Janur Kuning Melengkung Sempurna

Beberapa waktu terakhir, banyak orang di sekitar ane yang memutuskan untuk menikah. Saudara, senior di tempat kerja, tetangga dekat, tetangga jauh, temen, bahkan adek kelas satu per satu meninggalkan ane dalam jomblo yang membelenggu. Mereka memutuskan untuk mengakhiri masa lajang yang penuh liku itu. Mengakhiri masa pendekatan yang penuh dengan intrik dan basa-basi busuk. Mereka memutuskan berlanjut ke jenjang yang lebih serius melalui suatu kemasan bernama pernikahan.

Mereka mungkin ingin membuktikan bahwa cinta yang selama ini terjalin begitu lama bukan cuma FTV belaka. Isi dompet yang terhambur bersama desau angin asmara selama ini belum cukup. Tiket nonton, beribu mangkok bakso, dan berjuta liter minuman yang menguap bersama romantika malampun gak ada artinya, tanpa suatu ikrar tanda halalnya hubungan. Harus ada komitmen bukti keseriusan.

Entah apa yang membuat mereka menikah dalam waktu yang hampir bersamaan seperti sekarang ini. Mungkin gak sih janjian dulu?

“Eh, minggu depan aku sama pacarku mau nikah. Yuk barengan aja biar rame. Gak ada loe gak rame”

“Oke deh. Kalian berdua nikahnya pake baju apa?”

“Kalo aku sih mau pake jaz, calonku pake gaun.”

“Samain aja deh biar kompakan gitu. Kan kalo salah kostum ada temennya. Kalo mas kawinnya mau ngasih apa ntar?”

“Aku sih perhiasan”
“Duh. Aku gak punya nih. Kamu punya banyak gak? Pinjem dulu deh ntar pasti aku balikin.”

“Okeh sip.”

“Wah tengkyu sob, kamu memang sahabat sejati.  Eh, tapi calonku mana? Loe punya banyak gak? pinjem deh ntar pasti aku balikin.”

“Apa loe kata….EEETTTT”

Beberapa orang menentukan tanggal pernikahan mereka melalui perhitungan tertentu misalnya hari lahir. Bagi mereka yang masih mempercayai budaya lokal akan menyerahkan penentuan hari baik itu kepada orang/ sesepuh yang dipercaya di tempat tinggalnya. Ada bulan-bulan dan tanggal-tanggal tertentu yang gak boleh dipakai sebagai tanggal pernikahan. Sebaliknya ada pula yang menganjurkan tanggal-tanggal dalam suatu bulan tertentu sebagai hari yang baik untuk menikah. Mungkin ini yang membuat beberapa tanggal pernikahan jatuh hampir serempak. Dan itu sangat merepotkan, bagi yang mendapat undangan. Tentunya menyenangkan sekali diundang untuk berbagi kebahagiaan bersama mereka dalam resepsi pernikahan, tapi kalau bertubi-tubi gitu ya mau makan apa besok? if you know what I mean…

Bagi pasangan yang menyukai angka cantik pasti akan memilih tanggal cantik sebagai tanggal pernikahannya. Setiap tahun ada saja yang memilih tanggal cantik sebagai tanggal pernikahannya. Misalnya kemaren2 tuh 11-12-13. Tahun lalu juga ada 12-12-12, 20-12-2012. Mungkin ada kenangan tersendiri ketika memakai tanggal cantik sebagai tanggal menikah. Minimal gampang diingat.

Salah satu tujuan orang menikah dalam waktu yang hampir bersamaan mungkin perihal sewa gedung. Biaya sewa gedung akan semakin murah saat permintaan untuk menyewa banyak. Gak tau juga sih. Hehehe

Di musim-musim kawin kayak gini harus kuat-kuat mental. Siap-siap aja ada yang dateng ke rumah ngasih undangan secara berkala. Siapin baju batik buat modal kondangan. Siapin juga amplop beserta isinya. Kalo undangannya cuma di tag lewat facebook, gak usah repot2. Tag balik amplop kondangannya sebagai tanda kehadiranmu di pernikahannya.

