Namaku Cinta?

Hari baru, suasana baru. Atmosfer yang memberikan hal-hal baru dan berbeda. Belum pernah hadir sebelumnya baik hari kemarin, kemarin lusa, kemarinnya kemarin lusa, lusanya kemarin lusa maupun jauh-jauh hari sebelum lusanya kemarin lusa. Ini tentang lingkungan dimana kita berada sekarang. Bukan kemarin atau sebelumnya.

Dunia kerja barangkali termasuk dunia baru bagi para mahasiswa, pelajar, atau orang-orang yang sebelumnya belum pernah bekerja. Ya iyalah.
Dunia kerja sama sekali beda sama kuliah/ sekolah, begitu katanya. Mungkin sulit mempercayainya kalo belum benar-benar mengalaminya. Bisa saja pengalaman-pengalaman yang diceritakan bapak/ibu dosen di depan kelas hanya rekaan saja. Mungkin juga cerita bapak/ibu guru tentang pengalamannya bekerja hanya fiktif belaka, dilebih-lebihkan. Seperti dongeng sebelum tidur. Dugaan-dugaan itu muncul karena belum ada hal-hal nyata yang dilakukan untuk membuktikannya. Hanya mendengarkan saja gak cukup. Teori tanpa praktek, butiran debu….

Masuk dalam lingkungan kerja yang sama sekali baru membutuhkan sebuah keluwesan. Tempat baru, atasan baru dan teman-teman baru pasti akan dijumpai. Semuanya akan baik-baik saja saat kamu yakin akan berjalan begitu. Orang-orang yang ada disitu adalah orang-orang yang akan kita jumpai sehari-hari. Bersama merekalah kita melakukan kerja sama, saling membantu, belajar, dan melalui hari-hari untuk menyongsong masa depan yang gemilang.

Hal penting yang harus dilakukan pertama saat masuk ke dunia kerja yang sama sekali baru adalah berkenalan. Tak kenal maka tak sayang~

Ane sih selalu antusias kalo disuruh berkenalan. Ane yakin itu akan menentukan bagaimana hubungan kamu dengan yang lain ke depannya. Karena kesan seseorang akan mulai tumbuh pada pandangan pertama, maka perkenalan adalah penting. Jadi, antusiaslah. Hah?

Memang, kamu harus mengenal segala apa yang ada di tempat baru. Dari orang sekitar sampai segala peralatan yang ada di tempat itu. Tapi kendalikanlah keantusiasanmu. Gak usah sampai gini-gini amat:

“Hey meja, perkenalkan nama saya Budi. Panggil aja Bud”

‘Halo Bud, senang berkenalan denganmu. Obatmu habis ya?’

Atau gini:

“Hai pulpen, nama kamu siapa? Nama saya Ani.”

‘Hai Ani, nama saya Pilot. Salam kenal’

“Pilot? Jadi kamu yang bisa nerbangin pesawat. Wah kereeen…”

(Pulpen mikir keras)

Yang beginian juga:

“Hey stopkontak. Salam kenal. Nama saya Arthur”.

‘Halo Arthur, salam kenal juga. Namamu keren ya, kayak dewa-dewa gitu. Senang berkenalan denganmu’

Keduanya bersalaman dan jjjzzzztttt…..

Tegangan 100 Volt lumayan berkesan untuk sebuah perkenalan.

Komponen terpenting dalam suatu perkenalan adalah nama. Itu adalah identitas utama yang harus dimiliki. Kan udah dikasih tuh sama bapak ibu dari jaman bayi dulu. Macem-macem kan? Keren-keren lagi. Tinggal pilih aja. Gak usah dibuat-buat. Kalo mau ganti mendingan slametan dulu deh. Kalo ane sih terima apa adanya aja bray, karena itu pemberian dari orang tua yang harus dihargai.

Nah berbekal nama itu ane berkenalanlah satu per satu sama rekan di tempat kerja baru ane. Ini adalah momen yang gak boleh dilewatkan. Sebenarnya gak papa sih gak kenalan satu-satu. Karena setiap orang akan tenar pada waktunya. Tapi bagaimana kita beretika itu penting. Masak ya anak baru tingkahnya begitu. Apa kata BuNia????

