Bukan Ruang Vakum

Tentang bagaimana seharusnya hidup berjalan, masing-masing kepala punya paradigma. Tidak melulu tentang berbuat kebajikan dan menumpas kejahatan. Tidak paten berbicara tentang mencari uang. Menggunakan hasilnya untuk mendapatkan bulir-bulir nasi penuh nikmat. Membeli segala sesuatu yang tepat guna. Tapi lebih dari itu, sebuah pembelajaran berusaha meyakinkan bahwasanya kedangkalan perlu digali lebih dalam. Kecetekan perlu dikeruk sampai palung terdalam. Menyelaminya bersama aliran air yang tekanannya menuju ke segala arah.

Sekali waktu pelan mengalir ke suatu arah, lalu beberapa saat berlawanan arah. Menerima hembusan udara yang untuk mendapatkannya pun tak perlu tetesan keringat. Hirup, hembuskan, hirup lagi, hembuskan lagi, berulang-ulang. Tak tahu bahwasanya udara itu tak cukup bersih, bercampur debu, pasir,dan kotoran. Tak peduli itu aromanya wangi atau busuk.

Karena bumi bukan ruang vakum. Bukan tempat yang di dalamnya sedetik pun kamu akan tersiksa. Melainkan tempat yang berlimpah udara. Yang sangat mungkin mempengaruhi paradigma dalam menjalani hidup. Yang selalu memberi pengaruh terhadap bagaimana seharusnya hidup di dunia.

Karena bukan di ruang vakum kita hidup.

Boleh jadi menerima pengaruh itu, baik positif atau negatif, maupun sebaliknya memberi pengaruh keluar. Dan yang terpenting dibalik itu semua ada pembelajaran yang begitu bermakna untuk menghadapi tantangan hidup yang semakin rumit.

Advertisements

Komentar mereka

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s