Kepedean

Semua ini berkat partisipasi seluruh rakyat

Sekarang bangsa Indonesia punya pemimpin baru

Satu pasangan yang percaya diri membangun negeri

Tidak…

Dua pasang!

Lhah itu di tipi-tipi

Lucu ya?

Salah satu syarat jadi pemimpin bangsa adalah humoris

Baru tau..

Mereke lucu

Gak pake akhiran (-kkk)

Advertisements

Bahwa Dia

Bahwa dia tidak sempat bercerita bagaimana menjadi orang yang baik. Nilai apa yang dia ingin ajarkan, sampai mungkin hal paling remeh seperti cara membuat layangan dan bagaimana menerbangkannya. Tidak semua orang tua sempat berbagi itu semua.

-Intisari Sabtu Bersama Bapak-

 

Magis Indonesia Raya

Harus ane akui Pak W.R. Supratman sudah membuat hati ane luluh lantak. I love you pak!

Mungkin bukan ane saja. Ada kira-kira 200 juta orang di Indonesia yang akan tergila-gila sama pak Supratman ini.

Kalian pernah menangis ketika menyanyikan Indonesia Raya?

Entah kenapa belakangan ini ketika ane denger atau pun nyanyi lagu Indonesia Raya ini seketika itu jiwa ane terbang ke awang-awang dan menjadi seekor burung garuda. Ane bener-bener masuk ke dalam lirik lagu itu dari kata ke kata. Sebelum-sebelumnya sih emang waktu denger lagu ini bawaannya haru banget. Namun entah kenapa keharuan ane semakin parah akhir-akhir ini. Ane bak atlet yang baru saja memenangi salah satu cabang olahraga yang mewakili Indonesia di kancah Internasional yang ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya tetesan air mata gak dapat ditahan lagi. Mewek, tersedu-sedu, sesenggukan, sinetron… Continue reading

Celingak-celinguk

Halo khalayak ramai!!!

Akhirnya kembali lagi ke habitat asal. Okeh. Ane baru aja keluar dari goa bray.*Celingak-celinguk*

Selama hampir sebulan kemaren ane diasingkan dari masyarakat. Suatu tempat yang jauh dari jangkauan penduduk. Jauh dari keramaian. Jauh dari kemilau dunia. Masih di Jakarta sih, tapi hanya orang-orang dari kalangan tertentu yang tau tempat itu. Tanya aja ke sopir taksi. Ane jamin gak ada yang tau persis tempatnya.

Hidup tanpa suplai internet seharian aja udah gak karuan. Lha ini sebulan bos. Sekadar liat timeline twitter aja gak sempet. Alhasil, ane gak bisa mengikuti gimana perkembangan dunia selebriti. Terisolasi dari dunia yang memang terkadang melalaikan.

Jokowow atau pakwowo?

Entah. Berita pemilu yang katanya lagi hot-hotnya aja hampir gak ada gaungnya di tempat itu. Tipi cuma disetel di lobi doang. Gak ada yang sempet nonton. Kalo sempet pun kebagian pas iklannya doang.

Tempat apaan sih itu?

Sebut saja tempat itu dengan nama Wisma Duta Wiyata (nama sebenarnya). Disanalah tempat ane bersama teman ane ditempa dalam kubangan-kubangan lumpur yang sarat akan perjuangan. Gak tanggung- tanggung, yang menempa kami langsung dari kopassus. Ya….kopassus lagi, kopassus lagi…
Dunia gak selebar daun kelor. Bahkan sekarang dunia hanya dalam genggaman saja. Ketemunya orang itu-itu saja.

Hampir sebulan dicekoki bentakan-bentakan kopassus sedikit banyak membuat beberapa perubahan pada diri ane. Dan ketika masa pengasingan itu berakhir dan ane kembali ke habitat semula rasanya ada yang aneh. Ane melihat dunia ini begitu indah. Ngliat gedung ajakayak barang langka. Ane bener-bener kayak habis dari dunia antah berantah yang udik seudik-udiknya. Sama kayak dulu waktu pertama menapakkan kaki di Jakarta.

weisss, kok bisa gini ya. Kok bisa gitu ya. Keren banget. Gimana caranya? Pasti bukan manusia yang buat (????)

