalu mengetik mesin penghitung di kasir. Mau dikemanakan ambisinya sebagai pemain klarinet profesional dan terkenal selautan kalo gak memiliki tentakel? Tanpa tentakel dia gak akan selucu dan setenar sekarang.

Ah, mungkin tentakel itu lagi kruwel-kruwel berusaha dengan seluruh jiwa raga untuk menggerakkan suatu asa. Ada proses rumit yang lagi diurusi mereka. Anggaplah kayak gitu. Tentang nasib kita? Bisa jadi iya, menurut tutur kata mereka. Mudah-mudahan itu sih benar. Berharap kruwel-kruwel itu gak semakin mutel-mutel. Biar gak ada rasa sebel yang berjubel-jubel.

Tapi sampai kapan? Entahlah bray. Tanyakan pada rumput yang bahkan hijaunya hanya bisa dipandang tanpa bisa disentuh apalagi diinjak-injak, selama masa 3 tahun itu. Tanyakan pada air di bundaran itu yang ikan di dalamnya pun menertawakan ketakutan kita untuk berenang di situ. Tanyakan juga pada AC di setiap ruang kelas yang hembusannya pun tentatif. Dan yang pasti tanyakan pada yang Maha Kuasa yang senantiasa memberi kesabaran pada kita.

Selamat memperpanjang hari libur bagi yang menikmati,
Selamat ketemu lagi dengan atasan yang galak bagi yang menjalankan,
Selamat berbakti kepada orang tua, kawan!
Tetep sabar dan optimis 🙂

Sebuah kondisi dari suatu umat yang terbengkalai dan berceceran

Advertisements

5 thoughts on “Tentatif Tentakel, Kruwel-kruwel Mutel-mutel

Komentar mereka

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s