The K-Five

Sesuatu yang berawalan (K-) adalah bersumber dari Korea. K-pop? Ane muak dengan nama itu. Suatu pergumulan yang bernama K-pop. Terkontaminasinya dunia permusikkan oleh kombinasi tari-tarian menggelikan merupakan dampak yang teramat parah. Memang setiap orang punya selera musik masing-masing. Namun ketika yang diukur bukan dari sisi musikalitasnya bukankah ini sebuah persekongkolan untuk menjatuhkan suatu rezim (lhah kok??).

Kalian suka K- pop karena tampang-tampang para personelnya yang  sempurna, mengagumkan, ganteng, putih, seksi, berotot, dan hal menakjubkan lainnya. Yang ketika melihat gerakannya sedikit saja kalian akan berteriak dan menjerit macam orang  kesurupan. Luluh karena pesonanya meliak-liuk gemulai di atas panggung sambil mangap-mangap ngepasin suaranya sendiri. Suaranya? ya mungkin ada yang bagus, tapi apakah itu parameter yang benar-benar membuat kalian terkenyut-kenyut.

Jarang ane mendengar “wah suaranya bagus banget. Aku sampe merinding dengernya.”

Yang ada hanyalah “iiihh, sumpah ya ganteng banget mereka. aaaakkkk!!!”

Guys!! K-Pop has screwed your minds!!

Tau gak sih lagu baru 2 P.M.?

Eh, video klip Suju yang baru udah keluar loh. Kamu udah nonton belum?

Aku dapet tandatangan dari Kliwon Suju loh kemaren. Kamu gimana?

@%%#^%!@#%^&*(

Hey! Daripada mengajukan pertanyaan-pertanyaan itu kenapa gak tuangkan saja racun arsenik ke tenggorokan kami!!!

Ah, tapi suka – suka mereka sih mau suka kek mau enggak kek bukan urusan ane. Bukan juga urusan rumah tangga Ayu Tong-tong.

Mengenai penjudulan “The K-Five”, ane bisa pastikan bahwa ini gak ada hubungannya sama Korea.  Apalagi K-pop, buang jauh-jauh. Ini adalah sebuah kesengajaan yang dibuat-buat.

Ya, “The K-Five” terlihat sangat keren untuk dijadikan sebuah nama film dimana pemerannya adalah para anggota boyband.

Dear, stop talking about that! and I will be OK!

Kini ane menyadari bahwa K-pop sudah memberi pengaruh ke seluruh lini bahkan sampai tingkat kementerian. Sebenernya nama ini diperuntukkan bagi pegawai yang mana kastanya menempati posisi yang paling bawah. Bawahannya bawahan. Ah, terkesan hina sekali deskripsinya. Mungkin gak sebawah itu sih.

K-Five  adalah kepanjangan dari Kemenkeu-Five dimana yang berhak menyandang nama itu adalah orang-orang yang berada pada tingkat pelaksana.  Ya, pelaksana adalah ujung tombak yang akan berjuang di garda terdepan. Sang penerima instruksi dari atasan. Kemenkeu-four sampai Kemenkeu-One hingga berujung pada sang Kemenkeu-Wide dimana ada Menteri Keuangan di dalamnya, itulah atasan mereka.

Awal tahun saatnya menetapkan target. Pegawai Negeri bukan tanpa target bung. Bukan Cuma swasta doang yang punya. Memang sih targetnya gak sehebat swasta punya, yang berorientasi pada laba. Targetnya menyangkut kemaslahatan masyarakat seindonesia raya, tanpa kecuali kalo bisa, hehe

Suatu Kementerian /Lembaga punya IKU (Indikator Kinerja Utama) yang akan menjadi tolok ukur sejauh mana capaian kinerja setiap pegawai dalam menjalankan tugas dan fungsinya pada unit kerja masing-masing. Jadi tiap individu punya target yang harus dicapai.

Bahwasanya sudah kodrat bawahan untuk menaati setiap yang dititahkan atasan dengan jalan yang Tuhan ridhoi. IKU atasan akan diturunkan ke bawahannya (cascading). IKU yang tadinya hanya berbentuk kalimat yang standar secara menakjubkan diturunkan dan dijabarkan menjadi butir-butir target yang harus dicapai selama tenggat waktu yang telah ditentukan. Jadi, IKU atasan bergantung pada IKU bawahan, pencapaian kinerja bawahannya. Jika kinerjanya jelek maka IKU atasan akan berisiko jelek juga. Mudahnya seperti itu. Namun ada penghitungan dengan matriks tersendiri terkait capaian IKU tersebut.

Draft IKU sudah hampir jadi tinggal menunggu tandatangan sahaja. Jadi akan ada prosesi penandatanganan Kontrak Kinerja sebagai pelaksana. Itu berisi pernyataan kesanggupan melaksanakan tugas sebagai pelaksana. Di dalam kontrak kinerja itu terdapat beberapa sasaran kerja pegawai yang akan menjadi target kemudian dievaluasi untuk mengetahui seberapa besar capaian kinerja selama jangka waktu yang telah ditentukan.

Orang bilang:
Pegawai negeri itu kerjaannya cuma berleha-leha doang.

Cuma dateng absen terus pulang,

Cuma jalan-jalan,

Hey itu pegawai negeri yang mana?

Yang bisa ane bilang, setiap pegawai punya target yang harus diselesaikan dalam suatu jangka waktu. Ya setiap pegawai punya target, yang artinya ia akan punya tanggung jawab pada pimpinan. Setiap individu! Semuanya!

Sampai pada pion-pionnya.

Sampai pada “The K-Five”.

Kemenkeu-Five.

Sang pelaksana. Ujung tombak.

Advertisements

2 thoughts on “The K-Five

  1. Ryan says:

    dari K-pok ke Kemenkeu. Dari Suju n 2 P.M. ke pns. hehehehe

    memang tak semua PNS gitu kok bro. but mostly, what we already seen is like that. that’s stereotyping. karena segelintir orang, semua kena penamaan yang sama. tul?

Komentar mereka

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s