UMY Bergemuruh-luruh!!!

Setelah malam yang cukup merontokkan hati terlewati, hari berikutnya sudah melambai-lambai gak sabar untuk digapai. Ada rencana yang telah terangkai dengan sangat sistematis. Rencana yang selalu saja membawa bongkah-bongkah harap, berakar ucap. Asa berlimpah masa. Masih di Jogja, masih dalam sebuah bingkai keceriaan.

Sudah masak-masak rencana ini tersusun. Habis melakukan ini lanjut ke yang itu. Menyelesaikan yang di sini lanjut pindah ke sana. Sambung menyambung, kait mengait, bahu membahu menjadi satu. Berdampingan, bersinergi seiring sejalan. Melakukan pertimbangan-pertimbangan penuh perhitungan dengan sedikit menghilangkan keegoan. Meski kadang spontanitas juga berperan penting dalam beberapa urusan.

Agak memaksa kalo harus menuruti ego masing-masing. Ane harus mewujudkan rencana itu bersama-sama dengan temen-temen ane. Gak mudah menyatukan visi beberapa orang. Setelah mengkonsolidasi situasi dan kondisi ane berhasil berkumpul dengan tiga temen ane guna menyatukan asa untuk menonton konser. Yak tentu konsernya Sheila On 7, hehehe :mrgreen:

Cuma 4 orang? Ya begitulah. Segitulah massa yang berhasil ane himpun untuk menggalang kekuatan. Masing-masing orang kan punya urusan yang gak bisa ditinggalkan atau sengaja dibuat biar gak bisa ditinggalkan. Yang penting alasannya bisa diterima akal sehat, hehe :D. Apa yang kita mau gak selalu senada dengan keinginan orang lain. Apaan sih? 😆

Hari itu ane udah pindah dari kosan si Agus ke rumah temen ane yang ada di Jogja. Ane ngungsi di tempat itu bukan untuk yang pertama kalinya. Udah bertubi-tubi-tubi ane lakukan sebelum-sebelumnya. Ane ibarat manusia pra sejarah. Hidupnya berpindah-pindah. Nomaden. Dari satu tempat ke tempat yang lain mencari tempat berteduh demi bertahan hidup. Tinggal berburu dan meramu deh tuh…hahahaha 😆

Konsernya dimulai malam nanti. Masih ada kesempatan untuk leyeh-leyeh di tempat temen ane itu. Tenaga harus dihimpun untuk menghadapi konser nanti malam. Bersantai-santailah dulu sebelum berjingkrak-jingkrak ria kemudian. Muter lagu dan video Sheila On 7 mungkin menjadi ritual sebelum nonton konser livenya. Ini semacam pemanasan sebelum berlaga nanti malam.

Sambil nunggu temen-temen kumpul di tempat temen ane itu, ane coba pemanasan vokal dulu. Biar kondisi pita suara prima nanti malam. Berdasarkan pengalaman nonton konser yang ane alami, ketahanan pita suara sangatlah diuji. Kamu akan selalu bernyanyi di sepanjang konser Sheila On 7 meski cuma berdendang nanana atau lalala atau yeyeye atau lalalayeyeye. hah???
Itulah kenapa Sheilagank disebut sebagai backup singernya Sheila On 7. Karena mereka akan selalu bernyanyi di sepanjang lagu, membackup suara Duta.

IMG00504-20130626-1942

Selepas maghrib temen-temen udah kumpul di rumah temen ane itu. Empat sekawan udah berkumpul. Ane sudah siap dengan kaos kebesaran Sheila On 7. Baru ane pake sekali tuh jadi masih keliatan baru. Itu kaos original dari manajemen SO7. Setelah memakai kaos itu entah kenapa jiwa-jiwa sheilagank begitu tegas tertanam, tsaaah. Mungkin karena agak mahal juga sih, hehehe. Ane udah gak sabar pengen melejit-lejit hanyut bersama permainan musik mereka. Tapi ane harus sedikit sabar. Kata temen ane berangkatnya ntar-ntaran aja, paling SO7 naik panggungnya agak maleman. Biasa, sebelumnya ada band-band pembuka yang gak menjamin bisa menjaga mood sebelum SO7 tampil.

Okeh, udah jam 8 malem. Saatnya berangkat. Badan udah disetel concert mode tuh, hehehe. Dengan begitu semangat, kami segera tunggang langgang tancap gas menuju ke tempat konser. Konsernya di sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Sekitar setengah jam dari kediaman temen ane itu.

