Tak Sekuning yang Kau Sangka

Saat-saat kayak sekarang ini mungkin saat yang ditunggu para pencari kerja. Para pengangguran beserta kroni-kroninya akan menggeliat mencoba menentukan kejelasan masa depan. Gak mau dong terus menerus terjerembab dalam jurang kesuraman. Yang baru menyelesaikan pendidikan pun akan memanfaatkan waktu-waktu seperti sekarang ini. Ketika udah dapet ijasah pasti pengen dong kerja, kecuali yang dikecualikan.  Entah kenapa momen itu selalu datang setelah lebaran seperti sekarang ini. Bisa jadi informasi datang dari saudara atau teman yang pulang dari rantau.

“Ada lowongan nih di tempat ane kerja, ayo ikut ane deh merantau”.

atau gini :

“belum kerja kan? buruan deh kerja biar cepet nikah (hah??). Kebetulan perusahaan tempat ane kerja lagi butuh pegawai tuh”.

Bisa juga gini :

“lulus s1 kok nganggur? ayo daripada nganggur ikut ane merantau. Kebetulan ada lowongan”

Kalo ane sih cuek. hahaha

Berbarengan dengan momen itu,ternyata bakal diadakan perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang sempat tertunda tahun lalu gara-gara ada pembatasan jumlah pegawai di lingkungan pemerintahan. Katanya sih bakal besar-besaran perekrutan tahun ini. Efek domino dari momen ini adalah membludaknya para pencari kerja yang berbanding lurus dengan meningkatnya aktivitas pembuatan syarat-syarat untuk melamar kerja. Jangan heran kalo di kantor-kantor kecamatan banyak orang berjubel. Gak usah kaget kalo di kantor Polres penuh sama orang dengan segala tingkatannya dari yang freshgrad sampe yang udah lapuk. Mereka bukan mau antre sembako. Bukan nunggu BLSM. Bukan pula mau demo kenaikan BBM atau Miss World. Mereka hanyalah sekumpulan jiwa yang punya semangat berkobar. Semangat untuk mencari kerja. Mereka ingin membuat berkas sebagai syarat untuk melamar kerja. Cuma itu. Tak mengertikah engkau?

Nah, ane kebetulan masuk dalam golongan mereka yang pengen bikin berkas-berkas itu.

Bilang aja pengangguran bray susah amat

Nggg..bisa jadi sih, tapi ya terhormat lah

Pengangguran ya pengangguran aja, gak usah pake terhormat segala.

lah itu kemaren dapet surat undangan depannya ada Yth.-nya berarti ane terhormat dong.

oh, serah loe deh.

Jadi ane kemaren bikin berkas tuh bray buat syarat pengangkatan CPNS katanya. Berkas yang kemaren ane bikin adalah kartu kuning. Ane minta pak Sireng, wasit yang biasa mimpin pertandingan bola tarkam deh tuh sebelah rumah, buat bikinin. Gampang kan?

Tunggu!!!bukan itu kartu kuning yang ane maksud. Kartu kuning disini adalah kartu yang digunakan sebagai identitas pencari kerja. Isinya sih standar aja. Nama, TTL, jenis kelamin, status, agama, alamat, dan riwayat pendidikan.

Kalo gitu bisa aja dong bikin sendiri diketik terus diprint gitu?

Nah, yang bikin kita gak bisa bikin sendiri adalah ada kop yang gak seenak jidat dibikin. Trus ada stempel dari satuan kerja yang berwenang bikin. Trus ada tanda tangan pengantar kerja juga. Trus data dirimu akan terintegrasi dalam sistem yang telah dibuat pemerintah. Trus disononya udah tercatat ntar. Trus ntar kalo ada apa-apa kan gampang nyari datanya. Trus..trus…trus…yak kanan dikit…trus…yak stop.

Jadi ada beberapa langkah yang harus dilalui dalam membuat Kartu Kuning (AK-I). Pada kesempatan yang berbahagia dan indah ini izinkanlah ane menjelaskan satu per satu langkah dan prosedur yang dilakukan dalam pembuatan kartu kuning. Mohon untuk ditelaah semampunya :

1. Pertama, kamu harus menyiapkan syarat-syarat berikut ini:

– Fotokopi KTP yang belum kadaluarsa sebanyak 1 lembar

– Fotokopi ijasah pendidikan terakhir 1 lembar, kalo ijasahnya masih ditahan Surat Keterangan Lulus (SKL) pun tak apa.

