Celingak-celinguk

Halo khalayak ramai!!!

Akhirnya kembali lagi ke habitat asal. Okeh. Ane baru aja keluar dari goa bray.*Celingak-celinguk*

Selama hampir sebulan kemaren ane diasingkan dari masyarakat. Suatu tempat yang jauh dari jangkauan penduduk. Jauh dari keramaian. Jauh dari kemilau dunia. Masih di Jakarta sih, tapi hanya orang-orang dari kalangan tertentu yang tau tempat itu. Tanya aja ke sopir taksi. Ane jamin gak ada yang tau persis tempatnya.

Hidup tanpa suplai internet seharian aja udah gak karuan. Lha ini sebulan bos. Sekadar liat timeline twitter aja gak sempet. Alhasil, ane gak bisa mengikuti gimana perkembangan dunia selebriti. Terisolasi dari dunia yang memang terkadang melalaikan.

Jokowow atau pakwowo?

Entah. Berita pemilu yang katanya lagi hot-hotnya aja hampir gak ada gaungnya di tempat itu. Tipi cuma disetel di lobi doang. Gak ada yang sempet nonton. Kalo sempet pun kebagian pas iklannya doang.

Tempat apaan sih itu?

Sebut saja tempat itu dengan nama Wisma Duta Wiyata (nama sebenarnya). Disanalah tempat ane bersama teman ane ditempa dalam kubangan-kubangan lumpur yang sarat akan perjuangan. Gak tanggung- tanggung, yang menempa kami langsung dari kopassus. Ya….kopassus lagi, kopassus lagi…
Dunia gak selebar daun kelor. Bahkan sekarang dunia hanya dalam genggaman saja. Ketemunya orang itu-itu saja.

Hampir sebulan dicekoki bentakan-bentakan kopassus sedikit banyak membuat beberapa perubahan pada diri ane. Dan ketika masa pengasingan itu berakhir dan ane kembali ke habitat semula rasanya ada yang aneh. Ane melihat dunia ini begitu indah. Ngliat gedung ajakayak barang langka. Ane bener-bener kayak habis dari dunia antah berantah yang udik seudik-udiknya. Sama kayak dulu waktu pertama menapakkan kaki di Jakarta.

weisss, kok bisa gini ya. Kok bisa gitu ya. Keren banget. Gimana caranya? Pasti bukan manusia yang buat (????)

Gak selebay itu sih sebenernya. Heuheuheu

Ada sebuah perasaan yang mungkin belum tune in sama keadaan di sekitar. Doktrin-doktrin dari kopassus masih saja terngiang-ngiang di otak ane (baca: dengkul).

Butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar yang senantiasa terus berkembang.

I just need time to see where I wanna be.

*celingak – celinguk*

Advertisements

Komentar mereka

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s