Magis Indonesia Raya

Harus ane akui Pak W.R. Supratman sudah membuat hati ane luluh lantak. I love you pak!

Mungkin bukan ane saja. Ada kira-kira 200 juta orang di Indonesia yang akan tergila-gila sama pak Supratman ini.

Kalian pernah menangis ketika menyanyikan Indonesia Raya?

Entah kenapa belakangan ini ketika ane denger atau pun nyanyi lagu Indonesia Raya ini seketika itu jiwa ane terbang ke awang-awang dan menjadi seekor burung garuda. Ane bener-bener masuk ke dalam lirik lagu itu dari kata ke kata. Sebelum-sebelumnya sih emang waktu denger lagu ini bawaannya haru banget. Namun entah kenapa keharuan ane semakin parah akhir-akhir ini. Ane bak atlet yang baru saja memenangi salah satu cabang olahraga yang mewakili Indonesia di kancah Internasional yang ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya tetesan air mata gak dapat ditahan lagi. Mewek, tersedu-sedu, sesenggukan, sinetron…

Ya, belakangan ini ane menjadi setingkat lebih cengeng. Hati ane gampang tersentuh. Ane lemah. Tiap kali ane nyanyi lagu Indonesia Raya dalam suatu acara dengan khidmat mesti bawaannya pengin nangis. Yang ane amati selama ini, yang nangis ketika lagu kebangsaan dinyanyikan adalah orang-orang yang sebelumnya telah mengalami suatu peristiwa yang teramat membekas berkaitan dengan bangsanya. Bisa dilihat atlet-atlet nasional yang telah mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali di berbagai event internasional. Sudah pasti mereka akan meneteskan air mata haru ketika bendera merah putih di naikkan diiringi lagu Indonesia Raya. Mungkin ini yang disebut nasionalisme kali ya…

Lantas apakah tangisan saat lagu kebangsaan dinyanyikan menjadi tolok ukur jiwa nasionalisme seseorang?

Entahlah. Ane gak tau betul yang namanya nasionalisme itu sebetulnya yang kayak gimana. Bentuknya kayak apa trus cara menumbukannya gimana. Ane nemu artikel yang ditulis Pandji Pragiwaksono yang membahas makna nasionalisme disini. Menurut artikel itu ada semacam salah kaprah dalam penggunaan kata nasionalisme dalam kehidupan kita sehari-hari. Banyak yang mengartikan nasionalisme itu “cinta Indonesia”.

Padahal sebenarnya nasionalisme itu adalah paham yang percaya bahwa perbedaan dlm sebuah negara harus dipersatukan. Ini telah terkandung dalam semboyan yang telah mengakar di nusantara. Bhineka Tunggal Ika. Berbeda-beda tapi tetap satu jua. Ane inget betul semboyan itu. Sering keluar di ulangan PPKN waktu SD dulu. Ulangaaaaaannnn. Hahahahaha

Ane heran kenapa bisa menjadi secengeng ini. Tapi kalo kita lihat liriknya dari bait ke bait, baris ke baris sampai kata per kata, bawaannya pengen ngebunuh pencipta lagu-lagu pengantar bunuh diri (lhah kok???). Harus ane akui sejauh ini Indonesia Raya adalah lagu kebangsaan terbaik di dunia, baik aransemen maupun liriknya. Ya, karena liriknya berbahasa Indonesia. Hehe

Seperti yang ane bilang tadi, orang-orang yang mengeluarkan air mata ketika nyanyi Indonesia Raya adalah yang mengalami peristiwa tertentu dimana peristiwa itu sangat membekas berkaitan dengan kebangsaan. Kalo para atlet memenangi kejuaraan internasional, ane mengikuti diklat prajabatan. Memang terdengar cemen. Ikut diklat doang kok sampe termehek-mehek gitu. Ini bukan diklat sembarangan bray. Di dalam diklat itu disisipkan program pendidikan bela negara. Nah di situlah kami dibentuk karakternya supaya menjadi abdi negara yang tangguh. Kami guling-guling di lapangan di lapangan berdebu sampai muntah-muntah. Kami merayap di aspal di tengah terik siang yang menyengat. Kami tahan jalan jongkok keliling lapangan di sambung dengan jungkir di lapangan. Itu semua gak akan ada artinya tanpa semangat kebangsaan yang terbentuk setelahnya. Dan mungkin memang kegiatan itu berhasil membentuk karakter pesertanya. Setidaknya bisa membuat mata ane basah setiap apel pagi, tiap menyanyikan lagu Indonesia Raya. Itu mungkin tanda-tanda bagaimana seorang warga Negara memiliki rasa cinta akan tanah airnya. Tanah kelahirannya. Kayaknya sih gitu

Indonesia tanah airku

Tanah tumpah darahku

Indonesia suatu tempat dimana kita lahir, tumbuh, dan besar. Sejak awal masuk TK, SD, SMP, dan seterusnya sampai lulus kuliah dan sekarang bekerja, ane diajari bagaimana mencintai bumi tempat ane dilahirkan. Ane diajari berseru Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku, untuk merasakan kecintaan ane pada negeri, kepada tanah dan air serta pengorbanan darah yang tertumpah.

Hiduplah tanahku

Hiduplah negeriku

Bangsaku rakyatku semuanya

Bangunlah jiwanya

Bangunlah badannya untuk Indonesia Raya

Banyak yang menganggap Indonesia Raya hanya retorika belaka. Biarkan. Gak ada yang salah.

Namun untuk orang-orang yang berpikir, Indonesia Raya akan menjadi sebuah pengingat bahwa gak akan ada bangsa Indonesia melainkan karena perjuangan para pahlawan yang dulu begitu berkobar membakar semangat seluruh rakyat untuk menghasilkan satu kata, “Merdeka”.

Yakinlah bahwa apa yang kita cintai di negeri ini benar-benar kita dapatkan.

Cintai tanah airmu meski yang kau dapatkan tanah longsor dan air banjir.

Rasakanlah tanah kelahiranmu, tanah tumpah darahmu sehingga kau dapat menghentikan tumpah darah saudara-saudaramu.

Bangsa Indonesia gak boleh cengeng.

Indonesia Raya merdeka merdeka

Hiduplah Indonesia raya

Advertisements

3 thoughts on “Magis Indonesia Raya

Komentar mereka

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s