Setelah melejit membelah angin malam Jogja sampailah kita di lokasi. Parkiran udah hampir penuh  dengan barisan motor. Kita kayaknya penonton terakhir yang masuk ke parkiran. Ane berusaha membuka ruang menggeser-geser memepetkan barisan motor dengan setengah mengangkatnya. Terbukalah ruang yang pas betul untuk sebuah motor bebek masuk ke dalamnya.

Kami berempat segera bergegas menuju ke pintu masuk karena berdasarkan informasi panitia, 5 menit lagi gate mau ditutup. Waktu semalam itu di pintu masuk masih saja ada antrean yang mengular. Sebanyak itukah yang nonton?atau mereka yang antre berpikiran sama dengan kita buat dateng akhir-akhir? Seperti biasa sebelum masuk area konser ada prosedur pemeriksaan dulu yang harus dilakukan panitia. Angkat tangan dan panitia mulai meraba-raba pakaian yang kami kenakan. Yang bawa tas harus menyerahkan dan merelakan panitia mengetahui segala sesuatu yang ada di dalam tas itu. Jadi gak usah bawa macem-macem deh. Biar gak malu. :mrgreen:

Pemeriksaan barang bawaan dan tiket selesai, tiba-tiba leher sebelah kiri ane merasakan benturan benda tumpul. Ceplaaak!!! cukup kuat tekanannya. Begitu ane tengok ternyata ada panitia yang mencap leher ane pake stempel. “maaf ya, hehehe”, kata panitia gak ada otak. Ya sudahlah, mungkin kayak gitu aturannya. Tapi kenapa harus di leher? Gak indah banget.

Memasuki area konser ane diperlihatkan pemandangan yang berbeda dari konser-konser sebelumnya. Seluruh penonton festival duduk di lantai dengan begitu santainya. Ada apa gerangan? Ada pengajiankah? Gak tau deh, kayaknya ini bentuk protes dari mereka yang udah lelah nunggu SO7. hehehe. Kalian sepertinya harus mengetahui taktik jitu menonton konser nak. Cerdaslah dalam membaca situasi dan kondisi, hehe. Kami berempat gak mungkin dong berdiri di tengah-tengah masa sebanyak itu. Bisa-bisa mereka yang sebagian besar anak SMA teriak histeris melihat empat makhluk tampan di tengah-tengah mereka. Dengan mempertimbangkan risiko itu, kami akhirnya ikut-ikutan duduk berbaur dengan mereka. Wah kasian bener band-band pembuka yang ada di atas panggung sana. Berbagai upaya udah mereka lakukan supaya penonton berdiri dan bisa joged bareng mereka, tapi itu selalu gagal. Penonton tetap bergeming dari posisi duduknya. Jadi di atas panggung mereka jingkrak-jingkrak dan teriak-teriak sendiri. Kesian mereka…

Tinggal satu lagi band pembukanya. Teriakan “Huuuuuu” penonton kembali berkumandang. Namun satu persatu mulai berdiri mungkin udah semutan kali yah. Okeh, ini saatnya merangsak ke depan.  Kami berempat langsung berdiri dan melangkah lincah memanfaatkan setiap celah yang terbuka diantara penonton. Tubuh ramping kami memungkinkan kami meliuk-liukan tubuh begitu ringannya. Okeh dikit lagi, sampe paling depan. Ah, tapi kyaknya udah mentok deh. Di depan kami ada barisan manusia yang kokoh, susah ditembus dengan peluru baja sekalipun. Segini aja dulu deh. Ane terkejut ketika menyadari bahwa kedua temen ane ternyata masih di belakang. Jadi ane hanya bersama satu temen ane. Mungkin gak enak juga mereka berdua kalo sampe depan, badannya setinggi tiang listrik gitu. Kasian yang di belakang dong, hehehe

Akhirnya berakhir sudah  lagu terakhir band pembuka. MC udah berpanjang lebar dengan kicaunya. Saatnya Sheila On 7 tampil. Suara distorsi gitar terdengar di tengah kosongnya panggung di atas sana. Ya gak salah lagi itu gitar Eross. Satu persatu kemudian muncul Eross, Adam, Brian, dan Duta. Tanpa pidato pembuka suara drum langsung berdegup disambut bebunyian penuh harmonisasi yang tersaji di atas panggung yang cukup luas itu. “Bila Kau Tak di Sampingku” pembukanya. Seketika itu seisi gedung bergemuruh luruh. Gedung seakan mau dibuat runtuh. Ada bagian dari lagu ini yang selalu membuat ane merinding. Bagian yang memungkinkan penonton melompat bernyanyi bersama. Apalagi ditambah dengan ajakan Duta yang membuat klimaks bagian itu.

