Sekretaris

Apa yang terlintas di pikiran kalian ketika mendengar kata sekretaris? Di benak ane yang terlalu picik yang tergambar adalah wanita.

Ah, pikiran ane terlalu kotor.

Hey sebentar!

Coba tanya dulu sama google. Ketikkan “Sekretaris”, temukan gambarnya, kemudian renungkan. Menakjubkan?

Hasil penelusuran memberikan hasil bahwa sekretaris merupakan suatu makhluk wanita yang terbentuk secara seksi dimana dikemas dengan pakaian rapi cenderung minim sedemikian rupa sehingga keindahan terpancar. Google juga buatan manusia.

Apa maksud yang terkandung dibalik semua ini?

Mungkin benar, sebagian besar yang menjadi seorang sekretaris adalah wanita. Ketika ane SD misalnya. Sekretaris selalu dipilih dari kaum wanita. Kenapa? Karena tulisannya rapi. Ya, syarat utama untuk menjadi seorang sekretaris kala itu adalah mempunyai tulisan yang rapi dan bisa dicerna oleh semua orang. Dan rata-rata anak laki-laki pada jaman ane SD adalah doctor wanna be. Mereka bercita-cita menjadi dokter. Latihan harus dimulai sejak dini. Berlatih nulis tulisan dokter. Huruf-huruf yang terangkai hampir tak berbentuk. Hanya dirinya dan Tuhan sajalah yang tau apa yang ditulisnya. Mereka diblacklist dari daftar sekretaris.

Jabatan sebagai seorang sekretaris gak pernah ane rasakan selama ane mengenyam bangku sekolah. Jabatan tertinggi selama ane SD adalah menjadi bendahara. Itu karena muka ane seolah-olah mencerminkan anak yang jujur dan baik.

Pernah sih dahulu kala ane pengin menggantikan salah satu sekretaris karena ane kasihan sama dia. Tulisan yang harus dia salin begitu banyak. Sebagai seorang cowok ane harus peka dong. Ane gantikan dia, trus ane salinlah tulisan di buku itu ke papan tulis. Waktu itu nulis masih pake kapur tulis. Ane yakin apa yang ane tulis di papan tulis gak akan jauh beda dengan tulisan ane di buku tulis. Tulisan ane gak jelek-jelek amat. Setidaknya gak keluar dari garis-garis di buku tulis.

Dan ajaib! Tulisan ane di papan tulis sama sekali gak beda sama tulisan ane di buku tulis. Persis sama sampai dengan ukurannya. Begitu ane mundur dan membacanya dari belakang, yang terlihat hanyalah suatu grafik garis putih naik turun dari kiri ke kanan. Padahal itu bukan pelajaran matematika. Ane langsung mengundurkan diri seketika itu juga dan tidak pernah berniat lagi jadi sekretaris.

Dulu ane mendefinisikan bahwa sekretaris adalah seseorang yang memiliki tulisan tangan yang bagus dan rapi. Seiring dengan naiknya harga pangan, pandangan terhadap sekretaris mengerucut pada suatu sosok wanita di depan komputer dengan pakaian rapi. Wanita telah menguasai ranah persekretarisan.

Hingga sampailah pada suatu masa…

Di sebuah sudut ruangan seorang lelaki duduk di atas kursi menatap nanar setumpuk surat-surat yang telah diterimanya sejak pagi. Surat itu bukan hak miliknya. Isinya pun gak berkaitan langsung dengan dirinya. Bukan tentang kehidupan pribadinya, apalagi tentang cintanya. Sama sekali bukan.

Sambil menatap layar komputernya ia mendokumentasikan surat-surat itu dalam suatu buku besar. Kemudian memasukan datanya ke dalam komputer. Ada beberapa surat yang harus segera disampaikan dan memerlukan beberapa paraf dari sang atasan.