Dari meja ke meja ane datengin orang-orang yang akan menjadi rekan kerja ane nantinya. Berjabat tangan, saling bertanya nama, senyum, sambil basa-basi dikit. Hehehe. Orang-orangnya sih keliatan baik, ramah-ramah, asik-asik, dan namanya??? Ah, ane selalu kesulitan mengingat nama tiap kali berkenalan dengan banyak orang baru. Berkenalan baru beberapa menit saja udah lupa aja namanya. Mungkin bukan ane aja yang gitu? Kalian juga mengalami hal yang sama kan? Hahaha

Sabar aja bray, besok lama-lama juga hafal sendiri kok, di luar kepala.

Baru masuk, ane langsung dapet meja bray. Ruangan kami disekat-sekat dengan sebuah kubikal. Setiap petak kubikal di tempati satu orang. Ane sih dapet meja yang tadinya di tempati senior. Kebetulan beliau akan pensiun bulan depan. Ane yang diberi kepercayaan mewarisi tahta beliau. Tapi biar kata bekas ditempati, gak ada sedikitpun tanda-tanda keausan si meja kerja ane. Semuanya keliatan masih mulus. Kursinya aja masih ada plastik pembungkusnya bagian belakangnya.

Lagi asik mencoba-coba alat baru tiba-tiba datang seorang wanita. Kayaknya dia kakak senior deh.

“eh, ada anak baru. Asiiik bidang kita dapet anak baru.”

Ia mendekat ke arah ane dan berkata” Hey Cinta!!! Nama kamu siapa?”

Ane mematung sejenak. Perasaan tadi udah kenalan sama semua orang gak ada yang namanya Cinta deh. Ane tengok belakang. Gak ada orang. Apa dia emang nanya ke ane yak? Ane amati, pandangannya emang tertuju ke ane sih. Ya, dia memang nanya ke ane.

“nggg…saya Iqbal mba”, senyum canggung

“Oh..Iqbal, kalo kamu siapa?”, tanya dia ke temen ane di sebelah.

Dia keliatan friendly banget bray. Keliatan akrab banget sama semua orang. Dari gelagatnya dia adalah pribadi yang energik, ceria, dan riang gembira.

“Hey Cinta!!! Kalo mau nanya-nanya jangan malu ya, ke aku aja. Oh ya, kalo mau minum ambil aja di situ, ada gelasnya juga kok.” Kata dia kepada ane.

“Oh iya mba”, jawab ane tercengang.

Wah mbaknya baik kayaknya. Tapi kok ane dipanggil Cinta sih? Emang ane cowok apakah? Apa maksudnya?Ane coba menerka-nerka apa maksud dari panggilan “Cinta” itu.

Baru beberapa menit dia kembali lagi ke ane dan bilang, “Hey Cinta, itu komputer kok di biarin mati gitu. Dinyalain dong, Cinta!”

“Oh, ini gak bisa nyala mba. Tadi udah dicoba kok. Rusak kayaknya deh”, jawab ane.

“Danang ciiiinnn, ini kok dibiarin rusak gini sih. Benerin deh coba. Kasian kan anak baru”, suaranya meningkat beberapa desibel memanggil senior yang lain.

Wah kayaknya bakalan jadi lingkungan yang menyenangkan ini. Orang-orang kayak gini yang menjadi solusi atas kepenatan pekerjaan di kantor. Walaupun agak aneh tapi kayaknya akan menjadi sesuatu yang mengasyikkan ke depannya.

Sampe diterbitkannya tulisan ini belum diketahui asal mula panggilan “Cinta” itu. Ane bingung.

Ada Apa dengan Cinta?

Haruskah ane memanggilnya “Rangga”?

AADC

Semakin banyak hal-hal random di bumi ini. Ane harus segera beradaptasi.

Advertisements

3 thoughts on “Namaku Cinta?

Komentar mereka

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s