“oooohooouwoooo tu.. wa.. ga.. pat.. yok… takkan kubiarkan kau menangis, takkan kubiarkan kau terkikis…”, Ane melompat setinggi-tingginya dan bernyanyi sekencang-kencangnya. Merinding…

Tiba saatnya lagu wajib!!! Hari Bersamanya. Lagu yang selalu memberikan kenangan ketika diberi kesempatan bertemu dengan seseorang. Ah sayang sekali, dia gak bisa ikut waktu itu. Nangis? gak lah. Ane cuma bisa senyum-senyum gak jelas gitu deh waktu denger lagu ini. Berbunga-bunga. hahaha

Udah beberapa lagu dibawakan rehat sejenak lah bray. Derasnya pendingin ruangan yang berhembus gak mampu dengan sempurna mencegah keluarnya tetesan keringat. Ane buka jaket yang sedari tadi ane kenakan. Nampaklah kaos warna biru dengan bertuliskan Sheila On 7 di bagian depannya. Agak mulai basah kaos itu. Dengan dibukanya jaket, ane semakin percaya diri di tengah kerumunan anak-anak SMA waktu itu. Ane juga melihat di atas panggung sana Duta yang keringatnya sudah mulai bercucuran. Yaiyalah, nyanyinya sama jingkrak-jingkrak gitu. Betapa maksimalnya penampilan mereka.

Pada saat rehat jeda lagu itu dari arah kanan ane terdengar beberapa penonton cewek ribut membicarakan sesuatu. Cukup mencurigakan. Ternyata mereka lagi janjian mau teriakin Duta. Oh Tuhan…jangan sampe terjadi. Mereka cekikikan gak jelas. hedeeeeeh. Plis urungkan niat kalian untuk melakukannya wahai gadis. Tapi apa yang terjadi? Mereka mulai menghitung bersama-sama. Plisss jangan lakukan itu…

“satu…dua….tiga….DUTAAAAAA…”, Suara mereka meningkat beberapa desibel memekakan telinga.

Krik krik…

Hening…

Gubraaaak
Dasar anak muda…

Lupakan lah kejadian itu. Di atas panggung udah siap dimainkan sebuah lagu yang akan membuat kamu terus melompat dan berkeringat. Yak, Melompat Lebih Tinggi. Adrenalin kembali dipacu. Bener-bener bisa menggugah semangat lagu ini. Ane terus melompat sama temen di samping ane dan seluruh anak muda yang memenuhi tempat itu. Lantai gedung itu terasa bergetar. Serasa gempa berirama. Lagu ini cukup menguras keringat dan pita suara. Untung temen ane bawa sebotol kecil air mineral. Lolos dari pemeriksaan tadi, hehe

Walaupun harus berada di tengah kelabilan anak-anak SMA tapi ane merasa beruntung bisa nonton konser di situ. Kenapa? Ya, ane bisa mendengarkan lagu baru mereka yang belum dirilis. Mereka belum launching album baru mereka. Ini semacam bocoran, tapi kayaknya mereka membawakannya full version. “Canggung”, begitu lagu itu diberi judul.

IMG00508-20130626-2234

Lebih dari 10 lagu sudah mereka bawakan dengan begitu apik malam itu. Tibalah di penghujung penampilan mereka. Yak, penutupnya tentulah “Kisah Klasik untuk Masa Depan”.

Mungkin diriku masih ingin bersama kalian…
Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian

(Sportorium UMY menyeka air mata)

Puas, capek, haus, laper, seneng campur aduk jadi satu malam itu. Malam yang selalu memberi candu untuk menikmati sajian musik berkualitas karya Sheila On 7. Malam yang selalu membuat suara lebih serak.

Yang lagi serak mana suaranya???

Advertisements

4 thoughts on “UMY Bergemuruh-luruh!!!

  1. ceritasofi says:

    dulu saya fans berat banget sama grup sheila…apalagi sama mas Duta nya 😀 …. lagu yang paling di suka saat awal launch itu “Anugerah Terindah”…kece abiiis

Komentar mereka

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s