Menikah merupakan mimpi setiap insan yang dianugerahi rasa cinta. Dulu ane kira menikah itu hal yang gampang. Ada dua orang yang saling mencintai, ada mas kawin, ada ijab qabul di depan wali, saksi, dan pengulu. Sahlah mereka berdua jadi suami istri.

Seiring dengan pergolakan zaman yang mendewasakan, menikah gak segampang yang dibayangkan ane dulu. Menikah itu rumit.

Ada dua orang yang saling cinta gak ada artinya tanpa kesiapan mental, rohani, dan ekonomi untuk berlanjut ke jenjang yang lebih serius. Nikah juga butuh duit. Nikah juga butuh persiapan mental yang matang. Karena ini bukan hanya sekedar main-main. Ini anak orang coy.  Dan kamu akan mengambilnya dari keluarganya. Nikah juga butuh kecocokan antara dua keluarga. Menikahi seorang perempuan juga menikahi keluarganya. Keluargamu adalah keluarganya. Nantinya.

Banyak pertimbangan-pertimbangan yang harus dipikirkan sebelumnya. Mulai dari cewek atau bukan, agama dan keyakinan, baik atau jahat, penyayang, bisa diajak susah atau gak, cantik atau cantik banget, bisa masak, pengertian, sabar, rajin membaca, suka menabung, suka menolong yang lemah, membela kebajikan, tidak sombong, dan seterusnya, pertimbangan akan terus bertambah. Menikah itu pelik. Kayaknya sih gitu. hehe

Dan setelah segala sesuatu telah dipertimbangkan dengan matang dan semua persiapan telah dilakukan maka diselenggarakanlah suatu prosesi sakral bernama menikah. Pelaminan sebagai singgasana kemenangan dari suatu perjuangan bertahun-tahun. Dengan janur kuning yang melengkung dengan sempurna sebagai saksi dua insan yang saling mencintai berikrar untuk hidup bersama membangun keluarga.

Keluarga yang kebal akan cobaan dan ujian.

Tentunya senang sekali melihat orang-orang di sekeliling kita merasakan kegembiraan.

Terlepas dari semua perasaan iri dan dengki ane pengin mengucapkan selamat menikah buat Kak Desi& Kak Daus, Mas Heri& Mba Resty, tetangga deket, tetangga jauh, temen-temen, adek-adek kelas dan semua orang yang berbahagia dalam balutan janji suci. Semoga bisa membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Meskipun suatu hari nanti janur yang menghiasi pernikahan kalian gak lagi kuning, cinta dan kasih sayang kalian gak akan pernah kering.

Dan untuk kalian, yang telah menjalin hubungan bertahun-tahun, begitu lama, namun tidak sampai pada jenjang pernikahan, batal menikah, jangan kapok untuk jatuh cinta.

Barangkali hanya masalah waktu saja.

Cinta hanya meminta untuk dijemput di ujung sana.

Saat bukan sekarang waktunya berarti ada waktu lain untuk orang yang berbeda yang telah Tuhan siapkan dengan skenario terindah. Bisa lusa, besok atau bahkan beberapa detik lagi setelah ini.

Karena bukan cinta yang salah, namun manusianya yang pandai berkilah
Karena bukan sabarnya yang berbatas, melainkan penantiannya yang telah kadaluarsa.
Dan karena bukan tentang mencintai orang yang salah, melainkan pilihan waktu yang tidak tepat.

Bukan sekarang….

mungkin lusa, besok, atau bahkan beberapa detik lagi setelah ini.

Selamat mencari cinta yang baru 🙂

Advertisements

5 thoughts on “Janur Kuning Melengkung Sempurna

  1. Dewi says:

    hahahahahahaha wes gek ndang nikah mas,, nikah ora di pikir tapi di lakoni,, hahaha mau nikah may ya?? 😆 😆 😆 ,
    sebenernya pelik tidak datang saat mau nikah,, tapi sesudah nikah,, pelik banget itu mas,, 😛 , tapi semua balik ke niat aje mas,, hhihihi selamat menikah,, #eh salah

Komentar mereka

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s