[Bukan] Salah Tukang Cukur: Tipis di Samping Tajam di Atas

Setiap tukang cukur punya kapabilitas masing-masing dalam setiap mencukur rambut pelanggannya. Gak mungkin dia buka usaha pangkas rambut tanpa dibekali kemampuan mumpuni.Namun entah kenapa setiap pergi ke tukang cukur, di benak ane selalu timbul keraguan. Apakah si tukang cukur bisa menunaikan tugasnya dengan gemilang? Pertanyaan itulah yang selalu mengaung di benak ane ketika memutuskan akan pergi ke tukang cukur. Ane selalubertanya-tanya dalam benak mengenai kapabilitasnya dalam mencukur.


Untuk beberapa golongan orang, hari-hari menjelang lebaran seperti sekarang adalah waktu yang mustajab untuk pergi ke tukang cukur. Ane pun berpendapat demikian.Kenapa?

Karena lebaran adalah momen dimana kita akan bertemu dengan sanak famili. Bertemu dengan banyak orang. Maka dari itu penampilan harus diperhatikan.Tata rambut adalah hal yang cukup krusial. Ane yakin bahwasanya kita gak akan membiarkan diri kita terjerat dalam kekumalan rambut yang terlampau menyedihkan. Kecuali anda memegang teguh semboyan “Gimbal tak berarti gembel”. Dan ane adalah model orang yang raut mukanya akan terlihat memiliki banyak masalah saat rambut ane gak terpangkas dengan rapi.

Dalam rubrik [Bukan] Salah Tukang Cukur sebelumnya ane bercerita tentang kebotakan ane yang dilakukan serta merta dalam keterpaksaan. Kini rambut ane telah tumbuh.Meskipun belum terlalu panjang namun tidak berpola. Tau kan jika rambut dicukur dengan panjang yang sama di semua sisi maka tumbuhnya pun akan sama panjang ke semua sisi mengikuti arah matahari. Beberapa saat kepala kita akan terlihat seperti buah rambutan.

Nah untuk memberi suatu pembeda yang jelas antara kepala dan rambutan maka ane memutuskan untuk memangkas rambut ke tukang cukur di deket kosan. Dirapikan saja, gak banyak. Agar semua tudingan miring masyarakat bisa diredam.

Ane hanya ingin terlihat lebih rapi ketika nanti berjumpa dengan sanak famili dan orang-orang di lebaran nanti. Tak punya baju baru tak apa-apa masih ada baju yang lama. Tak punya potongan rambut baru tak apa-apa? masih ada potongan rambut yang lama?

Ane sudah berencana untuk memangkas bagian pinggir dan belakangnya saja biar gak kelihatan kalo habis potong rambut. Beberapa orang akan merasa terpuruk ketika melihat seseorang dengan potongan rambut barunya. Ane selalu mempertimbangkannya sesaat sebelum memutuskan untuk potong rambut.

“bang, dirapihin aja ya pinggir sama belakangnya. Atasnya pangkas dikit aja”, pinta ane.
Si abang tukang cukur mengangguk seraya berujar,” Okeh, tipis aja yak sininya”, sambil menunjuk bagian samping kepala ane.

“dikit aja bang”, suara ane kabur oleh suara kendaraan dari luar yang ramai malam itu.

Ane gak yakin dia denger. Ane cemas.

Dari cermin nampak aktivitas si abang memasang pisau cukur pada mesin cukurnya. Sepertinya pisau yang khusus untuk memangkas tipis. Mesin dinyalakan dan ane terpejam….

Beberapa saat ane merasakan dingin di kedua sisi samping kepala ane. Cermin yang ada di depan ane memperlihatkan bahwa kedua sisi samping kepala ane tersebut telah terpangkas dengan rapi. Tipis. Nyaris botak. Ane sempat tertegun beberapa saat sebelum disadarkan oleh pertanyaan, “Segini udah cukup mas?”

“Ya cukup. Cukup berlebihan”,Ujar ane dalam hati. Anggukan ane mungkin membuat Si abang merasa bangga.

“Atasnya tolong dipendekin dikit ya bang,” tambah ane.

Terlihat si abang mengambil gunting sasak. Sebenernya ane gak suka rambut ane dipotong dengan gunting sasak. Rambut ane gak cocok. Gak terlihat rapi. Tapi si abang sudah terlanjur mengeksekusinya. Ane mencoba tabah dan tawakal.

This is it!!!

Si abang melepas celemek yang terpasang di badan ane dan membersihkan sisa rambut yang masih menempel di pelipis. Ane beranjak dari kursi dan mematung sejenak di depan cermin.

Not bad!

Tipis di samping, tajam di atas.

Jenderal TNI (Purn.) Iqbal Kholis

Siap Grak!!!

Advertisements

Komentar mereka

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s