Tukang Parkir dan Titipan

Gak usah jadi tukang parkir kalau gak mampu mengatur barisan motor dan mobil
Gak usah jadi tukang parkir kalau hanya membuat bising dengan bunyi peluit
Gak usah jadi tukang parkir kalau gak sudi menerima receh
Gak usah jadi tukang parkir kalau kamu jumawa akan mobil-mobil yang dititipkan padamu
Gak usah jadi tukang parkir kalau kamu marah motor titipan diambil tuannya
Karena tukang parkir mampu membuat ruang sekecil apapun berbuah manfaat
Karena tukang parkir pandai berkomunikasi dan melihat situasi
Karena tukang parkir mampu mengumpulkan upaya dari yang terkecil untuk memberikan hasil terbesar
Karena tukang parkir gak merasa memiliki
Tetapi merasa dititipi…
Gak ada yang menyuruh bercita-cita jadi tukang parkir
Bukan pekerjaan impian yang menjanjikan
Siapa yang mau berpanas-panasan?
Cuma menjaga mobil-mobil saja tanpa memilikinya
Itu cuma titipan…
Di setiap rasa memiliki, akan ada rasa takut akan kehilangan
Di setiap rasa dititipi, akan ada tanggung jawab yang diemban
Kewajiban untuk menjaga apa yang dititipkan kepadanya…
Dan saat gagal menjalankan tanggung jawab,
Kepercayaan menjaga akan beralih ke orang lain yang lebih mampu mengembannya
Ada kesadaran bahwa suatu saat titipan itu pasti diambil oleh pemiliknya
Jaga baik-baik semua titipan yang telah dipercayakan
Jaga orang tua, adik, kakak, keluarga, teman dan semua yang telah Tuhan titipkan
Kepercayaan yang sudah diberikan sudah sepantasnya dijalankan sebaik-baiknya
Mari belajar dari tukang parkir.

Advertisements

Komentar mereka

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s