Bukan yang Seharusnya

Kadang kita sendiri tak mengerti dengan pasti bagaimana cinta bisa muncul dalam alur hidup yang kita jalani. Saat kamu melihat seseorang melintas di pengkolan deket rumah bang syueb dan hati serasa bergetar melihat betapa beningnya wajah pemilik senyum itu, kamu mulai menciptakan keyakinan di dalam diri bahwa dia telah membuatmu jatuh hati. Rasa itu terus berulang dan membesar hingga mencapai titik dimana sebuah harapan membumbung tinggi. Harapan untuk bisa berdampingan menjalani hidup bersama. Untuk beberapa orang cinta datang seinstan itu. Melihat sekali lalu jatuh hati.

Tidak selalu begitu.

Ada banyak orang yang meyakini bahwa cinta bukan suatu proses instan. Cinta muncul dari suatu proses pembentukan yang panjang.  Dari hal-hal yang menyenangkan, menggembirakan, meletihkan, sampai proses yang menyedihkan dan mengharukan harus dilalui terlebih dahulu. Cinta itu perjuangan katanya. Namun kembali lagi, kapan cinta itu benar-benar datang tak dapat diprediksi dengan perhitungan yang pasti. Seketika muncul tanpa gembar-gembor dulu.

Bisa jadi ia tiba-tiba datang kepadamu saat kamu baru mulai mencarinya. Seperti lagu Maudy Ayunda. Ada juga yang sudah lama mencarinya tapi ya mentok gak dapet-dapet. Dari musim duren hingga musim rambutan. Seperti lagu Wali. Dunia seakan tidak berpihak padanya. Pelik sekali hidup ini.

Konon, cinta bisa mengindahkan dunia. Kehidupan nyata lebih indah dari mimpi- mimpi dalam tidurnya. Mungkin ini yang membuat orang cenderung susah tidur saat sedang jatuh cinta. Kehidupannya jauh lebih indah dari mimpi-mimpinya.

Namun bagaimana urusannya kalau cinta datang di waktu yang salah pada orang yang tidak tepat?

Cinta datang di saat yang boleh dibilang terlambat. Bukan saat ini yang kamu mau. Bukan datang saat dia bercerita tentang kebahagiannya bersama dengan seseorang. Tentunya bukan kamu. Jelas sekali. Cinta hadir untuk orang yang tak seharusnya. Kamu mencintai orang yang tak seharusnya.

Salahkan  saja waktu kalau sudah ada cukup alasan untuk membuktikan bahwa semua itu adalah kesalahannya. Bukan kesalahanmu yang terlambat menerjemahkan arti cinta yang sesungguhnya setelah waktu terhambur selama itu.

Kita tidak tahu bagaimana hal-hal itu akan terjadi selanjutnya karena semua hal-hal yang tersembunyi ada pada dirinya dan Tuhanlah yang menentukan semua itu terjadi.

Advertisements

Komentar mereka

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s