Pengubahsuaian

Sudah setahun lebih ane menyempatkan diri untuk setidaknya menuliskan apa yang ada dipikiran ane ke dalam blog ini. Gak terlalu sering sih, hanya kalau inspirasi nulis mampir saja. Sebenernya pengen sih nulis satu hari satu postingan. Satu minggu setidaknya bisa memproduksi 7 postingan. Satu bulan 30 postingan. Satu tahun tinggal dikalikan aja tuh. Banyak. Namun sepertinya itu hanya sebuah wacana semata. Sebenernya bisa saja, tapi larinya nanti tulisan yang dihasilkan adalah tulisan yang gak jelas. Bisa dibilang cuma nyampah. Nulis sebulan sekali aja isinya gak jelas gitu. Apalagi mau sehari sekali?

Memang tulisan yang ane buat sangat tidak mencerminkan tulisan yang baik. Arah jalannya gak tahu kemana deh itu. Terlalu banyak kesalahan-kesalahan gramatikal yang tentu tidak memenuhi syarat untuk dikatakan sebagai tulisan yang baik apalagi berkualitas.

Kalo ngliat tulisan temen-temen yang lain kadang iri. Gimana ya caranya bikin tulisan sebagus itu? Kebanting banget tulisan ane kalo disandingkan sama tulisan temen-temen yang lain. Bagai air di atas daun talas. Hah???

Tapi seperti itulah adanya. Ane nulis kalo lagi ada ide yang mau mampir. Kalo gak mampir ya udah gak ada tulisan. Sebenernya ada faktor-faktor lain yang mempengaruhinya seperti males, mood yang tidak berada pada penampilan terbaiknya, kesoksibukan, laper, gak ada duit, lunglai, anemia, panuan, dan lain sebagainya. Nah ketika semua faktor itu bisa dikendalikan dan ide menulis melambai-lambai minta didokumentasi maka ane pasti akan membuat tulisan instan. Tulisan yang semena-mena, sewenang-wenang, semaunya sendiri dengan tidak memperhatikan Ejaan Yang Disempurnakan. Dan ane yakin, tidak ada yang akan sudi menjadikan artikel yang ane buat sebagai sumber dalam pembuatan makalah atau karya tulis.

Meskipun isinya berisi hal-hal yang kurang penting namun ane berusaha untuk menjadikannya menarik…. untuk dicaci maki. Ane kotor…ane kotor….

Nah, dalam rangka membuatnya keliatan lebih bersih bersama ini kami sampaikan bahwasanya tampilan blog ini telah diganti sedemikian rupa sehingga fihak-fihak yang berkepentingan mampu menelaah segala apa yang ada di dalam tulisan dengan seksama. Demi terciptanya kerukunan baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara.
Backgroundnya ane pilih putih. Kenapa? Karena putih itu suci.

Beberapa tulisan yang berlatar warna putih sekilas terlihat lebih ‘berkelas’ dan tertata. Nah untuk menutupi segala ketidakjelasan isi tulisan yang ane buat maka ane pilih background yang putih. Selain itu, berdasarkan percobaan yang ane lakukan pada blog dengan tema sebelumnya (background hitam) ternyata menghasilkan daya tahan baca yang kurang tahan lama. Meskipun lebih adem tapi justru malah bawaannya ngantuk kalo baca. Apa karena warna hitam menyerap panas sehingga udara menjadi lebih dingin lalu memicu rasa ngantuk ya? Bisa jadi sih.

Dari prosesi pengubahsuaian ini, ane berharap semoga tulisan yang ada di dalamnya nyaman dibaca dengan mengabaikan substansi tulisan itu sendiri. Setidaknya tema ini bisa mengurangi penderitaan bagi yang membaca artikel-artikel di dalamnya.

Sekian dan terima kasur 😀

Advertisements

Komentar mereka

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s