Tak Selazim Selayaknya

Delusi

Sunyi.
Kutapakkan kaki turun dari ranjang. Duduk persis di bagian tepinya berusaha mengumpulkan remah-remah kesadaran yang berceceran kemana-mana. Tak memahami dengan benar konsep ruang dan waktu. “Dimana ini? Jam berapa?”
Kutolehkan kepala ke belakang. Berat. Kain lebar yang kusut tak terawat menyibak di atas kasur yang mulai menipis di bagian tengahnya. Ah, aku tak merencanakan tidur dengan benar semalam.

Saat kesadaranku berangsur kembali, aku mulai menerka-nerka apa yang didapat selama dalam alam bawah sadar. Mimpikah? Mimpi yang seperti apa? Yang bagaimana? Tidak, aku tidak ingat apa-apa. Aku selalu saja gagal mengingat apa yang terjadi selama ada di alam bawah sadar. Entah kenapa mimpiku tidak dapat tertangkap dengan baik. Tapi itu bukan masalah. Toh, itu hanya bunga tidur. Hanya dirasakan pada saat tidur. Saat bangun hilang, begitulah nasib mimpiku.

View original post 1,045 more words

Advertisements

Komentar mereka

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s