No Drugs No Alcohol, Lebih Baik Es Cendol

addictSumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/13/07/05/mph2yc-pecandu-narkoba-sebaiknya-direhabilitasi-bukan-dihukum

Kita tentunya berkali-kali mendengar kalimat-kalimat persuasif yang mengajak generasi muda untuk tidak terjebak dalam pengaruh narkoba. Mulai dari poster-poster yang melarang keras penggunaannya. Banner yang terpasang di mana-mana. Papan reklame segede gaban yang berdiri kokoh. Sampe iklan layanan masyarakat pun dibikin buat mencegah penggunaan dan peredaran narkoba. Gak cuma iklan, pemerintah sampe bikin Badan Narkotika Nasional untuk mengatasi masalah pernarkotikaan.

Jelas sekali gimana usaha pemerintah buat menumpas peredaran barang haram itu. Tapi kok ya masih banyak banget kasus-kasus seputar narkoba yang terjadi ya. Kasus artis jangan tanya lagi. Saking seringnya malahan jadi biasa aja kalo denger artis yang kena. Bukan cuma artis sih. Yang ngartis juga ada. Yang lagi hot itu kasusnya si Vanny yang kedapatan lagi nyabu. Ah, sayang sekali. Cantik-cantik kok nyabu.

Narkoba masuk melalui banyak pintu coy. Pintu pergaulan mungkin yang paling banyak dilewati.  Perilaku mengcopy paste gaya hidup temen sepergaulannya membuat narkoba begitu mudah masuk dan menyebar di kalangan muda. Ikut-ikutan gitu deh. Yang gak ngikut gak gaul. Gak keren. Mulai deh terpengaruh. Awalnya nyobain dikit. Eh, kok enak. Nambah deh. Lama-lama kecanduan. Trus ngajak temen yang lain. Trus kepergok lagi make rame-rame. Diciduk polisi, masuk sel, nangis….

Tetapi siapa sangka narkoba datang melalui makanan atau minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Beberapa zat yang tergolong narkoba dicampurkan kedalam makan dan minuman. Nah, inilah yang membuat ane was-was. Jangan-jangan tempe yang ane makan kemaren mengandung morfin. Jangan-jangan urab daun singkong yang ane beli dicampuri ganja. Terus gula yang dipake buat bikin es teh dicampur sabu-sabu. Jangan-jangan… Ah, sudahlah

Daripada ane dihantui jangan-jangan, ane ke rumah sakit deh tuh. Ane tes narkoba di laboratorium  rumah sakit. Sebenernya buat bikin surat bebas narkoba sih buat persyaratan CPNS. hehehe. Kebetulan ane ke sana bareng temen senasib sepengangguran.

Hal pertama yang harus diperhatikan dalam tes narkoba adalah ketersediaan urine dalam tubuh. Yak, sampelnya pake air kencing kita. Kita harus merelakan urine kita untuk di tes. Mendingan di les privatin dulu deh urinnya biar kalo di tes bisa jawab. Hah???

Jadi jangan sampe waktu disuruh ambil sampel urin, tidak ada setetes pun yang kamu keluarkan. Kalo tahan, gak usah kencing dulu kalo mau berangkat. Kalo gak tahan ya keluarin setengahnya aja, sisanya buat bekal ntar di lab. Ya kaleeee sampe gitu…Banyak-banyak deh minum air sebelum ke lab. Biar persediaan urine kita melimpah. Tapi percayalah biarpun sebelum berangkat udah kencing dulu, nanti kalo disuruh ambil sampel urin pasti ada aja. Karena urine akan keluar pada saat yang tepat.  Gak perlu khawatir.

Setelah mendapat giliran kita akan diberi semacam wadah untuk menampung urin kita. Jangan khawatir. Wadahnya gak segede jirigen minyak kok. Cuma kayak tempat balsem gitu deh, yang kecil. Setelah dapet, cek nama yang telah tertempel di wadah itu. Jangan sampe nama yang tertera adalah nama temen kita. Penting. Gak lucu kalo judulnya Urin yang Tertukar.

Selanjutnya, kita akan dipersilahkan masuk ke kamar mandi yang telah tersedia di lab. Jangan lupa doa masuk kamar mandi. Nah inilah saat-saat yang penting. Ambillah urin secukupnya saja, gak usah penuh-penuh. Kenapa? ntar dikira teh anget bray. Karena setelah ane amati warnanya agak keteh-tehan dan anget-anget kuku gitu deh. Ya itu tergantung konsumsi air putih masing-masing sih. Jangan ceroboh ketika urin sudah ada di wadah. Jangan sampai menumpahkannya. Kalo sampe tumpah tamatlah riwayatmu. Gak mungkin dong berbagi urin sama temen.

Tunggu hasilnya beberapa menit kemudian.

Di sepanjang waktu menunggu itu ane cemas bener bray kalo-kalo makanan yang ane makan kemaren ternyata mengandung zat yang tergolong dalam narkoba. Apa jadinya kalo hasilnya nanti positif. Apa kata dunia? Ane belum siap menanggung ini semua. Siapa bapaknya? Hah???

Beberapa menit menunggu akhirnya keluar juga hasil tes labnya. Jantung ane berdebur menyambut kertas yang sudah dipegang petugas lab dimana itu pasti hasil tes urin tadi. Begitu nama ane dipanggil ane langsung disodori kertas hasil tes. Ane segera membukanya. Dan hasilnya…jengjeng…

NEGATIF

Di kertas itu tertulis bahwa berdasarkan uji laboratorium yang telah dilakukan, ane terbukti negatif atas empat zat yaitu BENZODIAZEPIN, MORFIN, AMPHETAMIN, dan CANNABINOID/ GANJA. Artinya ane terbebas atas narkoba. yey… 😀

Mari potong tumpeng

Sebenernya ada tes lebih lanjut yang dilakukan untuk benar-benar mengetahui ketergantungan seseorang atas narkoba. Gak cuma lewat urin. Bisa saja pake sampel rambut. Ini dapat membuktikan konsumsi narkoba beberapa bulan sebelumnya. Seperti kasusnya Raffi tuh. Ya apapun bentuk tesnya kalo diri kita benar-benar bebas atas narkoba ya pasti gak akan beda hasilnya. Tes itu tidak didesain untuk berbohong. hehe

Akhirnya ane menghimbau kepada seluruh generasi harapan bangsa janganlah sekali-kali mencoba narkoba apapun bentuknya. Sekali mencoba kau akan terjebak pada jerat yang menyesatkan. Hingga tak ada seorang pun yang dapat menolong. Hanya remah-remah sesal yang tersisa.

No drugs no alcohol, lebih baik es cendol 😀

Advertisements

One thought on “No Drugs No Alcohol, Lebih Baik Es Cendol

Komentar mereka

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s