Gak selebay itu sih sebenernya. Heuheuheu

Ada sebuah perasaan yang mungkin belum tune in sama keadaan di sekitar. Doktrin-doktrin dari kopassus masih saja terngiang-ngiang di otak ane (baca: dengkul).

Butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar yang senantiasa terus berkembang.

I just need time to see where I wanna be.

*celingak – celinguk*

Kehilangan

Tentang kehilangan, tiap orang bisa saja mengalami,
Boleh jadi tiba-tiba,
Boleh jadi tidak terencana,
dan boleh jadi semena-mena.
Jadi…
Tak usahlah cengeng,
Itu hanya pekerjaan anak manja.

Pre Memory : Gladi Kotor

Masih ingatkah kapan terakhir kali upacara bendera?

Hari Senin minggu lalu? Bulan lalu? 5 bulan yang lalu? Satu tahun yang lalu? sewindu yang lalu? sepuluh tahun yang lalu? satu abad yang lalu?

wow… Anda tua sekali!!! Penuh debu dan usang.

Terakhir kali ane mengikuti upacara bendera itu ketika aliran listrik belum masuk ke desa dan sumber air masih sulit. Namun sekarang semuanya telah berubah. Electricity for a better life. Sumber air pun sudekat. Hahaha tidak…tidak..

Ane lupa kapan terakhir kali ikut upacara bendera. Anggap saja pas jaman SMA deh. Ah, maafkan warga negaramu yang satu ini pak.

Ya, kalau diinget-inget terakhir kali ane ikut upacara itu pas kelas 3 SMA. Lama banget. Pas jaman kuliah kemana saja? Continue reading

Yang Pertama yang Bermakna

Komunikasi baik akan menghasilkan hubungan sosial yang baik. Ane belajar betul dari buku IPS bahwa ini adalah kodrat manusia sebagai makhluk sosial, berdampingan dengan manusia yang lain untuk dapat melangsungkan hidup dan menghidupi kehidupannya. Ane rasa pencipta telepon genggam memahami betul konsep dari buku IPS ini. Bahwa ada suatu sistem komunikasi yang dijalankan oleh manusia dalami kodratnya sebagai makhluk sosial. Dengan konsep komunikasi hanya dalam genggaman, ane rasa mengubah peta komunikasi antara satu orang dengan yang lain dari masa lalu. Benar saja kini hampir semua orang di dunia punya sesuatu yang ada dalam genggaman mereka. Setiap orang punya hapenya masing-masing. Kecuali yang berhalangan. Continue reading

[Bukan] Salah Tukang Cukur : Hey Botak !!!

Setiap tukang cukur punya kapabilitas masing-masing dalam setiap mencukur rambut pelanggannya. Gak mungkin dia buka usaha pangkas rambut tanpa dibekali kemampuan mumpuni. Namun entah kenapa setiap pergi ke tukang cukur, di benak ane selalu timbul keraguan. Apakah si tukang cukur bisa menunaikan tugasnya dengan gemilang? Pertanyaan itulah yang selalu mengaung dibenak ane ketika memutuskan akan pergi ke tukang cukur. Ane selalu bertanya-tanya dalam benak mengenai kapabilitasnya dalam mencukur.


Continue reading

Syair Mimpi Jembrek

Mimpi memang gratis
Namun selalu ada harga yang harus dibayar untuk memperjuangkannya
Dan itu tidak murah…
karena mimpi sejatinya hakikat yg nyata bagi manusia untuk menampakkan hidup dan kehidupannya…
Berakar dari segala problematika yang telah terlibat dalam penciptaan daya, cipta, rasa, dan karsa manusia
Sebagai makhluk yang mendambakan keabadian yang satu
Merasuk ke dalam sukma dan relung-relung jiwa,
membasuh hati yang kering diterpa angin kehidupan yg kadangkala terbungkus kebusukan.
Continue reading