Belum sempat ia menyampaikannya, dering telpon seketika itu mengalihkan perhatiannya atas surat-surat tadi. Ia gak berharap lebih atas telpon-telpon yang masuk beberapa minggu terakhir.  Gak ada suara-suara perhatian yang sekedar bertanya kabar, sudah makan belum, atau sekedar ajakan untuk jalan keluar menghabiskan malam romantis.

Halo..Selamat siang,

Ya selamat siang..

Tolong Bapak diingatkan yah nanti jam 2 siang ada agenda rapat”

Baik, akan segera saya sampaikan.

Oke, terima kasih yah. Anda ganteng sekali

Banyak yang bilang gitu sih. Makasih

tut..tut…tut…

Itu tugasnya, mengingatkan atasan ketika ada agenda. Atasan adalah makhluk pelupa. Kadang mengenai permasalahan mandi atau belum pun dia lupa. Atasan itu tempatnya lupa. Mirip seperti manusia.

Kesibukan atasan akan menjadi perhatiannya dalam menjalankan tugas. Ya, atasan akan sering keluar saat masa-masa sibuk.  Tugas utama yang harus dilakukan adalah mengetahui kemana dia akan pergi. Termasuk detil waktunya, kapan berangkat dan kapan pulang. Sekretaris adalah makhluk terkepo. Selalu mencari tahu kegiatan dan keberadaan si atasan.

Satu kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang sekretaris adalah ngeles. Ketika atasan gak ngasih tau kemana dia pergi dan di sisi lain ada orang yang menanyakan keberadaannya, orang pertama yang harus menjawab adalah sekretaris. Ngeles lah!

Ini adalah cara mengubah kalimat “wah gak tahu saya” menjadi bahasa yang lebih informatif dan mengada-ada. Itu adalah skill alamiah yang gak semua orang piawai melakukannya. Perlu latihan dan pembiasaan.

Selain itu sekretaris dianjurkan untuk memiliki kuping yang tebal. Bukan secara harfiah ya. Fungsi kuping yang tebal adalah agar tetap kuat menahan segala nada-nada tinggi yang dilontarkan sang atasan. Dia kadang-kadang menjelma menjadi penyanyi tenor. Gak hanya tinggi tapi juga pedes. Kamu harus kuat. Sebenernya bukan kepada kamu tujuan amarahnya tetapi sedikit banyak akan terkena dampaknya. Tempat pelampiasan.

Di suatu kali sang atasan akan mengungkapkan segala isi hatinya kepada sang sekretaris. Dalam kondisi ini, sekretaris menjadi pendengar yang baik. Jarang-jarang ada orang yang ia curhati. Jadi perlu memperkuat mental jadi seorang sekretaris. Kalo gak, bisa-bisa kamu ikut nangis. Gak bisa menahan air mata.

Jalan hidup bapak sedih sekali pak, saya jadi ikut sedih. Kenapa ini semua harus terjadi pada bapak. Gak mungkin!!! Ini terlalu cepat…huhuhuhuhu

(suara tangis bersaut-sautan)

Mungkin terlalu berlebihan untuk mengatakan bahwa kamu harus mendedikasikan seluruh  hidupmu untuk atasan ketika menjadi seorang sekretaris. Sekretaris  juga punya kehidupan sendiri yang gak mungkin diabaikan begitu saja. Sekretaris tidak harus bertindak terlalu berlebihan memberi perhatian atasannya.

Katanya sekretaris  melakukan tugas-tugas administratif yang bersifat mendukung atasan. Kenapa ane juga mengerjakan kegiatan teknis?

Banyak yang bilang sekretaris itu identik dengan pakaian rapi dan rok mini. Kenapa ane pake celana panjang?

Katanya sekretaris itu cantik-cantik, Kenapa ane ganteng kayak gini?

Ah itu cuma katanya. Gak ada mayoritas kalo gak ada minoritas.

Sepertinya bulan ini akan menjadi bulan yang cukup sibuk.

Advertisements

7 thoughts on “Sekretaris

Komentar mereka

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s