Masker-masker Djakarta

Ada pemandangan menarik tiap kali ane jalan di Jakarta. Macet sih udah biasa kali yah. Panas apalagi, polusi jangan tanya lagi. Namun dibalik kesemrawutan itu ada sesuatu yang mungkin baru ane jumpai. Sebagian besar perempuan-perempuan jakarta gak suka pamer mulut dan hidung. Mereka membungkusnya dengan masker.

Pada dasarnya masker digunakan untuk menyaring udara kotor  atau biar gigi gak kering waktu naik motor. Nah, di Jakarta kok naik angkot / kendaraan umum juga pake masker yak bray. Awalnya sih ane kira lagi pada kena flu. Tapi kok ya yang kena flu se-jakarta raya gitu? Apa virus flu sudah berada pada tingkat nasional?

Atau jangan-jangan bukan karena flu tapi karena bau badan para lelaki? Ah, kalo udah ngomong bau badan sih pusing. Penanganannya pelik. Kadang minyak wangi pun kebanting. Meskipun demikian, itu adalah karunia yang diberikan Tuhan kepada makhluknya. Ane percaya, setiap manusia punya bau badannya masing-masing.

Setelah dilakukan observasi selama beberapa hari dengan mengambil sampel perempuan-perempuan metro mini, didapatlah kesimpulan bahwa mereka, para perempuan Jakarta mengenakan masker tiap kali keluar di jalanan jakarta karena mereka berobsesi ingin seperti ninja.

Lah? Bukan-bukan…

Mereka pakai masker buat menyaring udara Jakarta yang semakin kotor saja. Polusi yang disebabkan oleh asap kendaraan sudah menguasai Jakarta sampai ke sudut-sudutnya.  Metro mini dengan asap hitam pekatnya, belum lagi kendaraan lain yang berkontribusi menyumbang polusi membuat dambaan orang untuk menghirup udara bersih hanya ilusi belaka. Ditambah lagi dengan bebauan yang muncul semena-mena dari kali-kali di Jakarta yang tentunya menurunkan kualitas udara di jakarta. Kalo lama-lama dihirup, tiap hari gitu takutnya semua penduduk jakarta akan mengalami mutasi gen. Semuanya akan menjadi mutan. Jakarta akan berada di bawah kendali mutan. Gak lucu kan???

Maka dari itu lah pada pake masker. Setidaknya bisa mengurangi udara kotor yang bisa masuk ke dalam tubuh.

Tapi kenapa cuma perempuan yang pake???

Sebenernya gak cuma perempuan saja sih yang pake. Para lelaki juga pake kok. Namun jumlahnya tak sebanyak perempuan. Kenapa? Karena bulu hidung lelaki lebih lebat. Hah?

Mungkin karena pria lebih cuek. Kalo gak cuek mana mungkin dia mau ngrokok. Asap kendaraan kan mirip-mirip sama asap rokok, beracun. Entah karena pria suka sama asap-asap atau gimana yang jelas populasi pengguna masker di kendaraan umum/di jalan Jakarta lebih didominasi perempuan. Apa karena pria itu kuat?hahaha

Kalo dilihat-lihat, beberapa perempuan yang memakai masker matanya keliatan lebih tajam. Ane selalu kalah kalo pandangan ane beradu dengan mereka. Ujung-ujungnya cuma curi-curi pandang. Hehehe

Entah apa sebenarnya yang ada dibalik masker-masker itu. Apakah sebuah senyum yang merontokkan hati? Atau lengkungan indah yang mendamaikan? 🙂

Advertisements

Komentar mereka

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s