Cuci-cuci Berhadiah

Sebagai pekerjaan rumah tangga, mencuci adalah salah satu yang memerlukan tenaga ekstra. Kamu harus memilah, memilih, merendam, mengucek, membilas, memeras lalu menjemur sebuntel pakaian dengan tingkat kekotoran masing-masing. Tentunya kondisi fisik yang prima akan sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga ini. Sebungkus roti harga seribuan rasanya gak cukup buat bahan bakar tubuh kita untuk mencuci. Minimal sepiring nasi lengkap dengan lauk pauknya lah ya.

Sudah biasa ketika kegiatan mencuci ini dilakukan oleh cewek. Walaupun cewek gak sekuat cowok tapi melalui mencuci kita bisa melihat betapa cowoknya sosok cewek. Maksudnya tenaganya. Di situ akan terlihat gimana cewek mengeksplorasi dan mengerahkan seluruh tenaga yang ia punya. Dibalik sosoknya yang lemah lempung eh…. lemah lembut ternyata tersimpan sebuah energi yang sangat potensial yang tersimpan di dalam tubuhnya. Energi itu akan dikeluarkan pada saat yang tepat yaitu saat mencuci. Gak kebayang kalo energi yang besar itu disalahgunakan. Cewek akan menguasai dunia. Hah? :mrgreen:

Tapi adakalanya cowok juga harus melakukan kegiatan cuci-mencuci sendiri tanpa intervensi cewek di dalamnya. Mungkin terkesan memaksa, tapi ya mau berbuat apalagi kalo keadaan yang membuatnya kayak gitu. Mau demo? Silakan saja, asal jangan anarkis. Demo kemana? ke Menteri Pemberdayaan Lelaki? Mana ada? Ke Komnas HAM? Komnas Perlindungan Anak? Go home, you are drunk!!!

Gak ada salahnya cowok mencuci baju sendiri. Bukan hal yang tabu tentunya. Apakah kamu akan terus menerus meminta ke emakmu untuk mencucikan bajumu? Gak selamanya beliau sempat mengurusi baju-baju kotormu lagi sementara beliau harus melakukan pekerjaan rumah tangga lain yang begitu banyaknya. Mencuci mungkin tak cukup untuk mengukuhkan sebuah kemandirian hidup, namun setidaknya ada usaha meringankan pekerjaan orang lain. Baju kotormu adalah tanggung jawabmu.

Banyak yang bilang mencuci itu pekerjaan rumah berat. Kalo dibandingkan sama masak, nyapu atau ngepel emang bener sih lebih berat. Apalagi gak pake mesin cuci, hehe. Butuh tenaga lebih untuk melakukannya. Tapi tahukah kamu bahwasanya dibalik beratnya pekerjaan mencuci, ternyata banyak kejutan yang gak diduga-duga. Ada berbagai macam hadiah yang sudah menanti anda.

Ane sering dapet kejutan berhadiah waktu nyuci. Mungkin kebanyakan juga mengalaminya. Siapa yang sangka waktu nyuci kita dapet kejutan uang tunai ribuan rupiah? Ane sering banget nemu duit di saku celana atau baju yang ane cuci. Gak seberapa sih jumlahnya, tapi cukuplah buat beli pulsa atau jajanan. Kalo pas lagi rame ya bisa dapet 20 ribu sehari. Lumayan. Kalo pas lagi sepi mentok-mentok dapet dua ribu lah. Ya yang namanya kerja serabutan ya begini pak, penghasilan gak menentu. Yang penting halal bisa buat makan sehari-hari.

Rejeki datangnya bisa dari mana saja termasuk saat mencuci pakaian. Sebagai orang yang memiliki cukup banyak jam terbang dalam bidang cuci mencuci, udah gak kehitung lagi jumlah uang yang ane temukan ketika melakukan pekerjaan itu. Ane gak tau bahwa ada uang yang ikut tercuci bersama pakaian kotor itu. Kasus pencucian uang itu sebenarnya bermula dari kebiasaan orang-orang kita yang tidak berperikeuangan dalam menjaga harta yang bisa diraba itu. Kita kebiasaan menaruh uang disaku dalam kondisi yang tidak manusiawi. Biasanya sih itu uang kembalian habis beli sesuatu gitu. Dengan enaknya uang itu dilipat-lipat, dikuwel-kuwel, dibuntel-buntel trus dimasukin ke saku celana atau baju. Kebanyakan ini berlaku untuk uang pecahan dibawah 50 ribuan. Dompet seakan menolak uang-uang itu untuk sekedar singgah di dalamnya. Ah, dasar dompet matre!!!

Mungkin ini juga yang menyebabkan kondisi fisik uang-uang kita begitu memprihatinkan. Ane sering dapet uang kembalian yang sobek. Ditambal pake solasi. Belum lagi ada coretan-coretan gak jelas. Masa wajah Kapiten Pattimura dicoret-coret, digambarin kacamata item dan berjenggot lebat dengan tahi lalat dimana-mana. Ane juga sering ngliat tulisan-tulisan yang juga absurd.
Ada yang nulis:
“Ini nomerku 081788xxxx di simpen yak!”. (hah??Siapa loe???)

Ada lagi yang mau pamer-pamer dengan nulis
“ Tejo LOVE Surti” (gak sekalian aja masuk infotainment)

Ada juga yang puitis tanpa batas
“ Cinta tak selamanya indah. Jangan pernah setia karena setia sangat menyakitkan”
Oh men, tolong akhiri semua ini!!!

Uang-uang itu begitu kusut, kucel dan kumal. Emang dasar orang kaya kali ya, uang-uang kecil itu disepelekan gitu aja di dalam saku selama berhari-hari. Sampai akhirnya mereka mendekam bersama pakaian-pakaian kotor di tempat cucian. Kalo dompet udah kosong baru deh dicariin sampai jumpalitan itu duit.

Namun dibalik kebiasaan itu ada berkah bagi orang-orang yang selalu memegang teguh prinsip bahwa mencuci itu menyenangkan. Mereka akan mendapatkan harta karun yang tersimpan dalam pakaian kotor yang akan dicuci. Itu gak disangka-sangka datangnya. Jika beruntung uang yang mereka temukan akan sah menjadi miliknya dan berhak digunakan sesuai keinginannya. Tapi jika si pemilik uang itu tidak cukup ikhlas untuk merelakannya jatuh ke tangan kita maka kita harus mengembalikannya karena itu bukan hak kita. Tentu dengan harapan mendapat komisi dari hasil penemuan uang itu. Yah memang kasus pencucian uang sedang marak diperbincangkan akhir-akhir ini.

Maka jadikanlah mencuci sebagai pekerjaan yang menyenangkan karena sesungguhnya diantara pakaian-pakaian kotor itu terselip rejeki yang tak terduga. Semoga kita bersama orang-orang yang beruntung 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Cuci-cuci Berhadiah

  1. ryan says:

    bener… cowok bukan berarti gak boleh nyuci. harus bisa tuh. biar tahu juga betapa beratnya pekerjaan ibu. 😀

    jadi ingat film Serendipity. Menuliskan nomor di selembar uang (kalau gak salah), kalau memang jodoh, nomor itu akan kamu dapatkan.

Komentar mereka

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s