– Foto 3×4 atau 4×6 sebanyak 1 lembar. Plis posenya formal dan gak usah diunyu-unyuin dan dimanis-manisin. Alami aja

Satukan ketiganya dengan paper clip atau steples biar gak terburai kemana-mana.

2. Datanglah ke tempat pelayanan pembuatan kartu kuning dengan pakaian rapi, sopan, dan layak. Diutamakan bersepatu biar keren, pake sandal juga gak pa2 sih tapi ya jangan sandal yang 7ribuan itu ya. Kalo ane kemaren bikin di kantor Dinsosnakertrans (Dinas Tenaga Kerja). Beberapa daerah ada yang di kantor kecamatan bikinnya.

3. Serahkan syarat-syarat yang dibawa tadi ke petugas. Biasanya sih suruh ditumpuk sendiri di meja.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

5. Tunggu namamu dipanggil. Kalo beruntung ya bisa duduk di kursi. Apes-apesnya paling lesehan di lantai.

6. Menunggu adalah pekerjaan orang yang memiliki keyakinan kuat. Waktu tunggu tergantung letak berkas yang tadi ditaruh. Bisa bermenit-menit bisa berjam-jam. Tergantung juga sama jumlah orang yang bikin kartu kuning. Kalo pas banyak ya bisa sampe sore. Beneran lho.

7. Silahkan berkreasi selama menunggu. Baca buku mungkin bisa jadi pilihan. Kalo ternyata tidak memungkinkan, manfaatkan gadgetmu. Kalo ternyata aktivitas itu dirasa terlalu egois, masukkan seluruh gadgetmu ke kantong. Jangan mendiamkan orang  di sebelahmu. Ajak ngobrol !!! Itu lebih baik.

8. Jangan sekali-kali meninggalkan tempat tunggu kecuali ada keperluan yang benar-benar mendesak atau kamu akan terlewat ketika namamu dipanggil. Giliranmu bakal mundur jauh dan nunggu lebih lama.

9. Sadarlah ketika namamu dipanggil petugas. Segeralah beranjak dari dudukmu.

10. Petugas akan bertanya dan mengecek data diri kamu. Nama, TTL,  alamat, dsb. Ingatlah tahun lulus SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi.

11. Setelah kartu dicetak bubuhkanlah tanda tangan yang wajar, jangan aneh-aneh. Gak usah dikasih aksen-aksen gak jelas.

12. Setelah kartu distempel lalu kamu akan disuruh fotokopi sendiri kartu itu beberapa lembar untuk kepentingan legalisasi. Ane sih 6 lembar kemaren.

13. Jangan tinggalkan kartu yang asli setelah selesai fotokopi. Kemaren kejadian gitu trus bikin lagi deh.

14. Serahkan kembali kartu yang asli beserta fotokopiannya ke petugas

14. Tunggu proses nyetempel dan tanda tangan / legalisasi selesai.

15. Terimalah kartu kuning yang telah jadi dengan ramah. Jangan lupa ucapkan terima kasih kepada petugas.

16. Periksa barang bawaan anda dan hati-hati melangkah. tong…teng…tong…teng…

Demikian kurang lebih proses pembuatan kartu kuning dengan segala pernak perniknya. Jangan kaget kalo kartu yang telah jadi gak seperti yang dibayangkan sebelumnya. Kartu kuning, kartu dengan warna kuning. Gak usah protes ke petugasnya “kok warnanya gak kuning pak?”.

Ya memang gitu. Kertasnya berwarna putih kaya kertas biasa gitu tapi agak tebal dikit. Yang berwarna ya cuma logo pemerintah daerah yang ada di kop, stempel, dan foto yang ternyata cuma di scan dari foto yang dibawa tadi.

Kartu Kuning

Perlu diperhatikan bahwa pemerintah tidak memungut biaya dalam pembuatan kartu kuning ini. Jadi gratis bray. Bayarnya ya cuma buat transport, fotokopi, sama makanan dan minuman ringan yang kita beli sendiri buat bekal nunggu. Bagi yang mau bikin kartu kuning dan mau cepet jadi, ane anjurkan untuk datang sepagi mungkin  karena saat-saat seperti ini banyak yang mau bikin. Bakalan ngantri banget pasti.

Semoga bermanfaat!

Advertisements

9 thoughts on “Tak Sekuning yang Kau Sangka

    • Iqbal says:

      kayaknya gak bisa. Harus dateng sendiri. Lihat poin 10. Di situ ada proses dimana petugas akan bertanya kepada perseorangan untuk memastikan bahwa data yang ada memang benar.

Komentar mereka

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s