Kotak-kotak Bergembira, Bergembira Semua…

Berbicara tentang kotak gak jauh-jauh bakalan nyrempet-nyrempet sama satu sosok bernama Jokowi. Orang nomer satu di Jakarta sekarang. Dengan trend baju kotak-kotaknya dia berhasil meyakinkan orang-orang se-jakarta raya untuk memilihnya sebagai pemimpin. Dialah yang akan membawa Jakarta beserta orang-orang yang ada di dalamnya beberapa tahun ke depan. Dan sekarang, ane menjadi bagian di dalamnya. Numpang napas di Jakarta.

Hidup di Jakarta itu cadas bung!

Konon, untuk cari petak tanah ukuran 2×1 meter tempat persemayaman akhir aja susah. Mesti bayar katanya. Apalagi untuk cari tempat tinggal. Dengan sebegitu padatnya wilayah Jakarta, sangat susah mencari ruang untuk sekedar meluruskan kaki, selonjoran. Sebenarnya gampil, asal ada duit semua beres.

Untuk beberapa orang yang kurang beruntung, keadaan ini malah memaksa mereka untuk membangun sendiri tempat tinggal pada tempat-tempat yang gak semestinya. Pinggiran rel kereta api yang seharusnya steril bersih dari bangunan apapun mau gak mau harus dipake mereka untuk membangun rumah. Tempat singgah mereka dari cadasnya ibukota. Berlindung dari teriknya matahari. Kotak-kotak tak beraturan yang tercipta sebagai akibat pergolakan jaman yang semakin kejam. Di dalamnya ada mimpi-mimpi yang gak kunjung selesai mencari kenyataan. Untuk cari makan saja susah apalagi mewujudkan mimpi-mimpi yang terlampau dalam khayalan. Mana sempat?

Namun untuk usaha yang keras bukankah pantas buat mereka berjumpa dengan kenyataan yang merupakan buah dari mimpinya?

Dari bus ke bus, angkot ke angkot, metromini ke metromini membawa kotak-kotak asongan menawarkan barang dagangannya ke penumpang. Itulah toko mini mereka, dengan segala keterbatasan yang ada. Kotak yang akan menghidupi dirinya beserta keluarga. Mencari makan ditengah-tengah himpitan ekonomi.

Sebagai anak kos yang jauh dari rumah dan ditinggalkan cinta, ane harus siap dengan semua hal-hal cadas yang ada di Jakarta. Dari macetnya, asapnya, bau kalinya sampai ke hal-hal pelik seperti cari kerja, cari makan dan  cari cinta. Di umur segini, harusnya ane sudah bisa hidup sendiri, cari makan sendiri. Lepas dari orang tua.

Ingat! Kamu sudah bukan mahasiswa lagi nak! Harusnya, gak ada lagi kiriman dari orang tua. Bahkan, kamulah yang harus mengirimi mereka. Membuat senang mereka. Memberi uang jajan pada adikmu dan membantu biaya sekolahnya. Ini harus segera dipikirkan. Bukan! harus dilakukan!!!

Gak sekaligus. Satu dulu baru ke yang lain mungkin.

Dengan penghasilan yang didapat sekarang mungkin terlalu berat untuk bisa menghandle semua itu. Mungkin belum bisa sepenuhnya membahagiakan orang tua. Ane masih baru. Belum punya penghasilan yang menakjubkan. Dan ane hidup di Jakarta yang apa-apanya gak semurah seharusnya.

Paling banter makan pake ayam warteg. Di mata ane, daging-dagingan adalah sesuatu yang mewah yang ketika membelinya akan ada sesuatu yang dikorbankan setelahnya. Sekarang bermewah-mewah, besoknya harus prihatin. Ujung-ujungnya nyeduh juga. hehehe

Kadang nasi kotak terasa lebih enak dari hot plate beef. Kenapa? Karena gratis.

Dulu ane pikir nasi kotak isinya itu-itu aja. Nasi sekepal, sayur, telor bulet, tempe/tahu, kalo beruntung dapet daging, seupil.  Dan biasanya dibagikan kalo ada orang slametan aja. Pernah ane dibagikan nasi kotak slametan dari tetangga. Ane berharap isinya adalah daging. Ternyata hidup itu memang penuh kejutan. Isinya memang daging. Daging tempe dan tahu. Bersahaja sekali.

Nasi kotak dengan isi yang mewah sepertinya hanya impian semata.

Sekarang, entah karena sejarah masa lalu yang mendewasakan atau bukan, ane hampir tiap hari mendapatkan suatu rejeki bernama nasi kotak. Sejak awal masuk kantor  sampai sekarang entah kenapa ada saja nasi kotak yang mampir. Baik itu jatah makan dari kantor  atau bukan dia selalu ada menjemput mimpi-mimpi kami yang belum selesai dulu.

Ini boleh dibilang sebagai penyelamat ane dari perseteruan pencarian makanan di Jakarta. Nasi kotak berhasil membuat ane melakukan pengereman terhadap anggaran makan-memakan untuk satu bulan terakhir. Bahkan kadang ane gak perlu keluar uang dalam sehari buat urusan perut. Segala beban yang timbul dari kegiatan makan-memakan sudah tercover oleh nasi kotak yang didapat dengan gratis. Jadi ane bisa menghemat beberapa keping rupiah untuk dialokasikan ke kegiatan lain nantinya. Ane merasa tertolong sekali atas kehadiran nasi kotak di kehidupan ane sekarang.

Pandangan ane mengenai nasi kotak begitu sempit. Isinya hanya hal-hal bersahaja itu-itu saja. Ternyata itu adalah salah. Sekarang, dia sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Baik kemasan maupun isi. Dari kotak berwarna putih dengan tulisan “selamat menikmati” warna merah, disertai gambar pita di bagian tutupnya. Sekarang hadir dalam beraneka warna. Tergantung dari produsen yang menyediakan. Kemasan yang menarik tentu akan membangkitkan nafsu makan konsumen.

Ditinjau dari sisi isi, jenis makanan yang tersaji di dalamnya sudah mulai beraneka ragam. Kamu mungkin akan terkejut ketika mendapati adanya rendang, chicken teriyaki, chicken katsu dalam sebuah nasi kotak. Pun ane, saat mendapatkan nasi kotak jatah dari kantor. Antara seneng dan bingung. Seneng karena didapat dengan dengan jalan gratis dan terlihat enak ketika dimakan. Di sisi lain bingung karena gak tahu sebenernya itu makanan apa. Cara makannya bagemana. Hanya namanya saja yang terdengar selama ini, wujudnya kayak apa ane belum pernah lihat.

Tetapi dari sinilah kehidupan baru bermula. Kotak yang gak disangka isi didalamnya. Sesuatu yang dulu hanya berupa terkaan mimpi sepele manusia udik kini menjadi penyelamat hidup. Kotak yang dulu berisi mimpi usang seorang anak yang gak tahu arah jalan pulang kini berubah menjadi kotak kenyataan. Berisi bukti bahwa mimpi telah menjadi nyata. Satu per satu kotak dengan sejuta mimpi akan terbuka. Selama yakin bahwa usaha dan doa yang tak terputus bukan bualan belaka.

Meski kadang kenyataan membelok ke arah yang gak disangka namun dari usaha yang telah dilakukan ada potongan hal yang akan memperkaya kamus hidup, menjadi pedoman untuk membantu membuka kotak-kotak menakjubkan yang masih tertutup rapat.

Advertisements

3 thoughts on “Kotak-kotak Bergembira, Bergembira Semua…

Komentar mereka

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s